Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
Ada apa An?


__ADS_3

setelah kepergiannya selama satu minggu bersama ibunya Adrian, kini orang tua Adrian sudah kembali lagi ke surabaya untuk menanti kelahiran cucu pertamanya


tak terasa satu minggu berlalu dan Hari ini adalah hari wisuda Wulan, ada rasa yang kurang di hatinya, bagaimana tidak , wisudanya tidak di hadiri oleh keluarganya, ia tak mau merepot kan keluarganya hanya untuk kesenangannya, apalagi orang tuanya mabuk perjalanan kalau harus melakukan perjalanan jauh


Dia teringat, waktu itu saat ia masih bekerja di surabaya, saat mengantarkan barang tiba-tiba sebuah mobil menyerempetnya, membuat semua teman kerjanya khawatir hingga Mira, bosnya Wulan menelfon keluarganya dan mengatakan kalau Diah kecelakaan


Sontak membuat kedua orang tuanya kalang kabut, mereka menyusul Diah ke surabaya, tapi sayangnya sesampai di surabaya ,ibuk Diah malah harus di rawat di rumah sakit karena kehabisan cairan akibat mabuk perjalanan, bapaknya sebenarnya tak jauh beda , tapi sedikit lebih baik di banding ibuk nya


Itu hanya sampai surabaya, ia tak bisa memikirkan bagaiman kalau sampai ke Jakarta, alhasil Wulan hanya meminta doa dari fc saja, hape nya sudah lebih baik ya sekarang setelah bekerja di Jakarta, sudah bisa buat fc, lagian sekarang apa-apa harus online kalau hpnya masih jadul mana bisa


Dia juga tak mau berharap banyak jika bosnya mau menyempatkan diri untuk menghadiri acara wisudanya, kalau mau minta Dion buat nemenin, nggak enak juga, kan dia juga harus kerja


Rasanya sangat nggak enak jika harus ngeliat semuanya datang dengan orang-orang yang di sayangi, ada yang datang dengan orang tua, ada yang datang dengan kekasih, mereka saling berfoto bersama


“ah sekarang tiba giliran ku ...” wajahnya sangat lesu sambil berjalan menuju fotografer


“sama siapa mbak fotonya ...?” tanya si fotografer, yang di balas dengan senyum kecut oleh Wulan

__ADS_1


“saya sendiri pak “


“baiklah mari mbak, duduk di sana, memang mana pasangannya mbak?” sambil menggiring Wulan untuk duduk


“saya belum punya pasangan pak”


“wah ..., gadis secantik mbak , masak belum punya pasangan sih ...” lagi-lagi hanya senyum kecut yang di tampilkan Wulan


Saat kamera hendak mengambil gambar Wulan tiba-tiba dua pria secara bersamaan berdiri di samping kiri dan kanan Wulan


‘wah sekarang bagus “ ujar sang fotografer sambil mengambil beberapa gambar


Wulan pun tak kalah terkejutnya dengan mereka berdua, ia merasa keheranan dengan kedatangan mereka secara bersamaan


Setelah menyelesaikan sesi fotonya Wulan segera menghindar dari keramaian, ia tak mau membuat gaduh di acara wisudanya, tanpa aba-aba kedua pria itu pun mengikuti langkah Wulan (Diah)


“Wulan”

__ADS_1


“Diah”


Secara bersamaan mereka memanggil gadis yang sudah mulai menjauh dari mereka, meraka pun saling pandang sebentar lalu kembali mengejar Diah (Wulan)


Sesampainya di taman Wulan (Diah) langsung berhenti dan menetralkan perasaannya yang sedang berkecamuk


“wulan”


“Diah”


Setelah melihat Diah (Wulan) berhenti mereka pun memanggilnya bersamaan satu kali lagi


“ada apa kalian ke sini?” tanya Diah datar, mencoba menyembunyikan perasaannya


“saya ingin menemani wisudamu” lagi-lagi dua pria itu bersamaan


“bolehkah aku bicara padamu berdua” Anwar langsung mendahului Adrian, Wulan pun tak menjawab dia hanya meminta persetujuan pada Adrian, mendapatkan tatapan itu membuat Adrian mengangguk, ia segera menjauh dari Wulan dan Anwar berdiri, walau pun seperti itu dia tetap menatap mereka dari balik kaca jendela, ada rasa sakit yang menjalar saat melihat Wulan berdua dengan orang yang pernah mengisi hari-hari Wulan

__ADS_1


Setelah Adrian meninggalkan mereka , terlihat mata Diah yang sudah mulai berkaca-kaca, hingga terlihat matanya mulai memerah karena menahan butiran itu agar tidak jatuh


“ada apa An...?”


__ADS_2