JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
37. CALON MENANTU


__ADS_3

..."Kata orang, anak adalah anugerah terindah bagi setiap orang tuanya. Seorang anak akan menjadi tempat limpahan kasih sayang tanpa tepi bagi orang tuanya. Seorang...


...anak adalah pelipur lara bagi orang tuanya. Tapi mengapa tidak denganku?"...


...(Azkayra Aulia Nafis)...


………………………………………………………………………………


Deg!


"Mata itu ... mata itu kenapa seperti tidak asing, seperti aku pernah melihat bahkan memilikinya." gumam pria paruh baya itu dalam hati saat matanya bersibobrok dengan mata Kayra.


Sementara Kayra tertegun namun tatapannya datar dan sulit diartikan pada pria paruh baya itu.


"Oh, jadi si manja lebay ini anak dari si penghianat ini ...." pikir Kayra dalam hati.


"Ck, Papi kok malah bengong sih? Bukannya marahin anak sial itu, gimana sih Papi ini." ucap Ibu Anita protes.


"Sudahlah Anita, gak usah di perpanjang lagi, masalahnya kan cuma masalah sepele saja, kenapa harus ribut seperti ini?" ucap suami Ibu Anita.


"What masalah sepele kata Papi? Ini putri kita kesakitan lho, Pi. Kalo kulit Debby bener-bener sampe lecet gimana? Kasihan Debbynya kan, Pi." protes Ibu Anita pada suaminya.


"Ya, tapi nyatanya gak lecet kan, Nit .... gak usah diperpanjang lagi." ucap suami Ibu Anita lagi.


Kayra hanya menggeleng-geleng kepalanya menyaksikan perdebatan keluarga itu.


"Eh, mo kemana lho ...?! teriak Debby saat melihat Kayra ingin pergi.


"Ya pergi lah, ngapain juga gue disini? mo nonton perdebatan kalian?" ucap Kayra membalikkan tubuhnya kembali.


"Kurang ajar banget sih lo!" hardik Debby lalu menarik tangan Kayra dan mendorong tubuh Kayra tapi malah Debby yang terdorong balik karena Kayra menepis tangan Debby dengan kasar. Anita dan suaminya terkejut. Reflek suami Anita mengangkat tangan kanannya ingin memukul Kayra. Namun urung karena suara lantang dari seorang pria seumurannya menghentikan niatnya.


"Jangan sentuh putri saya dengan tangan kotormu!" Semua menoleh pada arah suara itu. Kedua orang tua Debby terkejut dengan hadirnya dua orang beda jenis seumuran mereka.


"E–Erik? Ra–dha ...." lirih suami Anita terbata-bata.


Pak Erik dan Bu Radha juga terkejut melihat keberadaan dua orang paruh baya yang sangat mereka kenal. Terutama Bu Radha yang saat ini hatinya sangat bergemuruh kala matanya menatap tajam pada suami Anita.


"Firman ...." gumam keduanya.


Segera Ibu Radha menghampiri Kayra.


"Sayang, kamu gak papa, Nak?" tanya Ibu Radha sambil memeriksa seluruh tubuh Kayra.


"Kay gak papa, Ma." jawab Kayra pelan.


Bu Radha memeluk Kayra sangat erat. Ibu Radha juga mencium seluruh wajah putrinya dengan penuh kasih sayang, membuat Kayra tersenyum haru..


"Kalian apakan putriku?" sulut Ibu Radha.


"Oh, jadi anak sialan ini anak kalian? Pantas saja, gak tahu diri, sama-sama kampungan!" hardik Bu Anita pada Bu Radha.

__ADS_1


"Astaghfirullahal Adzim ... kamu gak berubah ya, Nita. dari dulu sukanya menghina orang." ucap Ibu Radha sambil geleng-geleng kepala.


"Dan kamu Firman, kenapa kamu ingin memukul putriku?" tanya Ibu Radha dengan tatapan tajamnya pada Pak Firman.


"A–aku tadi reflek, maaf." sahut Pak Firman terbata-bata seraya menatap Bu Radha dan Kayra bergantian.


"Papi, kenapa Papi malah minta maaf sama mereka, anak sial ini sudah buat putri kita kesakitan, jelas dia yang salah, jadi dia yang harus minta maaf sama kita, terutama sama Debby." protes Ibu Anita tidak suka permintaan maaf Pak Firman pada Ibu Radha.


"Putriku tidak akan berbuat macam-macam jika tidak ada yang memulainya duluan. Putriku tidak akan mengganggu orang lain jika tidak ada yang mengusiknya duluan. Jadi jaga omonganmu itu, Anita. Gak usah menyalahkan orang lain jika anakmu sendirilah yang memulainya duluan!" ucap Ibu Radha tegas.


"Dari dulu kamu tidak berubah, Firman. TIDAK TEGAS!" tandas Pak Erik.


"Awas saja kamu, sedikit saja kamu menyentuh putriku Azkayra, kamu akan berhadapan langsung denganku, Firman!" sambungnya lagi tak kalah tegasnya.


