Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
asisten apa calon istri


__ADS_3

Walaupun berkomentar pedas, Adrian tetap mengetikkan beberapa nomor di benda pipih itu, dan menyerahkan kembali pada pemiliknya.


“nih gue balikin, cupu ....” Adrian mengedipkan matanya sebelah sedikit mengejek, dan segera masuk ke dalam apartementnya


Diah yang masih terpaku, menggerutu kesal sambil menginjak-injakkan kakinya ke lantai


“dasaaarrrr..., bos nyebelin ....” “kamu yang kuat Diah, ini Cuma batu krikil yang harus kamu lewati ..., sabar” akhirnya Diah memotivasi dirinya sendiri


di kamar Adrian


"masak yang seperti itu sih yang kakak kirim buat aku, dia itu cupu sekali, kampungan, nggak modis" omel Adrian sambil melakukan fc dengan Bian di seberang sana


"kamu jangan salah, dia itu kalau di perhatikan cantik loh, memang kakak cari nya yang seperti itu, dia ngak suka belanja, sederhana, mandiri, telaten, cocoklah untuk ngurus kamu ...." Bian tak mau kalah


"sebenarnya kakak ini mau cariin aku asisten apa istri ...." gerutu Adrian

__ADS_1


"kalau bisa sih dua duanya .....hahaha" tampak di seberang sana sedang tertawa puas


tanpa permisi Adrian langsung mematikan fc secara sepihak, Adrian sudah mendengus kesal sambil melemparkan benda pipih itu asal dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang sudah di rindukan


***


Setelah masuk kedalam apartement, Diah terheran-heran dengan isi apartemennya, rasanya seperti mimpi saat gadis kampung bisa tinggal di apartemen semewah ini, dengan pasilitas yang sangat lengkap, di sana ada dua kamar yang luas, kamar mandi yang di lengkapi dengan bathup dan air hangat, bahkan di kampung, untuk mandi air hangat Diah harus bersusah payah terlebih dahulu berjibagu dengan kayu bakar dan asap begitu juga dengan panasnya api


Kini tinggal pencet air hangat sudah siap, dapurnya pun sudah dilengkapi dengan peralatan masak yang canggih, bahkan sebagian besar Diah tidak tahu cara menggunakanya


Setelah puas menyusuri seluruh ruangan , diah pun segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk, tanpa terasa matanya mulai terpejam karena nyamannya kasur empuk dan rasa lelah karena belum sempat beristirahat setelah datang dari surabaya


***


Di tempat Anwar

__ADS_1


Kini Anwar telah lulus dengan menempuh waktu pendidikan 3 tahun, kini Anwar resmi menjadi dokter muda dengan predikan lulusan tercepat tahun ini, di usianya yang masih 21 tahun, merupan prestasi yang luar biasa dengan luluisan terbaik di universitasnya,


Hubungannya dengan Rani pun semakin dekat saja, bahkan orang tua Rani pun sering meminta Anwar untuk melamar Rani, karena orang tua Rani tahu perasaan Rani pada Anwar


“selamat ya nak, kamu menjadi mahasiswa terbaik”


“terima kasih om, ini semua juga berkat dukungan om dan Rani”


“kapan kira-kira kamu akan melamar anak saya, kamu kan sudah lulus, masalah pekerjaan kan bisa membantu saya mengelola rumah sakit”


Mendengar desakan orang tua Rani, Anwar hanya bisa tersenyum, karena sejatinya Anwar hanya menganggap Rani sebagai sahabatnya, karena hatinya masih sepenuhnya milik Diah


Anwar masih berharap suatu saat dia masih bisa di pertemukan lagi dengan Diah dan menjadi sepasang kekasih


“papa ini apaan sih, kang Anwar masih mau melanjutkan studinya pa” Rani pun menjelaskan pada orang tuanya, supaya salah paham ini tidak berlarut-larut, walaupun ia mencintai Anwar tapi dia tidak mau memaksakan perasaannya pada Anwar, dia memang selalu berharap suatu saat Anwar akan menerimanya sebagai orang yang akan mengisi hati Anwar dan menggeser posisi Diah di hatinya

__ADS_1


“kalian kan bisa tunangan dulu, baru Anwar melanjurkan pendidikannya” ayahnya Rani tampak memaksa, memang di mata ayahnya Rani ,Anwar adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab


__ADS_2