
“wah jawa ...., jawanya mana?” Rani tambah penasaran, tapi dia tidak pernah curiga bahwa gadis di hadapannya adalah gadis yang selama ini di cintai oleh calon suaminya, namanya aja beda, kan selama ini Anwar hanya memberi tahu bahwa gadis yang dia cintai Diah bukan Wulan
“saya jawa timur mbak, tepatnya di kabupaten xxx” jelas Diah
“wah .... ini luar biasa ...” Rani tampak kesenangan setelah mendengar asal Wulan
“kenapa dokter ...?” Wulan tampak heran
“kamu tahu, dr Anwar..., tunangan aku juga berasal dari sana “ jelas dr Rani
Deggg
Mendengar pengakuan Rani, hati Wulan terasa tertusuk tepat di ulu hati , sakiiit ...., walau pun sebelumnya sudah mendengar kabar pertunangannya, tapi kali ini lebih sakit karena kini dia berhadapan langsung dengan calon istrinya
Dia sekuat tenaga mencoba menahan air matanya yang ingin segera jatuh, matanya terlihat mulai memerah, badannya terasa bergetar karena nya
“dr Rani, maaf banget sepertinya saya harus pergi, karena masih banyak yang harus saya urus, permisi dr ...” tanpa menunggu jawaban dari wanita di hadapannya, Wulan segera lari meninggalkan rumah itu dr Rani terpaku menatap kepergian wanita itu
__ADS_1
Setelah keluar dari rumah dan sedikit menjauh, di pinggir jalan itu, air mata yang semula berhasil ia tahan kini tumpah tampa aba\-aba, kakinya terasa tak bertenaga, tulang\-tulangnya seakan meninggalkan tubuhnya , tubuhnya kini telah limbung terduduk sempurna di trotoar, badanya bergetar menahan isakan
“Wulan ...” wulan yang mendengar namanya di panggil , segera menghadap ke pemilik suara
“pak Adrian ...” Adrian berlari menghampiri Wulan yang sedang terduduk,
“kau kenapa?” tanpa menyahut pertanyaan bosnya, asistennya itu malah berhambur memeluk bosnya erat, rasanya dia menemukan kenyamanan dalam pelukannya itu, Adrian pun membalas pelukan Wulan, dia tak mau bertanya kembali hingga tangisannya reda
"biarkan seperti ini sebentar saja pak" Diah semakin mengeratkan pelukannya
Setelah cukup lama Wulan dalam pelukan bosnya, kini hatinya sedikit menghangat “maaf ...” hanya itu kata yang keluar dari mulut Wulan, tapi Adrian bukannya menjawab permintaan maaf dari Wulan , Adrian malah menarik kembali tubuh mungil itu kedalam pelukannya, Wulan yang sedikit terkejut tapi enggan untuk melepaskan pelukan itu,
"????" Wulan sedikit tersentak dengan pernyataan bosnya
Saat melihat tangisan Wulan, Adrian ikut merasakan sakit yang dalam di hatinya,
"*kenapa aku sesakit ini , melihat air matamu terjatuh" batin Adrian
__ADS_1
"kenapa aku merasa nyaman berada di dalam pelukan pak Adrian" batin Diah*
rasanya ia tidak rela melihat tangisan itu, setelah ini ia berjanji akan mencari tahu penyebab tangisan ini, karena dia tahu asistennya ini tidak akan mungkin menceritakannya sendiri padanya
***
Empat hari sudah mereka di Bandung, Wulan masih setia di dalam kamarnya, dia sedang sibuk mengolah berkas\-berkasnya, dia berharap pekerjaannya di Bandung akan berjalan lebih cepat, supaya bisa cepat pula kembali ke Jakarta
Bbbrrrtttt
Tiba-tiba benda pipih di sampingnya bergetar, menampilkan pesan dari nomor baru yang tidak ada namanya
“siapa ya pagi-pagi gini kirim pesan” Wulan pun segera membuka pesan tersebut
“temui aku di taman bawah , aku menunggumu , Anwar”
Deggg
__ADS_1
Setelah membaca pesan itu jantungnya terasa seperti di tusuk , dia hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya, dia tidak mau terjebak dalam kisah masa lalunya kembali