JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
1. CANDA TAWA SAHABAT FILLAH


__ADS_3

...“Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.”...


...(Ali bin Abi Thalib)...


………………………………………………………………………………


Ketika senja datang, langit pun mulai menyadari arti penting sebuah asa. Langit yang tadinya terang kini berubah menjadi gelap. Burung berhenti terbang seolah sedang berdoa pada sang maha kuasa.Karena saat senja bisa menjadi titik dimana manusia merenungi apa yang telah dilakukannya.


Seusai melaksanakan ibadah sholat Maghrib nya, dalam sebuah mesjid yang tidak begitu jauh dari tempat kediamannya pemuda itu meneruskan ibadah sunah lainnya. Kedua bibir itu basah karena lafadz - lafadz dzikir dan tasbih yang ia lantunkan sebagai wujud syukurnya kepada sang Ilahi Rabbi hingga waktu sholat Isya' pun tiba.


.


.


.


"Shodaqollahul adzim...." Seru sang pemuda berwajah tampan nan teduh itu usai membaca ayat demi ayat suci Al Qur'an yang ia lantunkan tadi. Ia tutup dan mencium kitab suci itu lalu meletakkan kembali pada tempat khusus.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum."


Terdengar suara ketukan pintu diiringi dengan ucapan salam dari beberapa orang dibalik pintu rumahnya.


"Wa'alaikum salam..." Jawabnya dengan suara agak dikeraskan agar suaranya bisa didengar oleh tamu diluar.


"Sebentar." Sambungnya sambil lalu bergegas untuk membuka pintu menyambut tamunya.


Setelah pintu terbuka, nampak lah 3 orang lelaki yang seumuran dengannya yang sedang cengar cengir tak jelas.


Eh, masyaAllah trio fillah ternyata.. tak kirain siapa?" Sambut sang pemuda itu pada tiga orang tamunya dengan senyuman teduhnya yang selalu tersungging di bibirnya.


"Ayo ayo masuk." Sambung lelaki itu mempersilahkan ketiga tamunya masuk. Setelah dipersilahkan duduk ketiganya pun duduk disusul sang tuan rumah.


"Wah... Ada apa nih kalian rame-rame datang kemari?" Tanya lelaki tampan itu dengan senyuman teduhnya. Tampaklah ketiganya saling senggol menyenggol membuat si tuan rumah keheranan.


"Emmm... Anu Thar, anu... Itu..." Ucap salah satu diantara mereka bertiga dengan gugup.


"Apa sih kalian ini?" Tanya pemuda yang bernama Athar itu heran.


"Ah... Kamu Dhil, ngomong aja pake anu itu anu itu, ngomong tuh yang jelas." Celetuk Zidan, lelaki yang duduk di samping kiri Fadhil tiba-tiba.

__ADS_1


"Ehmmm... itu Thar, si Fadhil lagi kelaperan dari tadi siang belum makan, tapi masalahnya dia itu lagi bokek, jadi dia kesini mau numpang makan ditempat kamu." Tutur Zidan menjelaskan.


Mendengar tuturan dari Zidan Athar pun tersenyum - senyum. Sedangkan Fadhil membelalakkan matanya mendengar ucapan Zidan. Dia menoleh pada Zidan lalu berkata untuk protes.


"Lho lho lho... Piye toh... Kok malah aku..." Protes Fadhil tidak terima.


"Lah iya kan kamu bilang gitu tadi." Ucap Zidan.


"Ya tapi kan bukan cuma aku yang mau numpang makan, kamu kan mau numpang makan juga disini." Ucap Fadhil tetap protes.


"Ah, kamu Dhil, Dhil. kalo ngomong suka bener." Ucap Zidan kemudian sambil nyengir kuda. Ke tiganya pun tertawa mendengar ucapan Zidan.


"Ya udah, kalau gitu yuk kita makan sama-sama. Kebetulan ana tadi habis masak, tapi ya gitu, masakan sederhana aja. Gak papa kan...?" Tawar Athar pada ketiganya.


"Let's go!" Ucap Zidan dan Fadhil antusias dan langsung beranjak menuju meja makan.


Raka yang dari tadi diam menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya itu.


