Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
saingan berat


__ADS_3

“Dion...” Wulan segera berteriak saat melihat Dion dari kejauhan, Dion pun menyambut teriakan Wulan dengan senyum yang mengembang, tanpa aba-aba Wulan pun segera berlari menghampiri Dion dan segera memeluknya hingga ia melupakan sang bos yang telah menautkan kedua alisnya dengan sangat geram


Dion yang mendapatkan pelukan tiba\-tiba, merasa senang dengan perlakuan Wulan, Dion pun membalas pelukan Wulan,


“kangen deh sama kamu ....” ucap Wulan sambil melepaskan pelukannya


“aku juga ...,” merekapun tertawa dan bercanda ria, Wulan menceritakan banyak hal selama di Bandung, menceritakan hal-hal yang lucu selama perjalan pulang, ternyata hal itu membuat si bos merasa kesal


(kenapa sih bocah ini kalau sama si dia bisa tertawa lepas kayak gitu, bikin panas aja ....) batin Adrian kesal


Cemburu nih ye .....


“Dion kita langsung ke rumah bawa kami ke besar saja ...” ucap Adrian tiba-tiba


“ok siap bos ....”


Mereka pun melajukan mobilnya ke rumah keluarga Adrian di jakarta, rumah itu memang jarang di tinggali, orang tua Adrian sebenarnya menetap di Surabaya tapi mereka juga memiliki rumah di Jakarta karena orang tua Adrian sering bolak balik ke jakarta untuk mengurusi bisnis pariwisata.


Setelah berjalan 1 jam akhirnya mereka sampai di depan rumah besar, mereka harus melewati penjaga gerbang terlebih dahulu, setelah mengetahui siapa yang datang penjaga pun segera membukakan gerbang, mobil pun berhenti tepat di depan pintu utama

__ADS_1


Adrian pun segera keluar dari mobil dan di susul Dion yang mengeluarkan barang-barang dari bagasi


“hai kau ..., kenapa masih di dalam, nggak mau turun?” Wulan yang masih tetap duduk di dalam mobil membuat si bos kembali menghampirinya


“saya kembali ke apartemen kan pak, jadi kan nggak perlu turun?” jawab Wulan santai tanpa dia ketahui sang bos sudah merasa sangat kesal


“siapa yang suruh kamu kembali ke apartemen, kita tinggal di sini” Wulan terkejut dengan perkataan bosnya


“hah ...., kita? Cuma berdua ...” Adrian merasa gemas dengan tingkah asistennya, bibirnya mulai tersenyum jail


“kenapa ..., kamu senang ya kita tinggal berdua ...”lagi-lagi senyum menggoda yang di tampilkan bosnya membuat Wulan bergidik ngeri


“kalau nggak keluar juga, mau aku gendong” ancam Adrian sambil membuka pintu mobil dan tangannya mulai di ulurkan


“nggak pak ....”Wulan berteriak “saya keluar sendiri ...” sambil menjauhkan tubuhnya dari pintu mobil


‘ya sudah ayo cepetan turun, aku sudah lapar ...” Adrian pun mengelus perutnya


“gimana saya bisa turun kalau bapak masih di situ ....” karena Adrian masih tetap di depan pintu mobil membuat Diah sulit untuk membukanya

__ADS_1


“hehhh...” Adrian mendengus kesal sambil berlalu meninggalkan Wulan dan Dion


Dion yang melihat tingkah bosnya merasa keheranan


(nggak biasanya si bos bertindak seperti itu pada kariawannya, biasanya dia selalu bersikap dingin, tap sama Wulan ...., apa mungkin bos naksir ya sama Wulan? Saingan yang berat nih) batin Dion


“Dion..., Dion..., Diooooooonnn....” karena tak kunjung menyahuti akhirnya Diah pun berteriak di dekat telinga Dion, yang di teriaki sampai terlonjak kaget


“apaan sih Wulan ...” Dion merasa kesal


“abisnya, di panggil nggak nyahut-nyahut ...., lagi nglamunin siapa sih? Ceweknya ya ?” cerocos Wulan


“iya , soalnya lagi mikirin kamu ....” goda Dion


mereka belum selesai ngobrol tiba- tiba sudah ada teriakan dari dalam rumah


“masih betah ya di luar sana berduaan, aku lapar ...” Wulan terkejut saat mendengar teriakan dari Adrian, yang ternyata dari tadi mengawasi mereka berdua dari balik pintu


“iya pak ...” seketika Wulan dan Dion berlari ke dalam rumah dan menghampiri Adrian

__ADS_1


__ADS_2