Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
siapa yang tau jodoh kita


__ADS_3

Anwar kini menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya, semerter demi semester di lalui dengan prestasi yang semakin gemilang,


bahkan kini Anwar sudah di tawari magang di salah satu rumah sakit, dan hal itu tidak di sia- siakan olehnya, Anwar pulang kampung hanya enam bulan sekali saat libur semester, tapi lagi-lagi ia selalu kecewa karena tak pernah bertemu dengan Diah yang selalu ia rindukan


Setelah mendapat kabar jika Diah kini telah bekerja di Surabaya, membuatnya malas untuk pulang, hingga kini ia mula jarang pulang, paling Cuma satu tahun sekali


di tempatnya magang ia bertemu dengan Rani (Maharani Oktaviani) dokter muda yang juga seumuran dengannya, dia yang selalu jadi satu tim dengan Anwar hingga kini mereka pun bersahabat, Rani juga merupakan putri dari pemilik rumah sakit tempat Anwar magang


“nampaknya lelah sekali kang ...” Rani menghampiri Anwar di balkon rumah sakit “nih minum kang, baru pulang kok malah lemes sih”


Anwar yang sedikit terkejut dengan kedatangan Rani melengkungkan senyumnya “makasih ya” tangan Anwar segera menyambut minum yang di sodorkan Rani


“kok lesu amet sih kang”


“orang yang ku rindukan tak dapat ku temui” Anwar masih tetap menerawang jauh, rasanya balek bangeeeet


“cewek akang?” ada rona kecewa di wajah Rani yang memang sudah sejak ketemu sudah menaruh hati pada dokter muda di depannya


“hampir .....” Rani terkejut, tapi juga lega ternyata dokter ganteng di depannya belum ada yang punya

__ADS_1


“maksud akang?”


“hampir, tapi dia tidak pernah membalas cintaku” wah cowok seganteng dan sekereng dokter muda ini ada yang nolak


“aku jadi penasaran, cewek seperti apa yang sudah menolak akang, pasti gelis ya”


“entahlah ..., rasanya aku sudah putus asa, mustahil kita akan bertemu kembali” yah bagaimana tidak ini sudah berjalan lebih 3 tahun tapi mereka belum bertemu kembali


“sabar ya kang, semua sudah di tentukan, kapan kita berpisah dan akan bertemu”


“terima kasih ya selama ini kamu sudah jadi sahabat terbaikku”


Itu lah takdir, entah takdir seperti apa yang akan terjadi selanjutnya, manusia hanya bisa berdoa dan berusaha untuk mendapatkan takdir terbaiknya, karena semuanya Allah yang menentukan, jodoh kita sudah di tuliskan di lauful mahfud kita tinggal berjalan untuk menemuka jodoh itu.


**********************************************


“Diah, kamu di panggil mbak Mira di ruangannya” tiba tiba Ratin menghampiri Diah dengan tergesa gesa


“kenapa? Bukannya ada pak Bian?” Bian (Febian Diwantara) adalah suami Mira seorang pengusaha sukses

__ADS_1


“nggak tau ....” Ratih pun tampak mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti “cepetan, katanya penting”


Dengan perasaan yang tak menentu akhirnya Diah pun bergegas menuju ke ruangan bosnya


Tog tog tog


“mbah Mira memanggil saya?”


“iya Diah, sini duduklah” Mira langsung menhampiri Diah, di sama juga ada Bian yang duduk tak jauh dari Mira duduk


“Diah...., apa kamu masih tetap ingin kuliah?” tanya Mira


“iya mbah”


“apa jika ada yang membiayaimu kuliah , kamu mau?” Bian pun to the point tanpa basa-basi menawari Diah


“hah ....” saking terkejutnya, kini malah yang tampak di wajah Diah adalah wajah tak percaya


“ini benar Di...” Mira pun ikut meyakinkan

__ADS_1


“tapi kamu harus ke jakarta dan kuliah di sana, kebetulan adik saya membangun perusahaan di sana, jadi aku butuh orang yang dapat aku percaya untuk mengawasinya, bukannya apa , tapi aku tidak mau dia terlalu percaya pada orang baru, jadi aku butuh kamu untuk menjadi asisten pribadinya” penjelasan Bian


__ADS_2