
“ngmong-ngmong, kenapa mbak mau nikah?” Ajeng langsung berbalik melihat ke arah kakaknya karena penasaran dengan alasan kakaknya yang tiba tiba mau nikah dan lagi kakaknya menikah bukan dengan Anwar padahal Ajeng tau jika kakaknya itu cinta mati sama Anwar sejak SMP
“ya karena aku hidup di bumi bukan di langit, karena kebahagiaan di bumi itu ya nikah, sama orang yang mencintai kita”
“maksudku, kenapa mbak mau menikah dengan kak Adrian?’’ tanya Ajeng lagi karena masih merasa ragu dengan keputusan buru-buru kakaknya
"ya karena pak Adrian cinta sama mbak"
"trus mbak mau gitu aja, walaupun mbak nggk cinta?"
“sebenarnya mbak pingin sih nikah sama Dude herlino , tapi kan tidak mungkin, jadi aku menerima yang ada bukan yang tidak mungkin aku miliki”
“jadi mbak mencoba menyamakan antara dude Herlono dengan Adrian Diwantara?”
“merekan memang nggak ada bedanya, aku Cuma mensyukuri apa yang ada saja dek”
“apa mbak sedang berkompromi dengan hidup embak?” yah dari dulu memang Ajeng lebih dewasa di bandingkan Diah, ia lebih bisa melihat ke depan segala keputusannya
“ini bukan kompromi tapi ini takdir yang harus di jalani oleh semua manusia termasuk mbak, jadi kamu jangan khawatir”
“tapi apa mbak nggak ingin sesuatu yang beda gitu?”
__ADS_1
“maksud kamu?”
“ya apa gitu, misalnya impian mbak”
“aku bahkan tidak tahu impian seperti apa yang aku dambakan, tapi yang jelas aku sekarang bahagia, setidaknya aku akan mendapatkan jodoh yang baik, bukankah itu impian yang paling indah yang Allah kasih buat mbak”
“tapi mas Anwar?” karena Ajeng juga tahu perasaan kakaknya begitu juga dengan Anwar yang memang sejak dulu mencintai Diah
deg
walaupun Jantungnya sedikit berdegup mendengar nama Anwar di sebut, Diah berusaha menepisnya
“bukankah mbak suka sama mas Anwar?”
“rasa suka dan rasa cinta itu tak ada bandingannya dengan kuasa Allah, Allah yang akan menentukan dengan siapa kita berjodoh, mbak nggak pa pa kok”
“mbak bahagia?”
“pasti bahagia dong dek, mbak kan mau nikah, walaupun mbak belum mencintainya, tapi kan memang itu mau mbak, untuk jatuh cinta setelah menikah, dan yang lebih penting pak Adrian sudah mencintai mbak” mendengar pertanyaan Ajeng sebenarnya ada sedikit keraguan yang menjalar di pikiran Diah
“sebenarnya aku juga belum tau, apakah aku bahagia ataukah aku sedih, yang aku tahu, aku akan menjalani apa yang menjadi takdirku” batin Diah
__ADS_1
“ya udah jangan ngobrol terus, ayo tidur” akhirnya Diah memutuskan untuk menghentikan obrolan mereka, ia membetulkan letak selimutnya dan berbalik memunggungi Ajeng
“ok mbak, aku matiin dulu laptop ku” Ajeng pun juga berbalik menghadap mejanya dan mematikan benda menyala di depannya dengan menekan tombol shut down, dan menyusul Diah tidur di sampingnya sambil memeluk kakaknya
“setelah ini aku nggak bisa meluk mbak lagi” bisik Ajeng, dan merekapun terhanyut ke alam mimpi
Pagi ini di rumah pak Darman sudah sangat sibuk, perias pengantin pun sudah datang, karena acara ijab qabulnya jam 9 pagi, sehingga jam 5 pagi para perias sudah datang
“nduk kamu sarapan dulu sebelum di rias, supaya nanti tidak lapar pas akad nikah”
“nggeh buk”
“ambilkan juga sarapan buat calon suamimu, dia dari semalem kayaknya nggak tidur, ngurusi pernikahanmu”
“di mana buk pak Adriannya?” tanya Diah
“di depan kayaknya”
“ya sudah saya antarkan makanan ke pak Adrian dulu buk”
Tetangga pak Darman sudah berkumpul di rumah pak Darman dari kemarin termasuk orang tua dr Anwar,kalau orang kampung ada hajatan pasti semua ketangga sudah berbondong-bondong untuk saling membatu menyiapkan segala sesuatu, di rumah Diah sudah dari kemarin tak sepi orang, dr Anwar pun sudah datang ke rumah Diah untuk bantu-bantu
__ADS_1