
“Diah ...” Mira benar\-benar senang melihat Diah, walaupun cuma bekerja 2 tahun dengannya, tapi hubungan mereka sudah seperti kakak beradik
“iya mbak , aku datang, selamat ya mbak” Diah pun segera menghampiri Mira dan memeluknya
“jagoan ku ...” setelah melepas pelukan Mira, mata Diah langsung tertuju pada bayi mungil di pangkuan Mira, sambil menciumnya gemas
“bagaimana, apa sudah ada kemajuan?” tanya Mira tiba\-tiba, mendengar pertanyaan Mira, Diah langsung mengernyitkan matanya bingung
“maksud mbak ...?” karena penasaran, Diah pun tak sungkan untuk bertanya
“sudahlah ...., aku merindukanmu ...” sepertinya Mira memang sedang menyembunyikan sesuatu hingga ia tidak mau memperpanjang pertanyaannya sendiri
Sekarang pandangan Mira beralih pada Adrian dan mengedipkan sebelah matanya, Adrian yang mendapat kode dari kakak iparnya segera mengacungkan jempolnya
__ADS_1
Akhirnya mereka bercanda gurau melepaskan kerinduannya, hingga tanpa terasa waktu sudah mulai sore, dan sore ini juga Mira dan Bayinya diperbolehkan untuk pulang, sehingga mereka pun segera menuju ke kediaman Mira dan Bian
Setelah mengantar Mira dan Bian pulang, hanya mamanya yang menginap di rumah Bian, sedangkan yang lainnya menuju rumah mama dan papa Adrian
sesampai di rumah besar, Adrian mengeluarkan koper-kopernya dan memanggil pak Ujang untuk membawanya ke dalam, pak Ujang adalah supir di rumah itu
“pak ...” Adrian yang merasa di panggil segera menatap ke sumber suara, sehingga tampa sengaja ia menatap manik mata lembut milik Diah membuatnya merasakan jantungnya ingin lepas dari tempatnya
“apa aku kena serangan jantung ya ....?” tanya Adrian tiba\-tiba karena merasakan getaran yang buat di dadanya
“coba kamu pegang di sini ...” Adrian mengarahkan tangan Diah ke dada Adrian
“disini ...?” Diah pun menuruti saja tingkah bosnya dengan polos, ia meletakkan tangannya di dada kiri Adrian
“ya disitu ..., rasanya nggak mau berhenti kalau dekat sama kamu ...” memang benar, tangan Diah bisa merasakan detak jantung Adrian yang berdetak sangat keras
__ADS_1
Blussss
Mendengar pernyataan bosnya, membuat diah salah tingkah, dengan seketika ia melepaskan tangnnya dari dada Adrian sambil memukul pelan dada Adrian, wajahnya sudah memerah karena malu, lagi\-lagi berhasil di kerjai bosnya yang jahil
Di belahan bumi Anwar dan Rani
Sebelum menemui Diah di acara wisudanya, sebenarnya setelah kepulangan Diah dan Adrian , Anwar terus mencari tahu keberadaan Diah, akhirnya Anwar kini tahu jika di Diah sudah menempuh pendidikan S1 jurusan manajemen , dia tahu jika satu minggu lagi Diah akan wisuda
Rani yang melihat aneh kepada Anwar, Anwar menjadi sangat dingin semenjak pertemuannya dengan Adrian dan Wulan, akhirnya memberanikan diri untuk terus bertanya kepada Anwar
“kang ..., boleh aku bertanya?” Rani meminum jusnya yang sudah sejak tadi di aduk
“silahkan, janganlah terlalu formal padaku ...” Anwar mengedarkan matanya ke sembarang arah ke segala penjuru kaffe
“apa yang akang sembunyikan padaku?” kini ucapan Rani sedikit di pertegas tapi tak menghilangkan sikap lembutnya, ya gadis itu memang sangat lembut dan tentunya cantik
“apa maksudmu? Aku tak mengerti” kini Anwar pun menyedot minumannya, ada kegundahan dalam hatinya
“aku tahu, akang menyembunyikan sesuatu dariku, aku mohon kang , jika akang menganggapku berati di hidup akang, maka jangan sembunyikan apapun padaku, jangan sampai aku tahu dari orang kang, jika saat itu tiba maka aku mungkin nggak akan pernah bisa memaafkan akang” Rani tampak begitu memohon supaya pria yang sedang di kagumi itu mengatakan sebenarnya
Penjelasan panjang kali lebar Rani membuat Anwar berfikir sejenak, ia kemudian membenarkan apa yang di katakan Rani, dia tidak mungkin selamanya terus membohongi Rani, cepat atau lambat Rani pasti juga akan tahu
“Wulan adalah ...” Anwar kembali ragu untuk mengungkapkannya
__ADS_1
“kenapa Wulan kang, siapa dia?” Rani kini mendekatkan wajahnya menatap mata Anwar, berharap tak menemukan kebohongan di dalam sana