
Malam hari
Adrian tampak tersenyum memandangi foto yang terpajang di sudut kamar kecil itu, ia tampak berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada. begitu gagah dan berwibawa
“ternyata dia mengganti fotonya” gumam Adrian
“apa yang kau lakukan?” Diah yang baru masuk segera menutup kembali pintunya
“aku sedang melihat fotoku, dan ternyata benar ya aku memang sangat tampan, pantas saja kau tak bisa terlepas dari pesonaku” Adrian pun dengan senyum menggoda
“cih ..., jangan mulai ya ..., awas saja kalau kau sampek tebar pesona, ku gorok lehermu” Diah sudah cemberut memalingkan wajah dari suaminya, tapi tanpa di sadari tiba-tiba sepasang tangan kekar sudah melingkar di pinggangnya
“apa yang kau lakukan ..., aku masih kesal ya , jangan macam-macam” ancam Diah dengan wajah kesalnya
“tidak, aku Cuma mau satu macam sayang ...”
Cup
Sebuah kecupan mendarat di pipi Diah, Diah yang terkejut seketika terdiam, rasanya semua urat syarfnya benar benar tak berfungsi dengan baik, pipinya seketika memerah
__ADS_1
“aku ingin kamu jadi milikku seutuhnya, apakah boleh aku ...” Adrian membisikkan di dekat telinga Diah hingga hembusan nafasnya bisa di rasakan oleh Diah begitu dekat, bagai hipnotis , Diah tak mampu menjawabnya ia hanya menjawab dengan anggukan
Adrian pun langsung membopong tubuh Diah dan merebahkannya di atas ranjang, bibirnya sudah saling bersentuhan
Dan malam itu terjadilah yang seharusnya terjadi antara suami istri, Diah sudah bisa menerima Adrian sebagai suaminya dengan sepenuh hati, mereka melewati malam itu dengan penuh cinta
***
Pagi ini
Dengan wajah sumringah Diah menjemur pakaian, memang tak ada mesin cuci sehingga Diah harus mencuci pakaiannya dengan manual
“mas, jika capek biar aku kerjakan sendiri, aku sudah terbiasa melakukannya” Diah pun merasa tidak enak dengan suaminya, jelas saja seumur-umur mungkin baru sekarang Adrian mencuci baju
“aku nggak pa pa sayang, aku seneng bisa melakukan semua pekerjaan ini, ini benar-benar pengalaman yang tak terlupakan” jawab Adrian santai, memang itulah tujuan Adrian berlama lama tinggal di desa, ia inggin benar-benar merasakan kehidupan yang sama yang di alami istrinya
***
Siang ini
__ADS_1
“bapak mau kemana?” tanya Adrian saat melihat pak Darman hendak pergi dengan membawa sebuah sabit dan tali
“itu, bapak mau cari rumput buat kambing” jawab pak Darman ramah
“boleh nggak aku ikut pak, saya pengen belajar cari rumput?”
“jangan, nanti kamu gatal-gatal di sawah, nak Adrian nanti bisa kepanasan”
“aku mohon pak, nggeh ...” Adrian memelas sambil menggunakan bahasa jawa seadanya
“nggeh ..., wah mantuku ini sudah bisa basa jawa, ya sudah kalau memaksa , ayo ...”
Akhirnya pak Darman mengijinkan Adrian ikut, Adrian benar-benar senang, ia mengikuti kemana pun pk Darman pergi,
pk Darman juga mengajari Adrian bagaiman cara mencari rumput, walaupun tak semahir pak Darman, tapi ia Lumayan bisa dapat rumput
ada rasa bahagia di hati Adrian saat melakukan semua kegilaan itu, bagaimana tidak gila, seorang pemilik perusahaan, walaupun tidak terlalu besar tapi cukup sukses malah memilih melakoni hidup sebagai seorang petani desa walaupun hanya untuk beberapa minggu.
walaupun tubuhnya gatal gatal dan harus di beri minyak supaya meredakan rasa gatal nya, Adrian benar benar menikmati perannya sebagai orang desa
__ADS_1
Diah yang melihat suaminya begitu antusias melakoni hidup sebagai orang desa, benar-benar tak menyangka, ada orang yang benar-benar mencintainya dengan tulus