JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
15. PERTEMUAN 2


__ADS_3

..."Ketika tiba saatnya bagi jiwa untuk bertemu, tidak ada apa pun di bumi yang dapat mencegah mereka untuk bertemu dimana pun masing-masing berada. Ketika dua hati ditakdirkan untuk satu sama lain, tidak ada jarak yang terlalu jauh, tidak ada waktu yang terlalu panjang, dan tidak ada cinta yang lain yang dapat memisahkan mereka."...


...(Jaime Lichauco)...


……………………………………………………………………………


"Tapi Nada gimana...?" Ucap Athifa ragu.


"Nada kita kasih tahu lewat pesan aja nanti. udah ayo cepetan, gue takut si Kayra berulah, diakan bar-bar." Ujar Nury sambil menarik tangan Athifa agar mengikutinya mengejar Kayra. Mau tak mau Athifa mengikuti Nury menyusul sahabat bar-bar yang satu itu.


Kayra melangkah kan kakinya sambil celingak-celinguk mencari keberadaan sahabat fillah, terutama sosok Mohammad Zaidan Ali Al Fatih.


Sampai di ambang pintu keluar area BEM FAI, ternyata sang pujaan hati ada disana. Kayra tersenyum senang.


"Kak Zidan!" Panggil Kayra kencang.


Mendengar namanya dipanggil Zidan berhenti melangkah dan membuat langkah ketiga sahabatnya ikut berhenti.


"Kenapa Dan, kok berhenti?" Tanya Athar heran.


"Sebentar, kayak ada yang nyebut nama ane gitu." Ucap Athar pelan.


"Mana? Gak ada kok." Sahut Fadhil.


"Perasaan kamu aja kali Dan." Timpal Raka yang berada disampingnya.


Zidan hanya manggut-manggut meski ragu. Mereka kembali melangkahkan kakinya.


"Kak Zidan, tunggu!!!" Panggil Kayra lagi lebih keras sambil berlari kecil kearah Zidan dkk.


"Tuh kan bener, ada yang manggil nama ane." Seru Zidan pada sahabat fillah dan di angguki oleh mereka.


Mereka berempat menoleh dan membalikkan badannya kebelakang secara serentak. Dan terlihatlah oleh mereka seorang gadis manis berambut sebahu tengah berlari kecil menuju mereka berempat.


"Hai... Eh,, As... Assalamu'alaikum kakak-kakak semua..." Sapa Kayra terbata-bata karena gugup saat sudah sampai dihadapan keempat sahabat fillah.


"Wa'alakaikum salam." Sahut mereka berempat ramah menjawab salam Kayra dengan perasaan bingung terhadap gadis manis dihadapan mereka itu.


"Kak Zidan apa kabar?" Basa-basi Kayra pada Zidan sok akrab. Athar, Raka dan Fadhil reflek menoleh pada Zidan seolah bertanya siapa.


Sedangkan Zidan mengerutkan keningnya.


"Saya?" Tanya Zidan balik sambil menunjuk dirinya sendiri. Kayra mengangguk.


"Saya baik. Maaf... Siapa ya?" Tanya Zidan hati-hati.


"Yah kak Zidan kok lupa sih... Aku Azkayra. Itu yang waktu di kafe dulu." Kayra berusaha mengingatkan Zidan.


"Kafe...?" Zidan Berusaha mengingat.

__ADS_1


"Ya, kafe dekat masjid itu. Waktu itu kak Zidan lagi nungguin temen-temen kakak dikafe sambil bersholawat. Dan aku gadis yang ada di depan meja kakak waktu itu. Apa... Masih belum ingat?" Jelas Kayra panjang lebar berharap Zidan ingat kepadanya.


"Oh... Yang itu toh." Ucap Zidan setelah mengingatnya. Kayra mengangguk antusias.


"Ya. Saya ingat sekarang. Maaf ya..."


Saat Kayra ingin bicara lagi, tiba-tiba ada yang menarik kuping sebelah kanannya membuatnya mengadu kesakitan.


"Aduh, aduh sakit!" Seru kayra sambil menahan tangan seseorang yang tengah menjewernya. Hal itu tak luput dari perhatian keempat laki-laki dihadapan mereka.


"Bagus ya Kay, main tinggal gitu aja. Kita jadi ngos-ngosan ngejar lo." Ucap Nury dengan mode galak bak ibu tiri.


"Nury udah dong, malu tuh di lihat sama mereka." Bisik Athifa sambil menunjuk pada para pria dihadapan mereka.


Menyadari keberadaan mereka, reflek Nury menurunkan tangannya dan tersenyum kikuk.


Mereka pun berkenalan satu sama lain dan berbincang-bincang ala kadarnya.


