Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
hanya cinta monyet


__ADS_3

Tapi tanpa sadar si pemilik kemeja telah menatapnya dengan pandangan yang berbeda, tanpa menjawab permintaan maaf dari Wulan,


sedang Wulan yang merasa tak menerima jawaban atas permintaan maafnya, ia semakin panik, ia benar-benar takut pada bosnya, pasti ia akan segera di pecat


kecemasannya bertambah besar karena rasa bersalahnya pada bosnya, karena telah mengacau dengan segala kecerobohannya


“saya minta maaf, tolong hukum saya saja, jangan melibatkan atasan saya” karena masih tetap tak ada jawaban, Wulan pun segera mendongakkan kepalanya melihat wajah si pemilik kemeja


Betapa terkejutnya ia, hingga tanpa terasa tubuhnya telah terlonjak mudur beberapa centi dari tempatnya berdiri, bibirnya menganga seakan tak mampu berucap lagi, kini ia ikut mematung


tiba-tiba sebuah suara menyadarkan mereka yang telah berada di dunianya untuk beberapa detik

__ADS_1


“kang..., akang tidak papa kan?” Rani segera menarik tubuh tunangannya untuk membantu membersihkan kemejanya, dan Anwar pun bembalasnya dengan senyuman


“maafkan asisten saya, dia memang sangat ceroboh, tapi jangan khawatir dia sangat konpeten, semoga kejadian ini tidak merubah penilaian kalian tentang perusahaan kami” Adrian berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya tanda penyesalan


“tidak apa-apa , kami tidak masalah kok” Anwar pun tersenyum kepada Diah dan Adrian


“perkenalkan ini asisten saya, namanya Wulan” Wulan pun masih tetap berdiri memaku di tempatnya, dengan menundukkan kepalanya


“Wulan ...” ya Anwar terkejut saat Adrian menyebutkan nama asistennya, ia bertanya-tanya apakah benar jika dia Wulan bukan Diah, tapi hatinya tetap yakin kalau dia adalah Diah cinta pertamanya


Kekacauan tadi kini sudah mulai cair kembali, tapi tidak dengan perasaan Wulan dan Anwar, entah apa sekarang yang sedang berkecamuk di hati mereka berdua, rasa senang, sedih, kecewa, penasaran, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin sekali di tanyakan tapi tertahan dan menguap begitu saja, apa lagi Diah yang kini melihat orang di depannya memperkenalkan tunangannya, ya tunangan...., sungguh menyakitkan, tapi Diah tak mau egois, cintanya dengan Anwar hanya cinta monyet jadi tidak perlu di besar\-besarkan karena kini mereka sudah dewasa dan memiliki kehidupannya masing\-masing

__ADS_1



Tapi untunglah meeting tetap berjalan dengan lancar, dan di tutup dengan makan siang yang nyaman, apalagi Adrian dan Wulan akan tinggal di bandung selama satu minggu untuk survey lokasi dan menunggu pengiriman barang\-barang yang akan di suplay ke rumah sakit tempat Anwar dan Rani


“terima kasih atas kerja samanya ya” tukas Adrian sebelum mereka berpisah


“sama-sama, sampai ketemu kembali besok di rumah sakit kami” Anwar pun menjabat tangan Adrian tapi pandangannya tak jarang tertuju pada Diah, ada banyak hal yang ingin dia tanyakan pada gadis itu, ia berharap ada kesempatan itu di lain waktu


Tak lupa sebelum berpisah Rani memeluk Wulan dengan tanpa canggung, karena antara Rani dan Wulan memang dua\-duanya memiliki karakter yang hampir sama, mungkinkah n itulah yang membuat Anwar bisa dekat dengan Rani, jadi sangat mudah untuk mereka akrab


__ADS_1


Akhirnya pertemuan itu pun berakhir, Anwar dan rani pergi meninggalkan hotel, sedangkan Wulan dan Adrian menuju ke kamar mereka, jangan khawatir mereka memesan dua kamar kok, amaaan


“Wulan kau tidak pa pa?” Adrian yang melihat Wulan berbeda semenjak pertemuan tadi siang membuat nya penasaran


__ADS_2