Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
terimakasih


__ADS_3

tapi dia calon istri saya ....” seseorang menghampiri mereka


Dan seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah Adrian diwantara , bos Diah Wulandari


“saya adalah calon suaminya ....”


Kata-katanya benar-benar berhasil membuat kedua orang itu terdiam seribu bahasa, hati Anwar kini terasa tercabik, rasanya sulit menerima kenyataan kalau gadis yang di cintainya sejak kecil telah di cintai orang lain


“benarkah itu ....., benarkah Diah?” Anwar tampak menggoyangkan bahu Diah


“iya ....” jawaban singkat dari Diah berhasil membuat Anwar diam


“selamat ...., semoga kalian bahagia ....”


Anwar melepaskan bahu Diah dan segera berlalu meninggalkan mereka berdua dengan perasaan yang sangat hancur, harapannya seakan sirna di telan bumi .....


Setelah kepergian Anwar kini Diah menghadap pada bosnya dengan penuh tanda tanya, dirinya merasa heran dengan pernyataan bosnya


“pak Adrian ...”


“hemmmm ....”


“itu bukan jawaban pak .....”

__ADS_1


Wulan mulai kesal, (dasar bos gila ....., apa sih maksudnya ngomong seperti itu pada Anwar) batin Wulan


“apa?”


“saya butuh penjelasan pak ....”


“penjelasan yang seperti apa?”


(mulai kan menyebalkannya, jangan mentang-mentang anda bos bisa seenaknya saja ...) batin Wulan


(aku harus mencari alasan apa ya ..., kenapa aku bisa bicara seperti itu tadi ....) batin Adrian, walaupun sebenarnya kini dia dalam kebingungan tap wajahnya tetap saja menunjukkan ekspresi santainya


“sudah lupakan ...., kita sudah selesaikan, lebih baik cepat pulang saja” Adrian berusaha mencari alasan


Akhirnya mereka kembali lagi ke jakarta, dan mengutus pegawainya untuk menghandel pekerjaan di Badung, mereka hanya memberi tahu melalui pesan singkat kepada dr Rani



dr Rani yang mendapat pesan dari Adrian, sebenarnya merasa kecewa karena ia sudah merasa akrab dengan Wulan , tapi pertemuan singkat itu membuatnya masih ingin bersama


“kenapa ya mereka pulang buru-buru? Padahal aku kan masih pengen jalan-jalan sama Wulan ...” Anwar yang sudah mengetahui alasan kenapa mereka cepat-cepat pergi dari Bandung hanya diam saja tak menanggapu ucapan dr Rani, karena dr Rani yang merasa terabaikan mengulang kembali ucapannya


“apa akang tau kenapa mereka kembali cepet?” Anwar masih saja tak menanggapi, karena pikirannya kini sedang kacau, ia masih terus memikirkan ucapan Adrian

__ADS_1


“kang ....!” akhirnya Rani mulai meninggikan suaranya, “iya ....” Anwar sedikit terkejut dan segera menatap si pemilik sumber suara


“akang kenapa sih, dari kemarin aku perhatiin beda banget ....?”


“aku nggak papa ...., mungkin Cuma banyak pikiran aja “


“benarkah seperti itu ...?”


“iya ....”


“aku nggak percaya, pasti ada yang akang sembunyikan kan ...?”


“nggak ada Ran ....”


“apa akang sudah nggak menganggap aku sebagai sahabat akang lagi? Walaupun status kita kini telah berbeda tapi aku tetap menganggap akang sahabat aku kang, jadi aku mohon kang jangan pernah sembunyiin sesuatu dari aku”


Walaupun sebenarnya Anwar ingin jujur, tapi hatinya tak sanggup, ia tak sanggup jika harus menyakiti hati gadis sebaik Rani


(biarkan semua jadi rahasia, jika memang mungkin aku tak berjodoh dengannya , setidaknya aku akan memastikan kamu bahagia Diah) batin Anwar


Di Jakarta


Setelah sampai di bandara, mereka di jemput oleh Dion, Wulan begitu senang melihat Dion dari kejauhan,

__ADS_1


“Dion...” Wulan meneriaki Dion, Dion pun menyambut teriakan Wulan dengan senyum yang mengembang, tanpa aba-aba Wulan pun segera berlari menghampiri Dion dan segera memeluknya hingga ia melupakan sang bos yang telah menautkan kedua alisnya dengan sangat geram


__ADS_2