Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
dapat jodoh barengan


__ADS_3

Siang ini Diah benar-benar bertamu ke rumah pak Antok, tapi jangan di tanya Adrian si bos jail itu tetap ngintil di belakang Diah,


walaupun di tatap dengan tatapan tak suka oleh Diah, Adrian malah tersenyum jail


Diah merasa tidak nyaman dengan tingkah Adrian


“assalamualaikum ...” sapa Diah dari balik pintu teras rumah sedang Adrian sudah langsung duduk di kursi teras


"pak jangan duduk dulu, belum dipersilahkan" Diah pun sedikit berbisik pada Adrian, belum sampai Adrian berdiri, sudah mendapat sahutan dari dalam rumah


“wa'alaikum salam...” buk Ani muncul dari dalam rumah dan menjawab salam dengan ramah, buk Ani adalah istri dari pak Antok


“eh ... Diah, kok baru nongol to, padahal pulangnya dari kemarin, pye kabar kamu nduk (gimana kabar kamu)?”


“maaf budhe, kemarin pulangnya sudah malam jadi langsung tidur, katanya pak dhe sakit ya budhe?”


“iya nduk, pak dhemu strok, ayo nduk masuk dulu” bu Ani nggk menyapa Adrian karena Adrian tak terlihat karena masih duduk di balik punggung Diah


“hemmm”tiba-tiba deheman menghentikan obrolan mereka yang masih di depan pintu


“Anwar ...”Diah begitu terkejut saat mengetahui Anwar ternyata berada di rumah,


begitu juga dengan Adrian , dia kaget ternyata rumah besar itu rumah dr Anwar

__ADS_1


“iya nduk, kalian kok bisa barengan pulangnya, tapi Anwar pulangnya 2 hari lebih dulu soalnya di kabarin kalau bapaknya sakit, oh iya ayo masuk dulu”


"maaf buk, apa saya juga boleh masuk?" tanya Adrian yang langsung berdiri karena merasa belum di sapa


"oh iya. , ayo mari mari ....."


akhirnya setelah pembicaraan panjang itu buk Ani mempersilahkan masuk juga


Akhirnya bu Ani mempersilahkan mereka duduk yang juga di ikuti oleh Anwar


“oh iya budhe lupa, ini siapa ya?” bu Ani sambil menunjuk ke Adrian


“beliau bosnya Diah buk namanya Adrian” tapi belum ****** membuka mulutnya, Anwar sudah lebih dulu mengenalkan Adrian sebagai bosnya Diah


“perkenalkan nama saya Adrian Diwantara, calon suami Diah” pernyataan Adrian disambut keterkejutan dari Diah dan Anwar.


Tapi lain dengan buk Ani , ia tersenyum bahagia


“duh ..., slamet ya nduk, ternyata dapet jodohnya juga bisa bersamaan, Anwar juga sebentar lagi menikah, eh kamu juga” jawab buk Ani


Tapi suasana siang itu semakin canggung, sebenarnya ada rasa bersalah di hati Anwar karena kurang sabar menunggu Diah, tapi dia lebih memilih mencari pengganti Diah


Adrian terlihat tersenyum puas sambil memicingkan matanya kepada Diah, Diah yang di pandang hanya bisa membulatkan matanya dengan ekspresi kesalnya

__ADS_1


“disini kamu berani ya melotot padaku, tapi manis sekali” batin Adrian


“pak Adrian, dasar bos gila, aku harus bilang apa sama orang-orang, dia enak habis buat berita heboh, wusss .... dia pergi, pulang ke tempatnya, sedang aku ..., aku tetap disini, mau taruh mana mukaku ...” batin Diah


“rasanya kesal sekali ..., tapi apa boleh buat itu memang keputusannya, bahkan aku sudah tahu kenyataannya sebelum ini kalau dia calon suami Diah, aku harus rela ...” batin Anwar


“ya sudah kalau gitu aku masuk dulu ya, biar aku panggil pak dhe mu” bu Ani membuyarkan lamunan mereka


“iya budhe” jawab Diah


Setelah bu Ani masuk, mereka bertiga berbincang ringan, menanyakan hal-hal kecil untuk membuyarkan kecanggungan di antara mereka


“dr Anwar sejak kapan di rumah, tau kalau sama-sama pulang, kita barengan” tanya Adrian membuka obrolan


“sebenarnya nggak berencana untuk puylang, tapi karena di bri kabar kalau bapak sakit jadi langsung pulang” jawab Anwar


“wah ... dr Rani tidak ikut ya?” tanya Adrian kembali walaupun pertanyaan itu di tujukan pada Anwar tapi pandangan Adrian tak pernah beralih dari Diah


mendengar nama dr Rani di sebut, alir wajah Diah menjadi berubah muram dan itupun di sadari oleh Adrian


“dia masih ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal, nanti kalau pekerjaannya sudah selesai dia janji akan datang,(Anwar menghembuskan nafasnya berat)


trus kapan rencananya akan nikah?” Diah yang dari tadi hanya sebagai pendengar tersedak oleh salivanya sendiri

__ADS_1


__ADS_2