
“sebelum kita mulai meetingnya lebih baik saya pesankan minim dulu ya” Rani segera memanggil pelayan
“mau pesan apa mbak?” tanya pelayan dengan ramah
“saya orange jus saja, akang berdua mau minum apa?” rani menawarkan pada Anwar dan Adrian
“coffelatte...” Adrian dan Anwar menyebutkan secara bersamaan
“wah kalian kok bisa punya selera yang sama sih” Rani pun terheran, di ikuti tawa dari kedua cowok di depannya
“sepertinya kita akan cepat akrab dokter”
“ya aku suka yang seperti ini”sahut Anwar
Pelayan yang mencatat pesanan masih setia berdiri di samping meja mereka “apa masih ada lagi tuan?” tanya pelayan lagi
“tambah satu gelas ice cocholate ya” Adrian menambahkan satu gelas lagi pada pesanannya
Pelanyan pun segera menganggu dan mencatatkan pesanannya, dan segera undur diri
“jadi anda tidak sendiri, coba aku tebak, pasti dengan pacarnya” Rani mencoba menebak
__ADS_1
“anda salah tuan putri ..., dia asisten saya” jawab Adrian
“wah saya tersanjung sekali di panggil tuan putri, tapi maaf saya sudah punya tunangan”
“benarkah, sayang ya saya kalah cepet ...” goda Adrian dengan senyum ramahnya
“dan tunangan yang beruntung itu sekarang ada di sini” Anwar segera masuk dalam perbincangan antara tunangannya dengan kliennya
“ternyata kalian memang pasangan yang serasih ya”
Di tengah percakapan mereka yang sedang asyik bercengkerama , dari kejauhan tampak seorang gadis dengan kerepotan membawa lembaran-lembaran berkas
Kasihan sekali memang asisten yang sedang merangkap sebagai sekertaris itu, jika seperti ini dia juga harus mengurusi segalanya
Grubyak
Tanpa sadar ternyata langkahnya terhenti karena telah menabrak sebuah kursi yang letaknya tepat di samping bosnya duduk, al hasil berkas\-berkas yang sudah mulai rapi harus jatuh berhambur ke wajah sang bos, bukan Cuma itu, tubuhnya pun lolos mendarat kelantai di bawah kursi sang bos
Auwwh
“maaf pak saya tidak sengaja” dengan segera Wulan membereskan berkas yang berserakan di lantai
__ADS_1
“dasar ceroboh” Adrian pun tampak menahan kesalnya
“maafkan kekacauan yang di buat oleh asisten saya ya” sudah di pastikan bagaimana malunya wajah Adrian yang sudah mulai memerah
Setelah selesai merapikan kembali berkasnya, Wulan pun segera mencoba untuk berdiri, tapi sialnya, oh bukan ..., cerobohnya dia tidak tau kalau berbarengan dengan dia berdiri, pelayan yang sedang membawa nampan tepat berada di samping dia yang mencoba berdiri, alhasil
Pyaarrrr
Sikunya menyenggol nampan yang di bawa pelayan, untung si pelayan pandai menjaga keseimbangan , jadi cukup satu saja gelas yang oleng, segelas orange jus dengan mulusnya jatuh tepat di kemeja klien bosnya
Auhg
Si pemilik kemeja pun terkejut dan segera berdiri, mengibas\-ngibaskan tangannya di depan kemejanya yang sudah basah terkena jus
“maaf tuan saya tidak sengaja” pelayan pun segera menunduk dan minta maaf, walaupun dia tahu siapa yang bersalah di sini
“iya tidak apa-ap ....” Anwar belum sempat menyelesaikan kata-kata melihat si pelaku langsaja ng terpaku
Wulan segera menaruh semua berkasnya di pangkuan sang bos, dengan sigap mengambil beberapa lembar tisu di dalam tasnya , dan dengan segera mengelap keneja klien bosnya “saya benar-benar minta maaf tuan, saya benar-benar tidak sengaja” masih terus dengan aktifitasnya
Tapi tanpa sadar si pemilik kemeja telah menatapnya dengan pandangan yang berbeda, tanpa menjawab permintaan maaf dari Wulan, sedang Wulan yang merasa tak menerima jawaban atas permintaan maafnya, kecemasannya bertambah besar karena rasa bersalahnya pada bosnya, karena telah mengacau dengan segala kecerobohannya
__ADS_1