"Az–Azkayra ...?" ucap Pak Firman tertegun saat mendengar nama yang tak asing baginya. sekelebat bayang- bayang dan ingatan masa lalu terlintas di pikirannya.


Flasback on


"Mas, nanti kalau anak kita sudah lahir mau dikasih nama apa?" tanya seorang perempuan cantik berhijab yang tengah duduk bersandar pada tubuh seorang laki-laki yang tak lain adalah suaminya.


Sang suami tersenyum lalu menyentuh serta mengelus-elus perut istrinya yg mulai membuncit.


"Kan kita belum tahu jenis kelaminnya, Sayang." sahut sang suami dengan suara lembutnya.


"Ya dikira-kira aja lah, Mas ...." rengek manja sang istri.


"Emmm ... apa ya ..." sang suami mulai berfikir.


"Ish, lama amat sih, Mas mikirnya! Kita buat dari gabungan nama kita saja, Mas " ucap sang istri dengan rona wajah cemberut lucu, membuat sang suami terkekeh.


"Firza Al Azmi? Masya Allah, nama yang indah, kalo perempuan apa Mas ...?"


"Kalo perempuan apa ya ...?" Sang suami kembali berpikir


"Gimana kalo Azkayra?" usul Zafira.


"Azkayra Al Azmi ...?"


"He'em, Azkayra. Azka–Fira."


"Siap Ratuku!"


Kedua pasang suami istri itu tertawa bahagia bersama.


Flashback off


"Tunggu! Maksudmu ...Azkayra Al Azmi?" tanya Pak Firman penasaran.


"AZKAYRA AULIA NAFIS AL FAJRY!" tegas Pak Erik penuh penekanan di setiap ucapannya.


"Kenapa Fir? Apakah Azkayra mengingatkanmu pada sesuatu atau seseorang?" selidik Bu Radha dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


Pak Firman tak menjawab pertanyaan Bu Radha. Ia hanya diam terpaku dengan pikirannya yang melayang terbang ke masa lalu.


Tanpa mereka sadari perdebatan mereka dari tadi dilihat oleh sepasang mata. Zidan. Ya setelah dari toilet tadi Zidan kembali menemui Kayra. Namun ia urung mendekat karena melihat perdebatan antara keluarga Kayra dengan keluarga pak Firman.


"Ehem, Kayra maaf ya sudah menunggu lama, tadi lagi antri di toilet." ujar Zidan saat menghampiri mereka. Semua atensi tertuju pada Zidan.


"Ya, gak papa, Kak." sahut Kayra seraya tersenyum pada Zidan.


"O-M-G ... ganteng banget ... eh kenalin, gue Debby." ucap Debby memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya pada Zidan.


Kayra menepis kasar tangan Debby. Membuat Debby dan Bu Anita terkejut.


"Gak usah pake ulur tangan segala. Percuma bukan mahram. Dilarang bersentuhan dengan lawan jenis!" ucap Kayra ketus. Zidan tersenyum tipis dengan ucapan Kayra.


"iiiihhh" Debby geregetan sehingga menghentak-hentakkan kakinya.


"Kamu Ustadz Zidan, kan? Salah satu personil dari Sahabat Fillah?" tanya Pak Firman yang sedari tadi tatapannya tertuju pada Zidan.


"Ya, Pak. Betul." jawab Zidan sambil tersenyum ramah.


"Kamu–"


"Dia CALON MENANTUKU!" ujar Pak Erik tiba-tiba. Membuat semuanya terkejut. Apalagi Bu Radha, Zidan dan Kayra. Reflek ketiganya menoleh pada Pak Erik dengan tatapan melongo.


"Maksud kamu?"


"Nak Zidan calon suami putriku, KAYRA. otomatis calon ME-NAN-TU-KU!" jelas Pak Erik sambil melirik-lirik ke arah istrinya.


"Aamiin." Kayra mengamini dalam hati sambil senyum-senyum.


Bu Radha pun mengerti dengan maksud suaminya.


"Jadi jangan coba-coba ada yang berniat merebutnya dari putriku!" sambung Bu Radha setelah mengerti maksud suaminya.


"Maksudmu apa? siapa?" tanya Pak Firman heran.


"Tuh, lihatlah anak kesayanganmu yang sedari tadi matanya tak berkedip memandang Nak Zidan. Sepertinya anak manjamu itu juga suka sama calon menantuku." tunjuk Bu Radha tertuju pada Debby. Semua atensi tertuju pada Debby.


"Ingat ya, Fir aku gak mau ya kejadian di masa lalu sampai terulang lagi di masa sekarang. Ingetin putri kesayanganmu itu agar tidak memiliki sifat yang sama seperti ibunya. Merampas kebahagiaan orang lain dengan cara merebut suami orang dan bahkan ia tega memfitnah seorang istri shalihah berselingkuh dengan pria lain!" Bu Radha mulai emosi saat mengingat penderitaan seseorang.


"Jaga ucapanmu, Radha!"


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.

__ADS_1


Terima kasih kakak 💗


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘


__ADS_2