Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
Asal mama bahagia


__ADS_3

“wah ...., siapa yang masak ini ...” papa Adrian tampak kagum


“maaf tuan, saya hanya bisa masak masakan kampung” Wulan sudah tampak pias, khawatir jika majikannya tidak menyukai masakan nasional, biasanya orang-orang kaya lebih suka masakan internasional, apalagi papanya Adrian adalah keturunan eropa, tampak dari warna mata dan tingginya yang di atas rata-rata orang asia serta kulitnya yang putih


“its ok ..., I like it ...” ternyata papanya Adrian sangat antusias melihat jajanan tradisional yang bermacam-macan, rupanya papanya Adrian penyuka masakan tradisional


“wah ..., kayaknya pantas kalau di jadiin mantu ...” celetus mamanya Adrian


Deg


Deg


Deg


Seketika wajah Wulan dan Adrian memerah, ada rasa yang aneh menjalar di hati mereka, tanpa aba-aba mereka saling berpandangan, karena manik mata mereka saling bertemu, membuat mereka gelagapan sendiri, udah kayak lagi nyontek di pergoki guru


“kalian kenapa? Atau jangan-jangan kalian pacaran ya ...”


Hugh hugh hugh

__ADS_1


Mendengar mamanya seketika Adrian langsung tersedak, dengan reflek Wulan menyerahkan segelas air putih, dengan sekali teguk gelas itu telah kosong


“makasih ...” Wulan hanya membalas dengan senyuman, begitu juga dengan mama dan papa Adrian


“mama sama papa berapa lama di sini?” tanya Adrian mengalihkan pembicaraan sambil melahap makanannya


“nggak lama kok sayang, soalnya bentar lagi kan kakak kamu mau lahiran perkiraan dokter tinggal 2 minggu lagi” mendengar pernyataan mamanya Adrian membuat senyum lengkung di bibir Wulan


“kalau mbak Mira lahiran , apa boleh aku ikut ke sana pak?” tanyanya mengarah ke Adrian


“ya tentu lah, aku kan juga ke sana ..., kamu nggak boleh jauh dari aku “ pernyataan Adrian sontak membuat seisi rumah terkejut, semua mata memandang ke arah Adrian,


"tapi maaf sayang, kayaknya mama bakal bikin kamu kecewa dech" tutur mama Adrian


"hah ...., maksud mama?" tanya Adrian terkejud


"iya saya, mama sebenarnya mau pinjam Di ah nya sebentar, satu minggu lah kira- kira"


"buat apa ma?" tanya Adrian dengan wajah melas

__ADS_1


"mama mau ajak Diah ke luar kota bentar nemenin mama mengunjungi butik teman mama, soalnya nggak enak kalau datang sendiri"


"tapi kok lama sih ma, trus Adrian gimana?"


"wah ternyata anak mama ini sekarang sudah nggak bisa jauh dari asisten nya ya" goda mamanya Adrian, yang mendapatkan tatapan tak mengenakkan dari Adrian dan Diah


"bukan gitu ma, Wulan kan juga punya pekerjaan di sini" protes Adrian


“eh ..., sayang kamu nggak boleh lo ganti nama orang seenaknya” mama Adrian merasa aneh karena sejak kedatangannya Adrian terus memanggil Diah dengan Wulan


“siapa juga yang ganti nama ma ...,namanya kan memang Wulan”


“wong kakak kamu bilang namanya Diah, iya kan nak?” yang di tanya hanya menjawab dengan senyum dan melihat ke arah Adrian, seperti sedang memberi isyarat kepadanya untuk menjelaskan kepada mamanya


“namanya itu DIAH WULANDARI ma ..., jadi suka-suka Adri dong ma mau panggil dia apa, lagian Wulan jauh lebih indah kok ma”


“ya sudah lah terserah kau saja lah, mama nggak akan menang kalau debat sama kamu, tapi keputusan mama tetap lo ya, Diah ikut mama satu minggu”


"terserah mama saja lah, asal mama senang" akhirnya perdebatan itu di menangkan oleh mama Adrian

__ADS_1


__ADS_2