
“temui aku di taman bawah , aku menunggumu , Anwar” sebuah pesan singkat dari dr Anwar
Deggg
Setelah membaca pesan itu jantung Diah terasa seperti di tusuk , dia hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya, dia tidak mau terjebak dalam kisah masa lalunya kembali
Karena tak kunjung mendapat balasan akhirnya sebuah pesan masuk kembali, pesan itu adalah pesan yang sama dari dr Anwar
ting
“ku mohon temui aku, aku menunggumu”
15 menit kemudian
ting
“aku akan tetap menunggumu di sini”
15 menit lagi
ting
“aku tidak akan pergi”
15 menit lagi
ting
“apakah aku harus meminta izin bos mu untuk ini?” sebuah pesan yang terasa sedikit mengancam
Wulan tampak tersentak melihat pesan terakhir, ia benar-benar tak ingin melibatkan bosnya kedalam masalah pribadinya
“aku datang” balasan dari Diah kemudian
Akhirnya untuk kesekian kali , Wulan baru mengirim jawaban
Wulan pun bersiap\-siap keluar dari kamarnya, dia segera menuju ke pintu lift
Ting
__ADS_1
Pintu lift terbuka, tepat di sana ia melihat bosnya yang sedang berdiri di dalam lift, Adrian melangkah keluar dari lift
“kamu mau ke mana?”
“maaf pak, saya harus pergi sebentar”
Sebelum bosnya kembali bertanya, ia segera memasuki lift yang pintunya segera tertutup kembali
Ting
beberapa saat Pintu lift kembali terbuka, Wulan pun segera berlari menuju taman dekat hotel, ia mencari sosok yang sebenarnya sangat ia temui, tapi ia takut jika rasa yang lalu itu kembali lagi dan akan melemahkan nya
Setelah melihat sosok yang sedang di cari, Wulan pun segera menghampirinya dengan penuh keraguan, langkahnya seakan tertahan
“hemmm” Wulan berdehem lirih
“duduklah Diah ....” pinta Anwar
“tidak perlu, saya cuma sebentar” jawabnya singkat
"kau melupakan ku?" tanya Anwar
"bagaimana aku melupakanmu, kita kan berteman baik an, aku sangat merindukanmu An" Diah pun memandang Anwar sambil tersenyum manis, senyum yang sebenarnya hanya untuk mengalihkan dari rasa sakit yang dimilikinya
"bukankah dari dulu kita memang teman, oh iya .... sahabat" jelas Diah masih dengan mempertahankan senyumnya
“kenapa kau mengganti panggilanmu, apa kau benar-benar tidak ingin mengenalku kembali?”
“itu bukan urusanmu kan, aku tak perlu menjawab itu kan” jawab Diah santai
“aku masih sangat mencintaimu” Anwar segera memegang tangan Wulan
"jangan seperti itu An, kau sudah punya tunangan"
"tapi kamu yang aku cinta"
"maaf An, ini tidak benar"
Taukah kalian ternyata tak jauh dari mereka berdiri sekarang, ada Adrian yang sedang mengawasinya , Adrian merasa curiga dengan kepergian Diah yang terburu-buru sehingga membuat Adrian mengikuti Diah dari belakang
__ADS_1
“jangan datang lagi An...”
“aku tak bisa Diah ...” Anwar semakin mengeratkan pegangan pada tangan Diah
“aku harus Melepas mu, bagaimana aku bisa melupakanmu, jika kau tetap datang, padahal kau tahu sendiri kan keadaannya sekarang, kau bukan lagi milikku” dengan berat Diah mengatakan hal itu, walau hatinya kini juga sakit
“biarlah ku lepas semua, untukmu ..., mari kita mulai hidup kita yang baru ....Diah”
“jangan seperti itu ...”
Saat itu lagu di taman itu juga sangat cocok dengan keadaannya saat ini, operator musiknya benar-benar pas
Jangan datang lagi cinta ...
Bagaimana aku bisa lupa ...
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukan lagi untukku
Jangan lagi rindu cinta ...
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia
Aku tak apa
Biar aku yang
PURA-PURA LUPA
“aku benar-benar mencintaimu, jika kamu mau aku akan melepaskannya, biarkan ku mulai semuanya dari awal, demi kamu ....”
“aku mohon...,aku tidak mau ada yang terluka, aku mohon jika kau ingin aku bahagia, maka bahagiakan dia, aku tak apa ..., aku juga tidak akan marah padamu, biarkan semua berjalan seperti dulu”
“ya seperti dulu, aku yang tetap mencintaimu ....”
“jangan seperti itu, aku mohon, aku tahu mungkin kita tidak berjodoh”
__ADS_1
“mungkin..., dan mungkin kita masih berjodoh, buktinya aku belum sampai menikah, takdir sudah menemukan kita kembali” Anwar menekankan pada kata mungkin, ya mungkin itu merupakan sesuatu yang belum pasti
“tapi dia calon istriku ....” seseorang menghampiri mereka