
"assalamualaikum"
tak menunggu lama, mereka mendapat sahutan dari dalam rumah
"waalaikum salam"
dan pintu pun terbuka
di balik pintu, Adrian melihat pemuda seumurannya
ya pemuda yang sama yang ia temui di jalan tadi sore
"eh ... pak Darman, monggo mlebet pak (mari masuk pak)"
pemuda itu pun mempersilahkan mereke masuk
"monggo pinarak (silahkan duduk) pak, mas"
setelah pak Darman dan Adrian duduk akhirnya pemuda itu pun ikut duduk
"loh ...., ini masnya yang tadi sore kan?" tanya pemuda itu
"iya, kenalkan saya Adrian" Adrian pun mengulurkan tangan hendak bersalaman
"saya Robbi" pemuda itu pun menyambut tangan Adrian dengan senyum ramahnya
"wonten perlu nopo nggeh pak, kok dalu-dalu mriki (ada perlu apa ya pak, kok malam malam ke sini)?
tanya Robbi heran, karena tak biasanya pak Darman bertamu malam malam
Robbi adalah ketua RT di kampung ini, walaupun masih muda tapi karena ketegasannya maka warga mengangkatnya menjadi ketua RT
"iki lo, nak Adrian ini kan datang ke sini sama Diah dari kota, nak Adrian ini bosnya Diah, apa boleh dia nginep di rumah saya beberapa hari, mesakne lek langsung mbalek (kasilahan kalau langsung balik)?"
"tapi pak, pripun nggeh, soale njenengan niku kan gadah Yugo setri nopo maleh dalam setunggal griyo (tapi bagaimana pak, soalnya bapak punya anak perempuan apalagi harus tinggal dalam satu rumah)"
__ADS_1
Adrian yang mendengarkan penjelasan pak RT benar-benar bingung
"ya ampun orang ini bisa bahasa Indonesia kenapa nggak pakek bahasa indonesia saja sih bikin pusing" batin Adrian
"maaf mas, bisa jelaskan ke saya pakek bahasa indonesia saja, soalnya saya belum mengerti bahasa jawa"
" oh iya, maaf maaf mas"
"jadi begini mas, kita kan orang desa, jadi nggak terbiasa ada wanita dan laki laki yang tidak ada hubungan apa apa tinggal dalam satu rumah"
setelah mendengar penjelasan dari ketua RT akhirnya Adrian paham
"oh jadi begitu, sebenarnya saya datang kesini bukan cuma jalan jalan mas, jadi ada maksud yang memang belum saya utarakan pada keluarga pak Darman"
"maksud apa itu mas Adrian?" Robbi dan pak Darman langsung fokus pada kata kata Adrian
"begini, saya datang ke sini bermaksud untuk menikahi Diah"
"apa?"
"apa?"
"saya serius pak, saya sudah menyiapkan semuanya, jadi saya sekalian meminta restu pada bapak"
"kalau saya terserah Diah nya bagaimana"
"ya sudah berati saya anggap bapak sudah memberi restu"
"begini mas Robbi, dalam waktu 5 hari ini jika saya tidak menikah dengan dengan Diah maka mas Robbi boleh mengusir saya dari rumah pak Darman"
setelah melalui beberapa pertimbangan yang banyak akhirnya pak RT mengijinkan Adrian tinggal di rumah pak Darman dengan beberapa syarat yang harus di patuhi
di rumah Anwar
Anwar pulang lebih awal dari pada Diah, dia sudah berada di kampung 2 hari yang lalu, karena alasan bapaknya yang sedang sakit
__ADS_1
saat ibunya pulang dari warung, ia mampir ke rumah Diah karena melihat Diah di teras bersama ibunya
setelah pulang dari rumah Diah, ibunya memberitahukan pada Anwar
Anwar sangat senang mendengar kepulangan Diah, ia pun bergegas keluar rumah hendak menghampiri Diah
tapi urungkan niatnya saat melihat sebuah mobil yang memang ia tahu bahwa itu mobil Adrian
dan ditambah lagi ia juga melihat Adrian dan pak Darman yang hendak masuk ke dalam rumah
“apakah benar jika Adrian akan menikahi Diah?”
“apa tujuan Adrian datang ke rumah Diah?”
“apa Adrian serius?”
Berbagai pertanyaan datang di benak Anwar,
seakan dia belum bisa merelakan jika Diah menjadi milik orang lain,
tapi dia jiga tidak boleh egois, apalagi terus menyakiti hati Rani yang benar-benar tulus mencintainya
Di rumah Diah
Adrian dan pak Darman sudah kembali dari rumah pak RT
Adrian benar benar tak menyangka jika RT di kampung ini masih seumuran dengannya
“nak Adrian kalau capek bisa langsung istirahat di kamarnya Diah, biar Diah tidur di kamarnya Ajeng” perintah buk Kasih
“sebenarnya saya mau bicara serius sama bapak sama ibuk”
Adrian tampak ikut duduk di ruang tamu , ruang tamu yang tak begitu berubah sejak di tinggal Diah,
Cuma kini dindingnya kini sudah berganti tembok dan lantainya sudah di beri keramik
__ADS_1
“mau bicara apa nak?” kini pak darman dan buk kasih sudah duduk berhadapan dengan Adrian
“sebenarnya saya kesini ingin melamar Diah” walaupun tadi sudah sempat di bicarakan, apa Adrian ingin ibu Diah juga mendengarnya langsung bukan dari pak Darman