Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
berkerak


__ADS_3

(ternyata kalau di rubah penempilannya gini, dia cukup menarik, bagaimana kalau aku make over sekalian ya) guman Adrian dengan seringai liciknya, bukan licik, tapi usil


“pak ...” Wulan alis Diah pun mengibas- kibaskan tangannya di depan bosnya, membuat si pemilik tersadar dari lamunanya


“kita lanjut saja, ketbetulan nanti meetingnya di resto bawah, mumpung masih ada 1 setengah jam lagi, kita ke salon dulu”


“salon....? maksudnya potong rambut pak?”


“memangnya setau kamu salon itu vcuma buat potong rambut?”


“iya pak”


“makanya jangan banyak bertanya, ayo aku tunjukkan”


Dengan cepat Adrian menyambar tangan Wulan seperti biasa, langkah mereka terhenti di depan salon kecantikan


“ayo cepetan masuk” perintah Adrian


“aku takut pak” kini Diah sudah mulai berkeringat, karena seumur umur dia tak pernah masuk salon kecantikan

__ADS_1


“memangnya kamu di dalam mau di apakan ...” tanpa aba-aba Adrian mendorong tubuh Wulan yang enggan bergerak, untung di dalam sudah ada yang kosong, Adrian pun mendudukkan Wulan


“mbak.., eh mas ...” Adrian memanggil salah satu petugas salon


“eh ... ada cowok ganteng, mana yang mau di permak cogan?” dengan genitnya petugas salon setengah cowok itu mendekati Adrian, tanggannya sesekali meraba wajah Adrian, yang membuat si pemiliknya merasa risih


“ini mbak, tolong permak dia” akhirnya Adrian memanggil mbak pada pria setengah wanita itu


“oh... cogan ini udah punya cewek ya, kirain jomblo, ok cogan tinggal duduk manis dan lihat hasilnya”


Adrian dengan cepat kilat menjauh dari jangkauan manusia jadi-jadian itu, dan membiarkannya mengotak atik wajah Wulan


“mbak ..., mbak sudah selesai ....” tepukan ringan di bahunya membuat si pemilik bahu membuka matanya


“uaahhhh” Wulan pun menguap


“waw ... aku tertidur ya ...” Wulan pu meregangkan otot-ototnya


“hah ...” Wulan pun berteriak terkejut saat melihat tantulan wajahnya sendiri di cermin, “ini siapa?” Wulan pun mengamati dengan seksama wajahnya sendiri di cermin “ini aku? Kenapa wajahku jadi bersih seperti itu?”

__ADS_1


Wulan yang masih kebingungan dengan penampilannya sendiri segera beranjak dari du7dudknya dan menghampiri bosnya, Adrian yang melihatn kejauhan tak mampu memalingkan wajahnya


“wah kok bisa ya ...” Adrian pun berucap lirih, “pak ini beneran saya ...?” Wulan yang masih belum percaya terus bertanya-tanya “wah..., jika keraknya hilang kan jadi lebih bening” lagi-lagi adrian mengejek, membuat si asisten menggerutu kesal


“memang aku wajan, enak saja memang aku berkerak”


Ya Wulan walaupun tanpa make up tebal, tapi dia terlihat cantik dengan sedikit perawatan, karena memang dasarnya dia memiliki kulit yang putih bersih


Kruyuuuuk


Ternyata cacing-cacing peliharaan di perut Wulan tak bisa di ajak kompromi, bagaimana bisa, di kampung dia biasa sarapan jam 7 dan sekarang sudah menunjukan pukul setengah sebelas, seharusnya ini sudah waktunya makan siang kan


“laparnya ...?”


(sudah tahu masih nanya ...) gerutu Wulan yang kesal dengan tingkah bosnya


Akhirnya mereka pun menuju tempat meeting , sambil menunggu meeting di mulai, Adrian memesankan makanan terlebih dahulu untuk Wulan


Kini identitas diah anak kampung, telah berubah menjadi Wulan , asisten pribadi dari Adrian Diwantara, dan seora mahasiswa di sebuah universitas jurusan menejement, walaupun kini penampilan dan panggilannya berubah tapi jangan khawatir sifat dan karekternya masih sama dengan Diah si gadis pekerja keras , supel, mudah bergaul, ramah dan bonusnya masih sama ceroboh

__ADS_1


__ADS_2