
“ya, aku sudah berencana melamarmu saat sebelum acara wisuda itu, dan surat-surat kamu, aku sudah menyuruh orang untuk datang ke kantor urusan agama di sini untuk mengurus surat-surat”
bagaimana bisa Adrian sudah menyiapkan semuanya di kala diah masih nagis nangisan sama Anwar
"aku rasa pak Adrian sudah mulai gila nih" batin Diah
“jadi bapak sudah merencanakannya, bagaimana bapak Seyakin ini?” tanya Diah yang masih belum percaya
“aku yakin kamu jodohku,tidak ada kata mungkin lagi, makanya aku tak pernah ragu” jawab Adrian pasti lagi lagi kata kata Adrian berhasil membuat diah menjadi berbunga bunga
“brati kita besok akan sibuk buk..., waktunya tinggal dua hari lagi, kita harus menberi tahu kerabat, berbelanja keperluan hajatan dan masih banyak lagi” tutur pak Darman
“bapak sama ibuk nggak usah khawatir, saya sudah menyiapkan semua, dekorasi, ketring, baju , semuanya besok sore akan datang, dan undangan pun sudah saya sebar” jawab Adrian santai
__ADS_1
Lagi-lagi kata-kata Adrian membuat ketiga orang di hadapannya terbengong tak percaya
“wah ini benar-benar gila ...., bagaimana bisa bos saya segila ini” batin Diah
“aku tahu kau pasti terkejut, aku pasti akan menjelaskannya nanti tapi aku menikmati proses ini” batin Adrian
Pagi ini benar seperti apa yang di katakan Adrian, pagi ini mereka sudah kedatangan tamu, tamu itu tak lain adalah keluarga Adrian, di sana ada papa , mama nya Adrian , juga ada Dion dan kak Bian dengan membawa banyak cindera mata
“nggak pa pa pak, bapak jangan sungkan, ini sangat nyaman, dan sepertinya putra kami juga betah tinggal di sini” jawab mamanya Adrian ramah di sambut senyum oleh papanya Adrian
“maaf saya nggak terlalu lancar bahasa Indonesianya, jadi saya akan bicara sebisa saya” papanya Adrian pun ikut bicara walaupun dengan bahasa Indonesia yang belepotan
“maafkan kenakalan anak saya pak, buk, memang dia anaknya seperti itu kalau sudah punya mau, jadi seenaknya sendiri, tapi kami bersyukur, karena putra saya menikahi wanita seperti Diah, kami sangat beruntung”
__ADS_1
Pembicaraan mereka berlangsung sangat hangat, ada banyak canda tawa di sana, Diah hanya bisa tersenyum,
Diah mengenakan kebaya berwarna ungu yang sengaja Adrian siapkan untuk menyambut keluarga yang di padukan dengan kemeja Adrian yang juga senada dengan kebaya Diah membuat mereka tampak serasih
sebenarnya dalam hati belum terlalu yakin dengan takdir jodohnya karena menurutnya ini terlalu cepat
Siang hari keluarga Adrian berpamitan, mereka memang tak kembali ke Surabaya, tapi mereka menginap di hotel supaya besok bisa menghadiri pernikahan Adrian
Kejutan selanjutnya yang di berikan Adrian untuk keluarga Diah adalah, kepulangan Ajeng dari asrama, ternyata Adrian sudah menyuruh Dion untuk menjemput Ajeng di kampusnya
Diah benar-benar kegirangan melihat kepulangan adik perempuannya, karena mereka sudah lama tak bertemu dan saat pulang pun mereka juga tak bertemu, kini Ajeng sudah sangat dewasa berbeda sekali dengan saat ia tinggal dulu
Kejutan lainnya adalah di tempat dr Anwar ternyata dr Rani juga datang, sebenarnya hati Diah masih tersa sakit, tapi ia tak mau mengecewakan calon suaminya, bagaimana bisa ia masih memikirkan orang lain di saat calon suaminya sedang sibuk-sibuknya menyiapkan acara pernikahannya, itu pasti terlihat sangat egois
__ADS_1