Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
foto


__ADS_3

“sudah ayo tidur, matamu sudah berair itu lo” Adrian mengakhiri ceritanya, dan merebahkan badannya


“aku masih penasaran ...” lagi-lagi Diah bertingkah manja, sungguh menggoda sang suami ya


“kamu jangan menggodaku ya, ayo cepetan tidur” Adrian tidak mau memaksakan kehendaknya pada istri nya, mungkin ini sudah di rencanakan olehnya tapi Diah , pasti lah ia belum siap untuk menjadi seorang istri


“aku tidak menggoda ...” jawab Diah ketus, kini Diah ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya dengan membelakanginya dan menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya


“jangan marah ...., aku janji besok aku lanjutkan ceritanya” rayu Adrian, bagaimana bisa ia tahan jika Diah tidak mau bicara padanya


“beneran ...?” akhirnya Diah membuka sebagian selimutnya, menatap mata Adrian mencari kebohongan di mata suaminya,


tapi sayangnya bukannya menemukan malah jantungnya berdetak tak beraturan saat kedua mata itu kembali bertemu


"jangan memandang ku seperti itu sayang" ucapan Adrian menyadarkan Diah dari keterkesimaan pada wajah suaminya yang begitu tampan itu


"hah ...." wajah diah seketika memerah sambil gelagapan karena kepergok memandangi wajah suaminya sendiri


"aku tahu, aku memang tampan, jangan pandang lama-lama nanti kamu bisa jatuh cinta"

__ADS_1


"hahh ..."


“hahhh ..." Adrian menirukan Diah, "cepetan tidur, kalau tidak ....” kini mata Adrian sudah mulai menggoda


“apa ?” Diah melengos sebal


“aku akan memakan mu malam ini juga ...” Adrian sambil mendekatkan diri ke wajah Diah


“tidak ..., baik aku tidur” Diah pun kembali menutup selimutnya tapi tangan kekar Adrian yang melingkar di perutnya sontak membuat Diah tak berani bergerak, nafasnya pun memburu, jantungnya kembali berdetak tak beraturan


setelah cukup lama dengan posisi itu, Diah mendengar nafas yang mulai teratur dari pria di sampingnya, ia yakin jika suaminya itu telah tertidur


“jangan bergerak” Adrian malah semakin mengeratkan pelukannya yang masih dengan mata terpejam


“kau belum tidur?”


“kau membangunkanku, jika kamu terus bergerak, jangan salakkan aku jika kamu juga membangunkan yang lainnya” ancam Adrian, agar Diah tidak melepaskan diri dari pelukannya, ia merasakan kenyamanan saat memeluk istrinya seperti itu


“iya, aku tidur” jawab Diah sewot sambil terus menggerutu di balik selimutnya

__ADS_1


“oh iya .." Adrian kembali membuka selimut yang menutupi wajah Diah


"apa????" Diah berlagak galak


"jangan galak-galak dong sama suaminya"


"apa .... sayang?" Diah menekankan pada kata 'sayang' membuat Adrian melengkungkan bibirnya,


" jangan lupa besok foto itu di simpan saja, di buang juga lebih baik , jangan di pajang lagi, ganti dengan foto kita" tangannya mengarah pada foto yang terpampang di dinding, foto Diah dengan Anwar


"memang kenapa? itu kan foto masa SMA ku" Diah sedikit sedih


"aku nggak suka sama tulisan di belakangnya"


"hahhh" Diah benar benar terkejut bagaimana bisa suaminya tahu tulisan di balik foto itu, dia aja yang nulis udah lupa


"hahhh, cuma itu yang bisa kamu ucapkan sebagai pertanggung jawaban? lagi -lagi Adrian mengulang kata kata Diah


“i... iya ..., besok aku copot, puaaas” Diah pun tak mau banyak bertanya lagi, Diah takut jika banyak bertanya akan berakibat buruk padanya

__ADS_1


Ya mungkin karena terlalu lamanya foto itu membuatnya lupa jika di balik foto itu ia menuliskan sesuatu


__ADS_2