
Flashback on (Adrian )
Bermula ketika kita pergi ke taman kota Bandung , di situ lah awal dari perasaan itu muncul, ada hal yang tidak biasa saat melihat senyummu
Kita menghabiskan malam panjangnya di taman hiburan, sejenak menghilangkan keluh kesah yang ada, Aku saat itu sebenarnya enggan meninggalkan tempat itu, tapi apa daya iya tak mampu menghentikan waktunya sejenak hanya untuk melihat senyum mu
Tapi entah apa yang membuatku kini lebih betah bersamamu saat mengoceh seperti ini, dari pada tadi siang yang tiba\-tiba berubah menjadi pendiam
“aku tidak tahu apa yang sedang kau tutupi, tapi aku akan berusaha membuatmu tetap tersenyum” gumanku pelan sambil matanya tak lepas memperhatikan wajah cantik nan polos di depannya
Tapi aku tak mau diam di tempat,malam itu juga aku segera menghubungi orang-orang yang memang sudah handal dalam mencari informasi tentang masa lalu mu
Saat pagi itu selelum menuju ke rumah sakit aku mendapatkan telpon dari orang\-orang suruhanku, mereka mengirimkan file tentang sekolahmu, dan identitas teman\-temanmu termasuk dengan Dr Anwar yang merupakan tetangga mu, tapi saat itu yang ku tahu kau hanya bertetangga dengannya,
Setelah mengelesaikan urusanku dengan orang suruhanku, kita berangkat ke tempat di mana kita akan bertemu lagi dengan Anwar dan Rani
Setelah sampai di lokasi aku sengaja menggandeng tanganmu, supaya aku tahu bagaimana reaksi dr Anwar setelah ini, aku belum yakin kalau kalian hanya sebatas tetangga,Walau aku tahu kamu merasa tidak nyaman , tapi rasanya enggan untuk melepas tanganmu, aku tahu aku egois
Perhatianku tak lepas dari kalian berdua walaupun aku tetap berbincang dengan dr Rani , aku melihat ada yang berbeda dari pandangan kalian
__ADS_1
Akhirnya saat aku memiliki kesempatan untuk berbicara berdua dengan Dr Anwar , aku jadi tahu bahwa di antara kalian memang bukan hanya sebatas tetangga tapi ada sesuatu yang lain yang harus segara aku tahu
Saat tiba-tiba Dr Anwar bertanya serius kepada ku tentang dirimu “kalau boleh saya ingin bertanya?” dr Anwar tampak ragu
“tanyakanlah, selagi saya bisa menjawab maka saya akan menjawab sebisa saya” jawab dan sepertinya memang benargayung pun bersambut
“asisten anda ...” dr Anwar kembali ragu
“dia Wulan, dia gadis yang sangat baik” jawabku
“sejak kapan anda mengenalnya?” itulah yang ingin aku dengar selanjutnya
“sedekat apa anda denganya ...”mendengar pertanyaan dr Anwar ,aku terkejud, tapi beberapa detik kemudian aku berusaha senormal mungkin aku tidak mau dr Anwar curiga,
dr Anwar sepertinya menyadari pertanyaannya yang tidak wajar, segera meralatnya “maksud saya, anda terlihat begitu dekat, seperti saya dengan Rani, sepertinya dia begitu spesial buat anda ya”
“dia itu seperti bidadari tak bersayap yang datang padaku, dikirim tuhan dalam wujud dirinya, sungguh tenang saat aku bersamanya, sederhana namun indah ....” aku tahu ada yang berbeda dari dr Anwar mendengarkan deskripsi ku tentangmu
“apa dia tahu ...?”
“saya cukup senang denganya sekarang, saya tidak pernah meminta lebih jika itu akan membuatnya terluka”
__ADS_1
Setelah itu aku tahu, memang benar ada yang lain dari kalian, itu bukan hanya sebatas tetangga ataupun teman tapi lebih dari itu
Setelah percakapan itu aku segera mencari keberadaanmu, dan benar aku menemukanmu sedang terduduk di trotoar sambil menangis,
tapi entah kenapa saat melihatmu menangis hati ini terasa sakit, jujur saat itu aku belum benar-benar menyadari perasaanku
Entah apa yang membuatmu menangis, tapi aku menebak sendiri jawabannya, mungkin ini berhubungan dengan hubungan Dr Rani dan Dr Anwar,
setelah kejadian itu aku berjanji akan mencari tahu penyebab tangisan mu, karena aku tahu kamu tidak akan mungkin menceritakannya sendiri padaku
Masih di Bandung, saat aku melihatmu terburu\-buru keluar dari kamar, saat kita berpapasan di lift, aku bertambah penesaran, aku mengikuti langkahmu hingga sampailah di taman dekat hotel, aku tahu ini salah, tapi rasa penasaranku mengalahkan semuanya
Aku mendengarkan semua yang kau bicarakan dengan Dr Anwar, ada rasa yang aneh saat melihat tanganmu di pegang olehnya, rasanya aku semakin tak tahan melihatmu berdua dengannya, aku mau kamu segera lepas darinya
Maka saat itu aku menghampiri kalian dan mengatakan yang mungkin hal itu sebuah hal bodoh tapi taukah kau aku serius mengatakannya
“tapi dia calon istriku ....”
__ADS_1
Flasback of