
seandainya aku yang akan menikah denganmu apakah boleh ...” ya itu yang tiba-tiba di ucapkan Adrian
Mendengarkan pernyataan bosnya, tangis Wulan yang masih tersedu itu seketika terhenti dengan mata melotot tak percaya
“apa maksud pak Adrian?” Diah masih tak percaya dengan perkataan bosnya, ia masih berusaha mencerna apa yang baru saja ia dengar
"apa aku nggak salah dengar ya? batin Diah masih tak percaya, tapi malah Adrian mendekatkan dirinya ke tempat Diah berdiri, hingga Diah memundurkan langkahnya, tapi sayang masih kalah cepat
Cup
Tiba-tiba sebuah ciuman dari bibir Adrian mendarat di kening Wulan
“ayo pulang, kita harus siap-siap ke Surabaya, kak Mira melahirkan” Adrian pun sambil berjalan terlebih dahulu meninggalkan Wulan yang masih mematung tak percaya dengan yang baru saja terjadi
Ternyata di jauh sana ada dua mata yang sedang mengamati, awalnya ia ingin menghampiri Diah saat dr Anwar pergi, tapi langkahnya terhenti saat orang lain terlebih dulu menghampiri Wulan, dia adalah Dion, ia benar-benar tak percaya melihat perlakuan bosnya kepada Diah
__ADS_1
“aku tak bisa bersaing dengan mu bos ...., mungkin memang dia bukan jodohku, selamat ya Diah, aku mencintaimu, tapi aku yakin kak Adrian lebih mencintaimu, karena aku mengenalnya seperti mengenal diriku sendiri”
Dion tampak bermonolog seorang diri sambil telap menatap Diah dan Adrian dari belakang
Ya Dion, Adrian dan Febian di besarkan di lingkungan yang sama, mereka besar bersama-sama, keluarga Dion sudah lama bekerja pada keluarga Adrian, hingga kini Dion menggantikan posisi ayahnya menjadi sopir keluarga Adrian
Ia tau bagaimana Adrian tumbuh, bagaimana hubungan asmara majikannya itu, sebenarnya Dion juga kuliah, tapi ia lebih suka tetap menjadi sopir keluarga adrian, walaupun Adrian juga memberi posisi lain selain sebagai sopir dia juga tangan kanan Adrian
Dion sudah seperti sahabat sekaligus saudara untuk Adrian, walaupun mereka tidak pernah menunjukkannya di tempat umum, hingga kini pun yang Diah tau bahwa Dion hanya sebatas supir karena mereka selalu bersikap formal kalau di depan umum
Tapi semenjak bertemu dengan Diah, Adrian tampak menjadi suka berbicara, Adrian yang mulanya pendiam dan sangat dingin kini sudah kembali sisi humorisnya, itu semua karena tingkah-tingkah Diah, kecerobohan Diah, kepolosan Diah
Sebenarnya penghianatan seperti apasih yang di lakukan oleh wanita yang ia cintai sehingga bisa membuat seorang Adrian menjadi pribadi yang berbeda, nanti akan kita ungkap ya di lain episode
“dimana ini Dion nya, malah nggak ada ...” saat sampai di depan mobilnya yang terparkir tak menemukan Dion
__ADS_1
“Dion ikut ...?” tanya Diah pada Adrian yang masih celingukan mencari keberadaan Dion
“maaf bos ..., aku ke toilet dulu tadi ...” tiba-tiba Dion datang dengan sedikit berlari
Plekk
sebuah tepukan mendarat di bahu Dion
“ayo cepet, kita siap-siap ke Surabaya ...” Adrian menepuk bahunya memberi aba-aba untuk cepat masuk ke dalam mobil
“baik bos ...” Dion pun segera memutari mobil, masuk dan duduk di balik kemudi
Setelah semuanya masuk kedalam mobil, mobil pun melaju, di dalam mobil terjadi keheningan sesekali Adrian melihat ke arah Diah, tapi Diah masih setia dengan kediamannya yang menanap nanar ke balik kaca mobil, melihat lalu lalang jalanan, Dion tetap fokus tengan jalanan, walaupun sesekali melihat ke belakang memalui kaca kecil di depannya
Mereka sampai di rumah besar ini, mereka masih diam bdengan dunianya masing-masing, mereka memasuki kamarnya masing-masing,
__ADS_1