Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
jadul banget


__ADS_3

Kira-kira 30 menit perjalanan mereka sampai di depan sebuah gedung bertingkat, Dion pun mengajak Diah turun dari mobil


Saat hendak memasuki lobi gedung Diah segera menghentikan langkahnya, dan menarik tangan Dion,


Dion yang merasa langkahnya tertahan , ikut menghentikan langkahnya


“kenapa Diah?” sambil menghadap Diah


“aku kok nervous ya mas” dengan nada medoknya, khas orang jawa


“kok mas lagi sih” Dion sedikit protes, tapi tetap senyum


“aku nggak iso Dion, aku belum pernah masuk ke gedung sebesar ini, bagaimana kalau mas Adrian tidak suka sama saya?” “nggak usah takut, mas Adrian orangnya baik kok, semangat” Dion menyemangati Dian dengan gerakan tangannya


Setelah menenangkan jantung ya yang sudah mau loncat, Diah pun mengikuti Dion memasuki sebuah lift , dan mereka pun sampailah di depan sebuah ruangan dengan pintu yang tertutup, Dion segera mengetuk pintu


Tok tok tok

__ADS_1


“masuk” dari dalam ruangan langsung menyahut, Dion pun segera membuka pintu, dan menutupnya kembali setelah mereka masuk


Diah masih saja menunduk di belakan Dion, setelah menyadari posisinya Dion segera menggeser tubuhnya supaya sejajar dengan Diah walaupun masih beberapa centi di depannya


“Diah Wulandari” pria bos baru Diah menyebutkan namanya, dengan seketika Diah pun mendongakkan kepalanya, melihat orang yang telah memanggilnya


Pria yang membawa sebuah map berisi biodata dengan setelan jas dusty yang tidak di kancingkan dengan kemeja biru langit di dalamnya, dengan tinggi 175 cm, kulit putih bersih dengan sedikit buli di sekitar dagunya menambah kesan dewasa, usianya tak jauh beda dengan Dion, 2 tahun di atas Dion


“Diah Wulandari, usia 21 tahun, lulusan SMA jurusan Bahasa dan Sastra, cukup menarik” Adrian pun sambil mengelilingi Dian dengan mengamati


“siapa panggilanmu?” tanyanya dengan nada menyeramkan bak seorang bos yang diktaktor


“tidak..., aku tidak suka dengan panggilan itu, aku akan memanggilmu Wulan saja lebih bagus” seketika wajah jengkel Diah muncul


(dasar bos aneh, tau gitu nggak usah tanya panggilan, panggil aja semau jidatmu ...,gerutu Diah) Cuma menggerutu ya,


manamungkin Diah berani bicara seperti itu, bisa-bisa di pecat sebelum bekerja

__ADS_1


“kamu di suruh kakakku untuk jadi asisten pribadiku, jadi tugas kamu tidak hanya di kantor, tapi di rumah juga, kamu mengerti?” tanya Adrian masih dengan ekspresi yang sama walaupun tidak bisa di lihat oleh Diah


“mengerti pak” Diah tetap mempertahankan posisinya dengan menunduk


“kamu juga akan kuliah, tapi kamu harus mengambil kelas malam, karena siang kamu harus bekerja di kantor, kamu juga harus mengambil kelas karyawan saja, jadi tidak terlalu banyak menyita waktu, mengerti kan?”


“mengerti pak” setelah menjelaskan panjang lebar tigas-tugas Diah, Adrian pun langsung memberika tugas pertama pada Diah dengan memeriksa berkas-berkas meetingnya, dan mengatur jadwal meeting


Setelah hari mulai sore, Diah pun menikuti Adrian menuju ke apartemantnya, di sana ada dua pintu yang saling berhadapan, di lantai ini memang hanya ada 2 apartemant di setiap lantainya


“ini tempatku, tempatmu di sebelah, ini kuncinya” Adrian pun memberikan kunci pada Diah dan sambil menunjuk pintu di sampingnya


“dan lagi, mana hp kamu!” Adrian mengatungkan tangannya, dengan cepat Diah pun mencari benda benda pipih di dalam tasnya, setelah ketemu langsung menyerahkan ke bos barunya


“ini pak” “apa ini....”Adrian pun membolak-balikkan benda pipih itu


“jadul banget, kayak yang punya” walaupun sambil berkomentar pedas,

__ADS_1


(benar kan, dasar sombong ...., menyebalkan, sontoloyo ...., guman Diah)


__ADS_2