Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
sah


__ADS_3

Kini Adrian dan pak Darman sudah duduk berhadapan hanya terpisah oleh meja kecil, akad nikah akan di mulai, pak darman meraih tangan Adrian


“nak Adrian , ucapkan dengan sekali nafas ya, sudah siap nak Adrian?” tanya pak penghulu untuk segera memulai ijab qabul


“iya, saya sudah siap pak” Adrian mencoba menyembunyikan kegugupannya


“bisa dimulai?” tanya lagi pak penghulu dan di sambut anggukan oleh pak Darman dan Adrian


“Bismilahi rahmanirahim, saya nikahkan engkau dengan putri saya Diah Wulandari binti Darmanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”


“saya terima nikahnya Diah Wulandari binti Darmanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”


“bagaimana saksi sah” pak penghulu menanyai semua tamu yang menjadi saksi


Sah


Sah


Sah


Akhirnya pak penghulu membacakan doa, kini Diah sudah benar-benar sah menjadi istri Adrian Diwantara,


Diah pun di bawa keluar dari kamarnya dan menghampiri suaminya dan mencium punggung tangan Adrian

__ADS_1


Adrian membisikkan sesuatu pada Diah


"selamat istriku ..., I Love you" membuat Diah tersipu malu


Mereka berdua pun kini telah duduk di pelaminan dengan pakaian yang sudah berganti, kini mereka memakai pakaian warna silver, mereka benar-benar telihat serasih, mereka melakukan sesi foto berdua dan bersama keluarga


Setelah sesi foto selesai mereka mulai menyalami tamu, tamu pun bergantian memberikan selamat,


tampak di sana juga ada beberapa teman Adrian yang datang dari Surabaya,


karena memang Adrian tumbuh dan besar di Surabaya, dari setelah menyelesaikan studinya di sekolah menengah atas Adrian melanjutkan studinya di Australia menempuh s1 dan s2 sekaligus di sana


Dalam sesi salaman, terlihat Dr Rani dan Dr Anwar pun datang mengucapkan selamat


“terimakasih Dr Rani, maaf aku telah menyusahkan mu” jawab Diah sambil membalas pelukan Dr Rani


“semoga kelak kita bisa menjadi sahabat” ucapan Dr Rani di jawab anggukan oleh Diah


Setelah selesai dengan Diah, Dr Rani pun menghampiri Adrian “selamat ya atas pernikahnya”


“terimakasih, dan semoga dokter juga segera menyusul” Rani pun mengamini doa Adrian, setelah Dr rani berlalu kini gantian dr Anwar yang memberi selamat


Dr Anwar mengulurkan tangannya pada Diah, dan di sambut dengan senyum ramah oleh diah

__ADS_1


“selamat Diahku, semoga kau bahagia, aku akan selalu menganggapmu gadis kecilku” Anwar memeluk Diah, tak memperdulikan pria di sampingnya sudah mengeratkan kedua tanggannya


“terimakasih , aku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu” Anwar pun melepaskan pelukannya dan bergantian menyalami Adrian


“aku harap ini terakhir kalinya kau memeluk istriku, dan setelah ini jangan harap aku akan mengijinkannya” Adrian tampak masih menahan amarahnya


“santai bro, selamat ya kau pemenangnya, tapi jangan salah jika sampai aku melihat air mata keluar setetes saja dari mata indahnya, aku tidak janji bisa menahan diri untuk mengambilnya kembali”


“jangan harap, aku tidak akan pernah melepasnya” setelah perdebatan yang sedikit memanas yang hanya bisa di dengar oleh mereka berdua akhirnya mereka berpelukan


“jaga dia baik-baik, aku percaya padamu” ucap Anwar


“terimakasih”


kini giliran Dion yang memberi selamat pada Adrian "selamat ya bro, awalnya gue pengen banget ikut bersaing, tapi saat liat saingan nya lo, gue langsung kalah sebelum perah"


"itulah resiko orang ganteng, pasti selalu jadi pemenang" Adrian pun menyombongkan diri dan di sambut tawa bersama


hahahaha


"nggak lucu ..." tawanya langsung terhenti saat Diah muncul dalam obrolan mereka, mereka pun berusaha mengalihkan pembicaraan saat melihat wajah kesal Diah


"istri lo galak" bisik Dion "gue juga baru tahu" Adrian pun segera mengusir Dion untuk pergi dari hadapannya saat mendapat tatapan tajam dari Diah

__ADS_1


__ADS_2