Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
cinta


__ADS_3

Rani sampai di rumah Anwar bersamaan dengan datangnya mobil yang membawa perlengkapan dekorasi, ia cukup penasaran sebenarnya siapa yang akan menikah


Setelah bersalaman dengan ayah dan ibunya Anwar, Rani langsung bertanya perihal siapa yang akan menikah


Rani benar-benar terkejut setelah tahu jika yang akan melangsungkan pernikahan adalah Diah, tatapannya langsung tertuju kepada tunangannya


“pantas saja kau terlihat berbeda kang, ternyata ini penyebabnya” batin Rani


Setelah cukup lama berbincang dengan orang tua Anwar, akhirnya kini mereka di tinggalkan berdua


“akang tidak pa pa ?” pertenyaan Rani cukup membuat Anwar terkejut, beberapa. saat kemudian ia tau apa maksud pertanyaan Rani setelah pandangan Rani tak lepas dari pemandangan di depan rumah


“seperti yang kamu lihat, maafkan aku” jawab Dr Anwar dengan sangat menyesal


“aku tidak masalah kang, tapi akang ...” Rani merasa ragu untuk menanyakannya


“aku akan merelakannya, dia sudah memilih orang lain, bukan aku, dia akan menikah besok, mungkin sudah cukup aku tidak akan mengganggunya, cukup kamu yang selalu bersamaku untuk saat ini, terimakasih banyak”


“aku tidak keberatan kang, aku senang bisa berada di samping akang, aku yakin suatu saat akang akan membuka hati akang untuk saya”


*************


Di rumah Diah


Adrian memberi arahan kepada petugas dekor di halaman rumah ,walaupun acaranya sederhana, ia tak mau terjadi kesalahan


tak berapa lama Diah menghampiri Adrian yang sedang sibuk menata kursi tamu


“pak ....” Adrian cukup mengenal suara yang memanggilnya, ia pun segera menoleh ke sumber suara


“hemmmm” Adrian menatap Diah , seperti ada yang mengganjal dalam raut wajah Diah yang tidak seperti biasanya

__ADS_1


“apa kita bisa bicara?” walaupun sedikit ragu akhirnya Diah memberanikan diri untuk bicara


“baiklah ..., ayo duduk” Adrian mengambil dua kursi tamu dan mengajak Diah untuk duduk


“ada apa?” tanya Adrian sambil menghadap Diah


“apa bapak tidak salah ..., eh maksud saya bapak serius?” terlihat sekali keraguan di mata Diah, bagaimana seorang bos mau menikahi pegawai rendahan seperti Diah


“apa kau masih meragukannya, setelah semua ini?” Adrian bicara sambil menunjuk ke semua dekorasi yang sudah tertata rapi hingga 90% persiapan selesai


“bukan begitu pak, tapi bukankah ini terlalu terburu-buru?” bahkan Diah tidak pernah mendengar pernyataan cinta dari bosnya yang tiba-tiba saja ingin menikahinya


“bukankah lebih cepat lebih baik, kamu tidak ingin kan menjalin hubungan tanpa ikatan”


“kenapa bapak malah balik bertanya?” Diah sedikit kesal saat Adrian malah balik bertanya yang tentunya Diah tidak mempunyai jawabannya


“walaupun saya balik bertanya, tapi kan saya juga memberi penjelasannya” tapi ternyata Adrian tidak mau kalah


“jadi apa yang sebenarnya ingin kamu dengar, jangan menyimpulkan sendiri apa yang tidak kamu ketahui?”


“perasaan bapak?” walaupun dengan ragu Diah pun mempertanyakan nya


"apa sebegitu penting arti ungkapan itu bagimu dibandingkan apa yang aku lakukan buat kamu?"


"hubungan jika hanya berjalan karena komitmen tanpa ada status rasanya tidak akan baik pak, saya cuma ingin tahu sebenarnya apa alasan bapak membangun komitmen ini, itu saja, supaya diwaktu yang akan datang saya tidak akan meragukannya"


“baiklah” sekarang Adrian menggeser duduknya hingga berhadapan dengan Diah


“Nona Diah Wulandari, maukah kau menjadi istriku, jadi ibu dari anak anakku? saya Adrian Diwantara berjanji akan selalu membahagiakanmu”


“bukan yang itu pak” Diah kecewa dengan jawaban Adrian, karena bukan itu yang ia maksud

__ADS_1


“?????”


“perasaan bapak pada saya?”


“mungkin ini menurutmu aneh, tapi saya Adrian Diwantara sangat mencintaimu Diah Wulandari”


“?????”


“kenapa? Kamu masih tak percaya?”


“bapak aneh sih ...”


“tapi aku serius, dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku nanti setelah kita menikah, aku mau kita pacaran jika sudah menikah, aku akan membuktikan nanti”


“baiklah, terimakasih pak atas jawabannya, mudah-mudahan di waktu yang akan datang saya tidak lagi meragukannya”


“ya sudah , istirahatlah, kamu besok akan sangat sibuk dengan pernikahan kita, aku tidak mau istriku terlihat lelah” Adrian pun menangkup kedua pipi Diah


“mulai deh bapak”


“ingat mulai besok jangan panggil bapak lagi, cepat sana masuk” Diah pun tak mampu menolak permintaan Adrian


Diah pun masuk, dan menuju ke kamar Ajeng, di dalam kamar ternyata sudah ada Ajeng yang sedang duduk di depan laptopnya, Diah pun langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur


“dek, kamu sibuk sekali ya, di rumah pun masih saja di depan laptop”


“gimana nggak sibuk mbak, aku harus segera nyelesaikan skripsiku biar cepet lulus, mbak kan sudah mau nikah , masak aku masih nyusahin mbak”


“kamu itu bicara apa dek, mbak itu nggak ngerasa terbebani, mbah seneng bisa nyekolahin kamu”


“ngomong-ngomong, kenapa mbak mau nikah?”

__ADS_1


__ADS_2