Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
kapan kita pulang


__ADS_3

“aku ikut ke rumah kamu ...” Adrian berkata dengan sangat santai


“what ...., apa-apaan inih ...., aku nggak salah denger kan ...” batin Diah tak percaya


“maksudnya ...?” tanya Diah yang masih keheranan


“mau pulang nggak?” Adrian malah tampak mengancam


“mau ...” Diah pun menjawab dengan wajah memelas


“brati aku harus ikut” lagi lagi Adrian membuat Diah benar benar tak mengerti


“tapi untuk apa?” Diah butuh penjelasan , bagaimana tidak seorang bos harus repot repot ikut ku kampung hanya untuk menemani asistennya


“memang harus ada syaratnya ya kalau datang ke rumah kamu, terserah aku dong aku kan bos kamu”


“tapi ....” Diah benar benar tak mengerti jalan pikiran bosnya ini


“ya udah nggak usah pulang” mendengar itu membuat Diah gelagapan


“baik pak, saya setuju” Diah segera menjawabnya,


ia tidak mau sampai gagal pulang karena selama ia bekerja di Jakarta belum pernah pulang, ia hanya bisa berkirim kabar lewat telfon,


apalagi Diah sedang keras-kerasnya cari uang untuk biaya kuliah adiknya dan sedikit merenovasi rumahnya agar lebih layak


“kapan kita pulang?” tanya Adrian


“kita ..., kan yang mau pulang aku, dia kan Cuma tamu ...” batin Diah


“kalau boleh besok pagi”


“kenapa nunggu besok, kan lebih cepat lebih baik”

__ADS_1


“kenapa jadi dia sih yang nggak sabaran,kan yang mau pulang aku” batin Diah


“soalnya kalau kemalaman jalanan nya gelak pak ...”


“ya udah..., kalau gitu sekarang aja mumpung masih siang” ucap Adrian sambil berdiri dari duduknya dan menghampiri Diah, tanpa aba-aba langsung menarik tangan Diah


“kenapa jadi dia sih yang ngeyel ...?” batin Diah


“kita mau ke mana mas ?” tanya Diah sambil mengikuti langkah Adrian


“ya pulang, kita harus mengambil baju dulu kan”


Akhirnya Diah pasrah,


Adrian menarik tangan Diah hingga menuju ke lobi,


ia mengambil benda pipih di tangannya dan menscrol beberapa kontak,


setelah menemukan yang di cari segera menyentuh tanda panggil dan mengarahkan ke sebelah daun telinganya


“.........”


“dimana?”


“.......”


“siapkan mobil”


“.....”


Setelah mengakhiri panggilannya, Adrian mengajak Diah berdiri di depan pintu masuk, tak butuh waktu lama mobil pun berhenti di depan mereka


Tanpa menunggu si pengemudi keluar, Adrian sudah terlebih dulu membuka pintu mobil dan menyuruh Diah untuk masuk, ternyata si sopir mobil itu adalah Dion

__ADS_1


“kita kemana?” tanya Dion


“kita ke tempat perbelanjaan dulu cari oleh oleh” jawab Adrian


“emang kakak mau ke mana?”


“aku mau ikut pulang kampung, nanti kamu handel pekerjaanku ya ...”


“ok siap pak “ jawab Dion sambil mengarahkan tangannya ke kepala seperti sedang hormat


Mobil pun melaju, mereka mampir ke pusat perbelanjaan, mereka membeli beberapa oleh oleh,


tau kan pasti oleh-olehnya yang milih semuanya Adrian,


walaupun diah tampak kesal karena tidak di beri kesempatan untuk memilih oleh-oleh sendiri oleh bosnya


Setelah selesai berbelanja, mobil kembali melaju menuju ke kediaman keluarga Adrian, mereka packing untuk di bawa pulang kampung


“kakak bawa mobil sendiri?” saat hendak berangkat tiba-tiba Dion mendekati Adrian


“jangan khawatir, aku bisa kok, tak lama lagi kalian semua juga pasti akan nyusul , jadi nggak usah khawatir”


melihat kedekatan Dion dan Adrian , Diah benar-benar tidak menyangka,


mereka sangat pandai menyembunyikannya di depan publik


“eh ..., tunggu dulu, tapi apa maksud omongan mas Adrian ya ...?” batin Diah


Diah dan Adrian pun masuk kedalam mobil


“hati-hati ya ...”


“terimakasih Dion” kali ini Diah ikut menyahuti Dion

__ADS_1


Diah dan Adrian pun melambaikan tangan pada Dion, mobil melaju dengan kecepatan sedang , mereka butuh waktu 4 jam untuk sampai di kampung Diah


__ADS_2