"Temen kamu tuch Thar." Ucapnya pada Athar.


"Temen antum juga kan..." Sahut Athar yang langsung dianggukkan oleh Raka.


"Yuk kita makan juga" Ajaknya kemudian.


Athar tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala dengan kelakuan ketiga sahabatnya itu. Kemudian Ia menyusul mereka untuk makan malam bersama.


Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke sofa ruang tamu, berbincang-bincang sambil bercanda tawa bersama.


Dan ditengah-tengah canda tawa mereka, Raka mengingat sesuatu lalu berkata:


"Thar, by the way kita berapa lama ya disini?" Tanya Raka pada Athar.


"Ana belum tahu pasti sih. Yang ana tahu kurang lebih satu bulanan lah, tapi lihat-lihat nanti aja lah, gimana-gimananya nunggu info dari pak kiyai dulu." Jelas Athar pada teman-temannya. Ketiganya pun manggut-manggut.


"Berarti kajiannya dimulai dari besok kan ya?" Tanya Raka lagi.


"Yup, insyaAllah besok sudah dimulai." Jawab Athar pasti.


"Wah, berarti kita disini akan lama juga dong. Asseeekk" Celetuk Zidan tiba-tiba.


"Kenapa kamu Dan, kok kayak seneng banget gitu tinggal lama-lama disini?" Tanya Raka pada Zidan yang tampaknya sangat senang berlama-lama ditempat itu.

__ADS_1


"Yaaa lah, harus itu. Yaaa kali aja disini ada ukhty yang menarik hari ane, hehehe" Jawab Zidan konyol.


"Astaghfirullah... Dan, Dan. Niatmu itu lho..." Seru Raka sambil geleng-geleng. Si Zidan malah nyengir kuda.


"Walah... bakalan kangen aku iki sama simbok." Sahut Fadhil sambil menghela nafas panjang.


"Huuuu emang dasarnya aja kamu Dhil, anak mami" seru Zidan.


"Eits salah, aku bukan anak mami." Ralat Fadhil.


"Lha trus anak siapa dong?"


"Ya anak simbok lah!"


"Huuuuu sama aja keles..."


"Beda dong..."


"Up to you lah!"


Ya, Athar di tugaskan untuk mengisi kajian disalah satu mesjid daerah oleh seorang kiyai menggantikan guru mereka yang saat ini juga tengah mendapatkan tugas keluar negeri. Tepatnya di Mesir. Raka, Fadhil dan Zidan di ikut sertakan untuk mendampingi Athar selama waktu yang belum ditentukan.


Usai ngobrol serta bercanda ria bersama, Zidan, Raka dan Fadhil pun pamit undur diri dan kembali ke kostan mereka masing-masing yang tak jauh dari rumah kontrakan Athar. Sebenarnya niat mereka mau kost di tempat yang sama. Namun karena kostan itu full dan hanya tinggal tiga kamar, akhirnya Athar lah yang mengalah dan mencari tempat tinggal lain yang tak jauh dari kostan ketiga sahabatnya itu, yaitu sebuah kontrakan kecil.


Bahagia rasanya hati seorang Ammar Barra Atharrazqa memiliki tiga sahabat seperti Raka, Zidan dan Fadhil. Selain asik mereka juga sahabat Fillah yang baik dan pengertian.


"Sahabat Fillah". Begitulah Athar menyebut mereka bertiga.


"Semoga kita bisa terus bersahabat bersama, saling menguatkan dan saling mengingatkan bila kita lalai dalam kewajiban kita. Semoga Allah selalu meridhoi di setiap langkah kita. Aamiin ya Allah." Ucap Athar dalam doanya sambil memandang ketiga trio sahabat fillahnya yang tengah melangkah pergi meninggalkan kontrakannya.


Setelah ketiga sahabatnya hilang dari pandangannya, Athar kembali masuk kedalam kontrakannya. Tak lupa ia menutup serta mengunci pintu.


Setelah bersih-bersih dan berwudhu, Athar beranjak ke tempat tidurnya. Berbaring disana dan terlelap dalam tidur nyenyaknya setelah baca doa sebelum tidur.


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...

__ADS_1


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗


__ADS_2