
“maksudnya, aku ingin mengajaknya jalan-jalan sebentar, aku suka Wulan sangat enak di ajak ngobrol, aku ingin mengenal lebih dekat dan bisa berteman denganya, boleh ya”
“tentu saja tuan putri ...” Adrian dengan kaki sebelah yang sedikit di tekuk dan tangan mempersilahkan khas kerajaan yang mempersilahkan tuan putrinya, memang sejatinya Adrian adalah tipe cowok yang romantis dan humoris lo
“trima kasih ...”
“baiklah kalau tidak keberatan saya juga ada sesuatu yang ingin saya obrolkan dengan anda tuan Adrian...” Anwar pu juga tak sabar ingin segera tahu kebenaran tentang Wulan kepada Adrian
“baiklah ..., apa yang tidak untukmu kawan ...” Adrian pun menepuk bahu Anwar. walaupun Anwar masih canggung tapi di balas dengan gaya akrab oleh Adrian, karena memang sikap Adrian yang lebih renyah di banding Anwar yang sedikit pendiam
“mari ....” Anwar menyuruh Adrian berjalan terlebih dahulu
Mereka pun meninggalkan dua gadis itu, tahu kan apa yang akan di lakukan dua gadis saat bersama , mereka pasti akan banyak mengobrol tentang makanan kesukaan, hobi, fashion, artis favorit dan masih banyak lagi
Lalu apa yang di lakukan dua lajang itui ya, mari kita ikuti, ternyata mereka berjalan menuju ke taman rumah sakit
__ADS_1
“mari duduk di sini saja ....” Anwar mengikuti Adrian duduk “enak ya di sini, pasti anda betah di sini?” tanya Adrian “lumayan..., tapi jika boleh memilih, saya lebih suka berada di kampung halaman saya” “memang seperti itulah kenyataannya, kita tak boleh egois dengan hidup kita kan” Adrian memberikan pendapatnya
“kalau boleh saya ingin bertanya?” Anwar tampak ragu
“tanyakanlah, selagi saya bisa menjawab maka saya akan menjawab sebisa saya” jawab Adrian ringan
“asisten anda ...” Anwar kembali ragu
“dia Wulan, dia gadis yang sangat baik” jawab Adrian
"apakah dia Diah?" Adrian terkejud saat mendengar pertanyaan itu, ia bertanya tanya dalam hati bagaimana ia tahu nama Diah "???" Adrian menatap Anwar penuh tanya
“sejak kapan anda mengenalnya?”
“4 tahun lalu...,”
“sedekat apa anda denganya ...”mendengar pertanyaan Anwar ,Adrian tampak terkejud, tapi beberapa detik kemudian dia menormalkan kembali perasaannya, Anwar menyadari pertanyaannya yang tidak wajar, segera meralatnya “maksud saya, anda terlihat begitu dekat, seperti saya dengan Rani, sepertinya dia begitu spesial buat anda ya”
__ADS_1
“kami sangat dekat, dia itu seperti bidadari tak bersayap yang datang padaku, dikirim tuhan dalam wujud dirinya, sungguh tenang saat aku bersamanya, sederhana namun indah ....” Anwar mendengarkan deskripsi Diah di mata laki-laki di hadapannya , hatinya terasa terbakar, tapi apa daya kini dia sudah memilih jalan hidupnya
“apa dia tahu ...?”
“saya cukup senang denganya sekarang, saya tidak pernah meminta lebih jika itu akan membuatnya terluka” sebenarnya terbesit rasa heran pada Adrian dengan pertanyaan pertanyaan dr Anwar karena yang ia tahu kini dr Anwar sudah bertunangan dengan dr Rani
Mendengarkan kenyataan bahwa kini gadisnya telah ada yang mencintainya selain dia, rasa tak rela sedang menghinggapinya, memang egois rasa cinta ini, tapi apa yang harus di lakukan, memang inilah jalannya
Sekarang kita tengok dua gadis itu ya, apakah segalau hati dua lajang di taman sana, Rani mengajak Wulan singgah di mesh nya, seperti rumah tinggal dekat dengan rumah sakit
“masuklah ...” Rani menyuruh Wulan untuk masuk “duduklah ..., aku ambilkan minum dulu ya ...” Wulan hanya bisa mengangguk, sambil melihat pungung Rani yang sedang meracik minuman, tak butuh waktu lama, minuman dingin pun sudah di sajikan di depan Wulan “aku jadi merepotkan mbah Rani nih” “jangan sungkan, aku senang kok, semoga setelah ini kita bisa berteman”
“trimakasih mbak, aku jadi tersanjung”
“ngomong-ngomong kamu berasal dari mana sih, kok kayaknya bukan penghuni ibu kota asli ya” Rani penasaran karena logat bahasa Wulan masih sangat medok
__ADS_1
“saya dari jawa mbk”
“wah jawa ...., jawanya mana?” Rani tambah penasaran, tapi dia tidak pernah curiga bahwa gadis di hadapannya adalah gadis yang selama ini di cintai oleh calon suaminya, namanya aja beda, kan selama ini Anwar hanya memberi tahu bahwa gadis yang dia cintai Diah bukan Wulan