Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
bagaimana jika aku jodoh kamu?


__ADS_3

“kamu boleh kok menangis di sini” Dion tampak menunjuk dadanya, dan tanpa aba-aba Wulan pun segera berhambur ke dada Dion, menumpahkan segala rasa sakitnya,


 


Hingga air mata Wulan pun membasahi kemeja yang di pakai Dion, sesekali tangannya tampak mengelus punggung Wulan lembut berharap bosa mengurangi Rasa sakit Wulan


Tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang tengah mengawasi kegiatan mereka dari atas, ya pemilik mata itu adalah Adrian, karena balkon apartemennya berhadapan tepat dengan taman, ada rasa yang aneh yang sedang menjalar di dada Adrian, tanpa terasa tangannya mengepal dengan sendirinya


Adrian pun segera meninggalkan balkon , rasanya sangat tidak nyaman berlama\-lama di balkon sambil memandangi asisten dan sopir pribadinya bermesraan \(menurut pandangan orang yang lagi cemburu ya\)


Adrian menjatuhkan tubuhnya di kasur yang empuk, matanya terus menatap langit\-langit “kenapa juga aku kesal? “ Adrian mengusap wajahnya kasar


 


“hehhhh ...., kenapa juga aku terus memikirkannya” perasaan resahnya bertambah ketika terus memikirkan kira-kira apa yang sedang di bicarakan dua orang di bawah sana


“lebih baik aku mandi saja, ini benar-benar salah, ini nggak benar .....” Adrian melangkahkan kakinya ke kamar mandi sambil bermonolog


 


Kembali ke tempat Wulan, kini hatinya merasa lebih baik setelah mencurahkan segala perasaannya pada Dion, Dion memang sangat humoris jadi tidak susah untuk membuat Wulan tersenyum kembali

__ADS_1


Dan taukah kalian, senyum menawan Wulan dengan lesung di kedua pipinya yang putih bersih selalu berhasil membuat hati Dion klepek\-klepek


 


“tetaplah tersenyum seperti ini, kau sangat cantik” Dion menatap dalam pada Wulan


“terimakasih Dion, aku senang bisa mengenalmu, you are the best friend” pakek bahasa inggris medok khas orang jawa


“wih ..., anak jawa ini bisa bahasa inggris juga” lagi-lagi Dion berhasil membuat rona merah di wajah Wulan


“ah ..., mas Dion ini bisa aja, aku kan belajar jadi orang kota”


“maksud mas Dion?”


“aku memang Cuma supir, tapi aku punya cinta yang besar untukmu” Wulan yang mendengar pengakuan Dion langsung diam seribu bahasa, bagaimana bisa dalam waktu bersamaan dia harus merasakan patah dan ada hati lain yang datang


“aku tidak memaksamu untuk menjawab, tapi aku Cuma ingin mengungkapnya pada mu, dan setelah ini kamu jangan merasa tidak enak padaku, aku akan berusaha untuk mengambil hatimu”


“aku hanya ingin semua berjalan sebagai mana mestinya mas, jika suatu saat kita memang di takdirkan berjodoh, maka kita akan bersatu, aku tidak ingin berpacaran”


“aku tahu, aku hargai keputusanmu, semoga kita berjodoh”

__ADS_1


***


Kini benar apa yang di dengar oleh Wulan , Anwar dan Rani sudah bertunangan berkat desakan dari orang tua Rani, dia terpaksa melaksanakan pertunangan itu karena orang tua Rani sudah sangat berjasa terhadap karir Anwar


“kang...” Rani mendekati Anwar yang sedang duduk termenung seorang diri di taman rumah sakit


“hemmm”


“maafkan Rani ya kang” Rani pun ikut duduk di sebelah Anwar


“kenapa ?” Anwar pun menatap Rani


“karena orang tuaku, akang jadi terpaksa bertunangan dengan aku”


“kenapa kamu ngomong kayak gitu, aku nggak merasa terpaksa, mungkin memang kita di takdirkan berjodoh” Anwar pun menangkup kedua pipi Rani yang tampak merona


“lalu bagaimana dengan gadis itu kang?”


“maksud kamu?”


“Diah, gadis impian akang”

__ADS_1


__ADS_2