
ajeng kemana buk, Diah kok nggak ngliat?” tanya Diah karena heran sejak kedatangannya ia tidak melihat Ajeng sama sekali
“kamu itu gimana to nduk, adekmu itu kan sedang kuliah, dia tinggal di asrama pulangnya satu bulan sekali”
“wah keren ya buk Ajeng ...” Diah tampak membanggakan adiknya
“itu semua kan berkat kamu nduk” bu Kasih masih sibuk mengelus rambut Diah yang berada di pangkuannya
“ibuk ini apa sih, aku kan Cuma melakukan yang seharusnya aku lakukan sebagai anak dan kakak buk, jadi ibuk sama bapak nggak usah merasa tidak enak”
Melihat apa yang di lakukan Diah terhadap keluarganya membuat Adrian semakin terpesona dengan gadis desa nan polos itu
“oh iya nak Adrian nginep ya di sini?” tanya pak Darman tiba-tiba yang dari tadi menyimak pembicaraan Diah dan ibunya
“kalau di ijinkan boleh saya nginep di sini pak?” tanya Adrian dengan penuh percaya diri, masih dengan gayanya yang tegas
Diah tersentak langsung membangkitkan kepalanya dari pangkuan ibunya
"bapak ini ada ada saja, mana bisa ...., bisa bisa di grebek kita pak ..." Diah benar benar tak mengerti jalan pikiran bosnya itu
"ya boleh, tapi ada syaratnya!" pak Darman menyetujui Adrian
"bapak ini pripun to (bagaimana sih), nanti kalau tetangga menanyakan bagaimana?" Diah protes pada bapaknya
"makanya saya mengajukan syarat nduk ..."
"baik pak syaratnya apa?" tanya Adrian sudah tak sabar
"ya kita laporan ke RT dulu, kalau pak RT setuju, boleh ..."
__ADS_1
"yah saya kira langsung di nikah kan ...." batin Adrian kecewa
"baiklah saya setuju"
“ya sudah kalau gitu saya kerumah pak RT dulu” pak Darman hendak berdiri dari duduknya
“boleh saya ikut pak, mungkin kalau saya ikut bisa lebih meyakinkan pak?” tanya Adrian
"ya boleh ...., ayo kalau gitu"
“terimakasih pak” Adrian pun ikut berdiri
“jalannya gelap lo nak , licin lagi, nggak seperti di kota” jelas pak darman merasa tidak enak
“nggak pa pa kok pak, sekalian jalan-jalan, supaya lebih mengenal tetangga”
Akhirnya ,mereka pun menuju ke rumah pak RT bersama,
benar apa yang di katakan pak Darman, jalan di desa tak semulus jalan di kota,
walaupun sudah tertutup aspal tapi tidak setebal jalanan kota, lubang bertebaran dimana-mana,
penerangannya pun tak seperti di kota, banyak jalan-jalan yang masih gelap
Setelah melewati beberapa rumah akhirnya mereka sampai di rumah pak RT,
tampak rumah itu sudah sepi padahal masih jam 8 malam
memang keadaan di desa sungguh berbeda dengan keadaan di kota
__ADS_1
jika di kota, seperti tak ada kata tidur di malam hari
mobil mobil masih berlalu lalang di jalanan, orang-orang beraktifitas layaknya siang hari
berbanding terbalik dengan suasana desa
di desa setelah isya' kebanyakan dari mereka akan melakukan aktifitas kecil di dalam rumah
seperti menonton tv, mengobrol dengan keluarga
kehangatan keluarga masih sangat terasa , setelah sepanjang hari mereka bekerja
maka rasa lelah itu akan tergantikan dengan canda tawa bersama keluarga
"pak, sepertinya pak RT sudah tidur" Adrian menatap rumah yang sudah sepi itu
"kita coba ketuk dulu, siapa tahu belum tidur, biasanya belum kok"
tok tok tok
Pak Darman mencoba mengetuk pintu
"assalamualaikum"
tak lama ada sahutan dari dalam rumah
"waalaikum salam"
tak menunggu lama pintu pun terbuka
__ADS_1