Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)
kenapa gandengan


__ADS_3

“Wulan kau tidak pa pa?” Adrian yang melihat Wulan berbeda semenjak pertemuan tadi siang membuat nya penasaran


“aku .....” Wulan tampak gelagapan dengan pertanyaan bosnya yang tiba-tiba “aku tidak apa-apa pak, sungguh ...” Wulan pun berusaha meyakinkannya


“baiklah, ayo makan malam sekalian aku ajak kamu jalan-jalan” tampa permisi si bos langsung menggandeng tangan Wulan


Mereka sampai di taman kota, menikmati berbagai kuliner bandung, tak jarang sangbos mengajak asistennya itu untuk menaiki berbagai permainan


“gimana kamu senang ...?” Wulan menghentikan tawanya saat si bos menanyainya “aku senang pak, terima kasih”


Tampa di sadari sedari tadi si bos menatapnya dengan penuh arti, artinya apa ya \(kenapa tawanya begitu indah, aku suka ...\) gumam bos dalam hati, Cuma dalam hati ya



Mereka menghabiskan malam panjangnya di taman hiburan, sejenak menghilangkan keluh kesah yang ada, tanpa terasa jam sudah menunjuk ke angka 12.30


“sudah malam, ayo kita kembali ...” Adrian sebenarnya enggan meninggalkan tempat itu, tapi apa daya iya tak mampu menghentikan waktunya sejenak hanya untuk melihat senyum dari gadis itu

__ADS_1


Uluh-uluh...., puitis pisan ei.... (bahasa saya kok jadi sunda ya) author


“aku belum mau pulang, aku suka di sini” bantah Wulan


“ingat besok kita masih ada janji, besok malam kita kesini lagi”


“baiklah” walau pun enggan,akhirnya dia mengiyakan ajakan bosnya


Sepanjang perjalanan Wulan tak hentinya mengoceh, bicara panjang lebar, seolah iya lupa kalau yang sedang di ajak bicara kini adalah bosnya, tapi ya memang itu lah Wulan, kalau boleh jujur pasti si bosnya sampai pengen tutup hidung, eh salah maksudnya tutup kuping




Tiba\-tiba di dalam mobil itu menjadi hening, karena penasaran sang bos pun langsung menoleh ke gadis di sampingnya


“pantas saja diam, tidur ....” si bos pun tetap melajukan kendaraannya hingga memasuki area hotel

__ADS_1


“wulan bangun...., sudah sampai ....” Adrian menepuk pundak Wulan pelan , tapi si pemilik pundak tak juga bangun, Adrian memperhatikan wajah asistennya , tangannya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu


“aku tidak tahu apa yang sedang kau tutupi, tapi aku akan berusaha membuatmu tetap tersenyum” guman Adrian pelan sambil matanya tak lepas memperhatikan wajah cantik nan polos di depannya


Apa boleh buat karena Wulan tak juga bangun, akhirnya Adrian terpaksa membopong Wulan hingga sampai di kamarnya


“merepotkan sekali” setelah berhasil menidurkan Wulan di tempatnya, Adrian tampak meregangkan otot-ototnya yang kaku dan menselaraskan nafasnya


Pagi ini Wulan dan si bos siap\-siap menuju ke rumah sakit, tempat di mana mereka akan bertemu lagi dengan Anwar dan Rani, sebelum mereka berangkat Rani sudah mengirimkan lokasinya kepada asisten plus sekertaris Adrian, tapi taukah kalian sebetapa tak menentunya hati asisten itu



Setelah sampai di lokasi Adrian segera menggandeng tangan Wulan, dia tidak akan meninggalkannya lagi, kenapa ya?


“pak kenapa harus gandengan?” Wulan tampak protes


“kenapa sekarang mesti protes, biasanya nggak kan?” Adrian balik bertanya

__ADS_1


“bukan seperti itu, apa tidak aneh jika kita bergadengan ...., di lihat orang” Wulan merasa tidak nyaman karena mereka hanya sebagai bos dan asistennya, rasanya sengat tidak etis jika berjalan bergandengan


__ADS_2