Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
aku pinjam asistenmu


__ADS_3

“bukan seperti itu, apa tidak aneh jika kita bergadengan ...., di lihat orang kan nggak enak pak ....” Wulan merasa tidak nyaman karena mereka hanya sebagai bos dan asistennya, rasanya sengat tidak etis jika berjalan bergandengan


“huussss...., jangan protes” Wulan belum menyelesaikan protesnyanya, si bos sudah menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya mengisyaratkan untuk berhenti bicara “aku nggak mau kamu ceroboh lagi, kamu kan sangat ceroboh kalau jauh dariku, atau jangan-jangan memang kamu tidak bisa ya jauh dari aku” Adrian tampak kepedean


(nah.. kan muncul lagi, reseknya kepedean lagi...) batin Wulan dengan kesal


Adrian tampak menghampiri resepsionis rumah sakit, ia menanyakan ruangan dirut rumah sakit , resepsionis pun tampak menunjukkan ruangan dengan memberi arahan, setelah mengetahui tempat yang di tuju, tak lupa Adrian mengucapkan terima kasih dengan ramah dan berlalu dengan masih setia menggandeng tangan asistennya



Mereka melewati lorong –lorong kamar rumah sakit yang langsung berhadapan dengan taman rumah sakit


“rumah sakit ini indah ya, tata letaknya sungguh bagus, pasti di jamin di sini para pasiennya tidak akan merasa bosan, karena di depannya sudah di suguhi dengan pemandangan hijau nan asri, sungguh memanjakan mata” terang Adrian panjang lebar

__ADS_1


“iya bener pak, nanti setelah urusan kita selesai, kita mampir dulu di taman itu ya pak, kita foto-foto dulu pasti bagus” ternyata Wulan tak kalah tertariknya


Ternyata dari arah yang berlawanan tampak Rani dan Anwar menuju ke arah mereka , betapa terbakarnya rasa hati Anwar saat melihar tangan Adrian yang sedang melinghkar di lengan asistennya


“hai ...., kalian sudah sampai, mengapa tidak mengabari, kami bisa menjemput di depan” sapa ramah Rani dan segera memeluk Wulan


“terima kasih tapi kami tidak mau merepotkan” balas Adrian yang sudah melepaskan genggaman tangannya pada Wulan dan menyambut tangan Anwar


“mari biar saya antar ke ruangan papa saya” Rani segera mengajak mereka menuju ke ruangan presdirut



Pasti kalian kalau ketemu lagi dengan orang di masa lalu kita, bayangan\-bayangan masa lalu itu akan saling berkelebat mengisi kembali di ruang pikiran kita , walaupun kita berusaha untuk menghapusnya rasanya percuma

__ADS_1



Kembali ke topik utama ya, mereka masuk keruangan presdir ya, mereka di samput dengan sangat ramah oleh pemilik rumah sakit itu, mereka mulai membicarakan rencana kerja mereka , menunjukkan produk\-produk yang akan di kirim ke rumah sakit itu, dengan beberapa pertimbangan



Meeting itu berjalan cukup lama, kira\-kira 2 jam telah berlalu, mereka pun meninggalkan ruang presdir dengan wajah puas


“Adrian...” Adrian yang merasa namanya di panggil segera menoleh ke sumber suara


“ya ...” ternyata pemilik suara itu Rani, gadis ramah dengan penampilan yang menarik khas seorang dokter muda


“bolehkah setelah ini aku pinjam asistenmu ...” Adrian cukup terkejut dengan permintaan Rani

__ADS_1


“hah ...” Rani yang melihat ekspresi keterkejutan Adrian , segera meralat bicaranya


“maksudnya, aku ingin mengajaknya jalan-jalan sebentar, aku suka Wulan sangat enak di ajak ngobrol, aku ingin mengenal lebih dekat dan bisa berteman denganya, boleh ya”


__ADS_2