Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
dan terjadi lagi


__ADS_3

"kalian kenapa?” tiba- tiba Anwar datang saat mereka berpelukan


“mau tau aja urusan perempuan” ucap Diah dan segera melepaskan pelukan mereka .


“kemana komplotan mu?” tanya Yuni heran karena melihat Anwar hanya datang seorang diri


“memang aku penjahat?" protes Anwar


" Punya komplotan, ih ......” mata Anwar sedikit melotot pura-pura kesal,


memang biasanya kalau di sekolah Anwar tidak pernah lepas dari kedua temannya Yadi dan Bima


“sepertinya ada yang kangen denganku ya?” ternyata dari balik pintu sudah berdiri Yadi dan Bima yang saling merangkul bahu


“ih ... GR ya ...” celetus Tika sambil sewot


“kamu kok gitu amat sih sama kita Tik ...” jawab Bima yang memang sudah lama naksir Tika tapi Tikanya sok jual mahal, padahal dalam hatinya juga ada rasa


“ya mending kalian cepet lamaran aja biar nggak pisah” ledek Rini pada Tika dan Bima


“kita pasti nanti akan kangen sama kebersamaan kayak gini” kali ini Diah tampak tak bersemangat, tatapannya begitu sendu


“iih... kamu kok baper sih ....” Tika kembali memeluk Diah, ternyata dari tadi Anwar masih memperhatikan wajah Diah yang tampak tak bersemangat, ada rasa yang hilang saat karena keceriaan di wajah Diah telah lama sirna


***


Di rumah Diah

__ADS_1


Pagi ini sekolah sudah mulai libur, anak-anak kelas 12 hanya akan datang ke sekolah jika ada pengumuman dari sekolah saja,


kebanyakan teman-teman Diah sibuk mengurus pendaftaran ke perguruan tinggi


Diah pun hanya bisa pasrah, walaupun dia ingin sekali melanjutkan keperguruan tinggi seperti teman –temannya tapi apa daya jika tak ada biaya, dia tak mau terlalu memaksakan kehendaknya


“Diah jangan lupa di sapu halamannya “ teriak bu Kasih dari dapur segera membuyarkan lamunannya saat dirinya sedang menyapu lantai rumah


cletuk


hingga sapu yang di pegang nya mendarat tepat di kakinya


"aduuuuh" Diah mengangkat sebelah kakinya yang terpentok sapu sambil lompat-lompat


karena kesakitan


“nggeh buk ...” setelah menyelesaikan pekerjaannya di dalam rumah, maksudnya menyelesaikan kakinya yang sakit, Diah pun segera pergi ke halaman untuk menyapu daun-daun yang berjatuhan di halaman agar tidak terkena omelan ibunya


“Diah ....” suara yang tiba-tiba membuat Diah terkejut, tanpa aba-aba sampah yang di tangan Diah segera menghambur ke tubuh Anwar,


dengan wajah terkejut dan sedikit panik karena kelakuannya, Diah pun berusaha membersihkan tubuh Anwar


tapi naas sapu yang hendak di senderkan di pohon malah berbalik ke arah Anwar dan ....


Puuushhh


Mendaratlah di kepala Anwar dengan sangat mulusnya,

__ADS_1


benar- benar bak peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula, benar- benar pagi yang indah


Wajah Anwar yang tadinya datang dengan senyum menawannya kini berganti dengan guratan kemarahan yang tertahan, alisnya yang tebal sudah saling menaut dengan tatapan yang membunuh


Tapi beberapa saat kemudian, Anwar melakukan gerakan seperti orang yang sedang menahan emosi yang siap meledak dengan mengayun-ayunkan kedua tangannya di depan dada beberapa kali untuk meredakan emosi, dengan beberapa kali mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan


“maaf ...!” kini kedua tangan Diah saling mengatup di depan dada dengan memasang wajah memelas


“siapa suruh kamu mengagetkanku, aku kan ja...” sebelum sempat menyelesaikan ucapannya Anwar sudah lebih dulu menyetop dengan mengarahkan telunjuknya ke bibir Diah


“bisa iku aku sebentar?”


“kemana?”


“ke kolam lele, aku pengen ngobrol sebentar” keluarga Anwar merupakan peternak lele juga selain sebagai peternak sapi perah


“ada apa?” Diah tampak bingung, karena selama dia mengenal Anwar, dia tak seformal ini


“aku pengen bicara sebentar”


-


-


-


-

__ADS_1


AJANGAN LUPA KASIH DUKUNGAN KE AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENNYA YA


DAN JIKA BERLEBIHAN POINT BISA KASIH VOTENYA


__ADS_2