
Acara pun telah usai, tamu-tamu pun satu persatu sudah mulai meninggalkan kediaman pak Darman, kini hanya tinggal kerabat pak darman dan keluarga Adrian
“nak mama sama papa nggak bisa tinggal di sini karena papa besok harus melakukan perjalanan bisnisnya keluar kota jadi kami harus pulang, nggak pa pa kan” pamit mamanya Adrian pada Diah
“nggak pa pa kok ma, lain kali masih banyak waktu untuk menginap di sini, oh iya mbak Mira sama kak Bian juga mau pulang ya?” yang di tanya pun ikut menoleh karena juga tampak berkemas
“iya sayang, maaf ya nggak bisa lama di sini,soalnya kan si kecil di tinggal, nanti kalau si kecil udah besar pasti kami ajak ke sini” sahut Mira
“makasih ya mbak” Diah pun segera memeluk Mira mantan bosnya itu
“untuk apa?” Mira yang mendapat pelukan tiba-tiba sungguh terkejut
“karena sudah memperkenalkanku dengan keluarga ini” sambil mata diah mengedar ke seluruh keluarga Adrian
“kamu nggak usah sungkan, memang itu tujuanku dari awal kok” mendengar pernyataan Mira , Diah benar benar tak menyangka
“jadi ini rencana mbak Mira ya”
“ya 20% nya rencana ku dan sisanya adalah takdir” Mira sambil mengedikkan kedua bahunya
__ADS_1
"pantas saja, kenapa aku bisa nggak curiga ya"
"karena kamu terlalu polos" jawaban Mira yang asal di sambut tawa semua keluarga
Sekarang giliran Bian yang mendekati adik kesayangannya
“hei jagoan ...” sapa Bian pada Adrian dengan sapaan kecilnya, karena Bian memang paling memanjakan adiknya itu
“kak, aku bukan anak kecil lagi, kalau kakak lupa aku sekarang udah nikah jadi jangan panggil aku seperti itu” dan hal itu hanya di sambut dengan tawa semua yang ada di ruangan itu
“ok, tuan muda Adrian, cepat buatkan teman untuk jagoan kecilku, Kevin pasti menginginkan teman” kevin adalah putra Bian dan Mira yang baru saja di lahirkan
“kakak jangan khawatir , itu akan segera kami proses”
“wah terimakasih kak, kakak benar-benar pengertian sekali”
“ya iya lah, kakak tau impianmu sejak kecil ingin merasakan kehidupan di desa kan, jadi nikmati peranmu sebagai pemuda desa yang penurut, jangan menyusahkan istrimu”
“cih ..., emang aku anak kecil apa”
__ADS_1
“sudah-sudah jangan ribut terus nggak enak sama pk Darman dan Bu Kasih” mama Adrian memotong perdebatan mereka
“oh iya ngomong-ngomong mana bocah nakal itu, dari tadi nggak kelihatan?”
“aku di sini bos ...” Dion yang di cari segera menampakkan diri
“dari mana saja kamu bocah?” tanya Adrian sambil menoyor kepala Dion
“ish ..., kakak ini, biasa urusan anak muda kak” keluh Dion sambil mengusap kepalanya
“selama aku di sini, jaga perusahaan, jangan sampai bangkrut, awas saja kalau aku tahu kamu Cuma main-main”
“siap bos” jawab Dion sambil menaruh satu tangannya ke kepala seperti memberi hormat
Setelah percakapan panjang itu akhirnya kini keluarga Adrian benar-benar meninggalkan kediaman keluarga pak Darman, tak lupa mereka juga berpamitan dengan pak Darman dan Bu Kasih
Kini di rumah itu tinggal keluarga Diah dan beberapa kerabat saja untuk bantu-bantu bersih bersih, dan beberapa orang EO
Nggak ada tamu, kalian istirahat saja” perintah bu Kasih
__ADS_1
“nggeh bu” jawab Diah, Diah pun segera memasuki kamarnya, ia segera menutup pintu kamar, ingin segera mengganti bajunya, rasanya gerah memakai baju pengantinnya terus, tapi iya tidak sadar ada yang memandangnya kesal dari luar
“apa dia lupa aku ini suaminya, disa-bisanya dia masuk kamar dan menggunciku di luar kamar, dasar ceroboh” Adrian sudah menggerut, akhirnya iya memilih duduk di kursi ruang tamu