
‘pak..., pak...., pak Adrian ...” karena tak kunjung mendapat sahutan, Wulan memutuskan untuk masuk
Di dalamnya ia mendapati sebuah kamar yang lumayan besar, tapi sayangnya bertepatan dengan masuknya Wulan ke dalam kamar, pintu kamar ,mandi terbuka
“Aaaaaa.....” Wulan berteriak sekencangnya sambil menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya
“Aaaaa ....” Adrian tak kalah terkejutnya saat mendapati Wulan berada di dalam kamarnya
“ke ke kenapa kau ada di dalam kamarku ?” tanya Adrian tergagap sambil sedikit berteriak karena kini ia hanya memakai sehelai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya sedangkan bagian atas polos tanpa tutup memperlihatkan dada bidangnya
“atau jangan-jangan kamu sengaja mengintip ya ...”
“maaf pak saya nggak sengaja, saya Cuma mau nanya dimana kamar saya pak” Wulan masih tetap dengan menutup mukanya tak bergerak dari tempatnya
“ya sudah kamu keluar dulu, aku mau ganti baju ...” masih dengan berteriak
“ba baik pak ...” karena terburu-buru saat membalikkan badannya kakinya tersandung karpet
Bruukkk
Tapi ternyata yang jatuh bukan Wulan melainkan sang bosnya karena mereka menginjak karpet yang sama, salah satu bagian karpet tertarik oleh kaki Wulan sedang yang bagian lainnya menarik sebelah kaki Adrian, Adrian pun tersungkur kelantai
“auhg ....” sambil menahan sakit, Adrian mencoba bangun dengan wajah yang sudah memerah
“maafkan aku pak ....” Wulan sudah melangkahkan kakinya hendak membantu Adrian berdiri
__ADS_1
“stooppp ...., berhenti di situ ...” teriakan sang bos membuat langkah kaki Wulan terhenti
“kenapa pak ...?” tanya Wulan heran
“aku tak mau tambah sial, keluar dari kamar ku sekarang, aku mau pakek baju dulu ...”
“baik pak” dengan wajah kecewa Wulan keluar dari kamar, setelah menunggu lima menit,
akhirnya sang bos sudah keluar dengan memakai baju santainya
Adrian menunjukkan kamar Wulan yang ternyata berada di sebelah kamar Adrian
“jangan lupa besok pagi siap-siap karena mama sama papa pulang kesini”ucap Adrian sebelum meninggalkan Wulan
“baik pak”
“nggak tau pak”
“makanya jangan sok tahu”
“trus apa yang harus saya lakukan?”
“jangan kesiangan bangunnya, siapakan sarapan”
“Cuma itu ...?”
__ADS_1
“emang kamu mau apa lagi ....?”
“nggak ada”
brerrrtttt brerrrtttt
Obrolan mereka harus terhenti saat ponsel Adrian tiba-tiba berdering, akhirnya kini Wulan bisa bernafas lega, walaupun Adrian bukan tipe bos yang angkuh dan arogan tapi tetap saja kalau berdekatan dengan bosnya itu membuat perasaannya tak nyaman
Pagi ini Wulan terlihat begitu sibuk, setelah sholat subuh ia langsung meluncur ke dapur, ia memasak beberapa makanan khas jawa timur, bukan apa , memang karena Wulan hanya bisa masak masakan yang biasa di masak ibuk nya di rumah
Jajanannya pun juga sama, ia nggak bisa membuat roti atau cake , yang ia buat sekarang malah onde-onde, nogo sari, klenyem, mendut dan untuk makanan utamanya Wulan hanya memasak soto dan pecel
“akhirnya selesai juga ...” setelah 3 jam berkutat di dapur akhirnya semua masakannya selesai, saat meregangkan otot-ototnya sambil berselonjor di lantai dapur tiba-tiba ada yang memegang pundaknya
Sreekkk
Wulan sangat terkejut, dengan cekatan ia membalik badan dan menendang kaki si pemilik tangan tanpa melihat wajahnya
Brukkk
Dan malangnya , tubuh yang mendapat serangan tiba-tiba kehilangan keseimbangan, membuatnya terjatuh tepat di atas tubuh Wulan, dia adalah Adrian
Kini tuduh Wulan berada tepat di bawah tubuh Adrian, untung Adrian masih bisa bertumpu pada kedua tangannya di lantai, wajah mereka hanya berjarak beberapa centi, mata mereka saling bertemu, ada rasa yang aneh yang menjalar di hati mereka
Deg deg deg
__ADS_1
(kenapa jantung ini, kenapa jantungku rasanya ingin meledak, apa aku mulai terkena serangan jantung ya, gara-gara selalu di jahili sama si bos ya)batin Wulan
(berhenti jantung ....., jangan keras-keras getarnya, jangan sampek si cupu ini tau ...) batin Adrian