Sementara Nada yang sudah kembali dari toilet tidak menemukan keberadaan para sahabatnya di aula. Nada pun melangkah kembali keluar dari aula tersebut dan mencari para sahabatnya sambil bertanya-tanya pada beberapa mahasiswa yang ia temui


"Maaf, lihat temen-temen saya nggak?" Tanya Nada pada dua orang gadis yang ia temui di koridor area BEM FAI.


Deg...


Degub jantung Athar tiba-tiba terasa berpacu kencang saat terdengar suara lembut dari seseorang. Dan seseorang itu adalah Nada yang tak jauh dari tempatnya berada. Reflek tangannya memegang dada bidangnya.


"Masya Allah... Suara itu..." Lirih Athar sambil memejamkan matanya. Sedangkan tangannya tetap pada posisi yang tadi.


"UNA!!!"


Pandangan keempat pria itu pun mengikuti ke arah mereka memandang.


Nada yang mendengar suara para sahabatnya pun menoleh ke sampingnya. Senyum teduh menghiasi wajah cantiknya yang terbalut hijab besarnya.


DEG!!!


Jantung Athar kembali berdetak kala melihat senyuman Nada yang menawan dan kali ini semakin keras degubannya.


"Astaghfirullahal adzim... Ya Allah,,, senyuman itu seperti.... ah Nggak, nggak mungkin dia. Tapi dia kan gadis yang waktu di depan masjid itu ya." Gumam Athar dalam hati.


Nada melangkah menghampiri para sahabatnya. Mereka mengajak agar Nada berkenalan dengan para pria tampan dihadapan mereka.


Nada pun mengiyakan ajakan teman-temannya untuk berkenalan.


Deg....


Kali ini jantung Nada yang berdetak kencang saat mata indahnya menjurus pada sosok Athar.


"Pria ini kan yang kemaren-kemaren waktu di depan masjid itu. Tapi kenapa jantungku tiba-tiba merasakan hal ini lagi ya, sama seperti waktu itu..." Gumam Nada dalam hati.

__ADS_1


Sekitar sepuluh detik dua pasang mata itu saling beradu.


"Ehemmm"


Suara deheman dari salah satu diantara mereka membuyarkan tatapan dua pasang mata itu. Keduanya sama-sama memutuskan kontak mata mereka masing-masing dan juga sama-sama beristighfar dalam hati. Athar jadi salah tingkah dihadapan teman-temannya. Apalagi Nada yang langsung menundukkan pandangannya.


"Terpesona... Aku terpesona... Memandang memandang wajahmu yang manis..." Tiba-tiba saja Fadhil bersenandung guna meledek Athar.


"Ciyeee ada yang tersepona nih ceritanya sama Una kami." Sahut Nury menyambung ledekan Fadhil.


"Tenang saja ustadz Athar, si Una belum ada yang punya. Dia ini masih jomblo kok." Timpal Athifa.


"Ya, Jomblo fii sabilillah..." Kayra ikut menimpali.


Entah kenapa hati Athar terasa senang dan tenang saat tahu kalau Nada masih jomblo. Itu berarti gadis berhijab itu belum ada yang punya.


"Kalian tenang saja, si Athar teman kami ini juga lagi jofis lho..." Ujar Raka sambil merangkul bahu Athar.


"Wah pas banget dong kalo gitu, sama- sama jofis berjodoh." Ucap Kayra riang.


"By the way... Lo kan jomblo juga, Kay..." Ledek Athifa tiba-tiba tak mengenakkan. Tapi itu tidak berpengaruh bagi seorang Kayra. Bahkan dengan entengnya Kayra berkata....


"Gue kan sudah ada kak Zidan, jadi bentar lagi gue jadi mantan jomblo dong." Ucapan yang begitu santai dan enteng. Membuat Athifa dan Nury memutar bola matanya malas.


Sementara Zidan jadi salah tingkah mendengarnya ucapan Kayra yang sangat santai itu.


"Masya Allah... Terimakasih ya Allah.... Akhirnya ada yang kepincut juga sama si babang Zidan!" Seru Fadhil meledek Zidan.


Zidan hanya mendengus mendengar ledekan Fadhil.


Hal itu membuat Athifa dan Nury tertawa terbahak yang akhirnya dapat teguran halus dari sang pawangnya. Nada.


"Athifa, Nury... Kalian perempuan kan..."


"Ups... SIAP UNA!!!" Sahut keduanya serempak. Nada tersenyum mendengarnya.


"Gadis sholeha yang begitu menjaga marwah para sahabatnya." Gumam Athar dalam hati sambil tersenyum samar.


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗

__ADS_1


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘


__ADS_2