
..."Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan."...
...(Buya Hamka)...
………………………………………………………………………………
"Ukhty tidak apa-apa...?" Tanya Zidan pada gadis yang memunggunginya itu.
Gadis itu membalikkan badannya sehingga berhadapan langsung dengan Zidan.
"Masya Allah... Ya Hulwah!!" Seru Zidan dalam hati
Selanjutnya mata mereka berdua saling bertemu. Namun hal itu tak berlangsung lama karena Zidan secepatnya memutuskan tatapan matanya dengan gadis manis itu seraya beristighfar tiga kali.
Namun tidak bagi gadis manis berambut sebahu itu. Mata indahnya terus saja menatap wajah tampan lelaki yang kini masih berdiri dihadapannya yang telah membuat jantungnya terus berdebar-debar.
"Entah dari mana datangnya cowok setampan ini...keren banget!" Gumam Gadis itu dalam hatinya dengan posisi tetap pada keterpakuannya dalam menatap wajah rupawan Zidan
Ditatap selama itu oleh seorang gadis membuat tubuh Zidan gemetaran. Keringat dingin karena gugup mulai terasa pada tubuhnya. Membuat Zidan semakin menundukkan wajahnya meski sesekali matanya sedikit melirik pada wajah gadis itu.
"Ehemmm..." Zidan mendehem pelan. Membuat si gadis manis itu tersadar dari lamunannya.
"Afwan... Anti tidak apa-apa...?" Sekali lagi Zidan bertanya pada gadis manis itu.
Bukannya menjawab pertanyaan Zidan, gadis itu malah mengulurkan tangannya pada Zidan. Membuat lelaki tampan itu mengernyitkan keningnya tak mengerti.
"Gue Kayra, tepatnya Azkayra Aulia Nafis." Gadis yang ternyata bernama Kayra itu tiba-tiba memperkenalkan dirinya pada Zidan. Sementara Zidan tersenyum mendengarnya lalu berkata :
"Memangnya tadi ana bertanya nama anti?" Tanya Zidan dengan sedikit menggoda Kayra. Mendengar ucapan Zidan membuat Kayra memanyunkan bibirnya. Membuat Zidan yang kebetulan tengah melirik jadi gemas. Kembali Zidan beristighfar.
"Memangnya tidak boleh apa kalo aku kenalan sama kakaknya?" Sahut Kayra dengan nada cemberut.
"Boleh kok, em..." Belum sempat meneruskan ucapannya, nada-nada sholawat tiba-tiba terdengar mengalun dari ponsel Zidan. Ternyata dari Fadhil.
"Sebentar ya, sahabat ana nelpon" Ucap Zidan yang di respon dengan anggukan oleh Kayra.
"Halo, Assalamu'alaikum Dhil...."
".........."
"Oh, langsung lo balik nih?"
".........."
__ADS_1
"Ok, siap!"
".........."
"Ya, wa'alaikum salam..." Zidan mengakhiri obrolannya dengan Fadhil. Di letakkannya kembali ponselnya di saku di balik jaketnya.
"Maaf ukhty, ana mo balik dulu ya, temen-temen ana sudah pada nungguin di luar. Ya udah Assalamu'alaikum!" Ucap salam Zidan seraya beranjak melangkahkan kakinya agak terburu-buru.
"Wa'alaikum salam... Eh, tunggu dulu! Siapa nama kakaknya?!" Tanya Kayra gelagapan.
Zidan berhenti melangkah dan sejenak menoleh kebelakang.
"Zidan!" Jawab Zidan singkat lalu kembali lagi ia melangkahkan kakinya keluar dari kafe untuk bertemu dengan Fadhil, Athar dan Raka.
"Kak Zidan...? Nama yang Indah, seindah suaranya..." Gumam Kayra pelan sambil senyum-senyum mengingat obrolan singkatnya tadi dengan Zidan. Seorang laki-laki yang telah membuat jantung hati Kayra bergetar hebat.
Dan ternyata apa yang terjadi pada Kayra dari tadi tak luput dari pandangan dua gadis yang tak lain adalah Athifa dan Nury. Sahabat dari Kayra.
Setelah kepergian Zidan, mereka berdua menghampiri Kayra.
"Ciyeeee yang habis ketemu cogan..." Godaan Nury yang secara tiba-tiba membuat Kayra kaget.
"Iiih, Nury apaan siiiih...ngagetin tahu nggak!"Gerutu Kayra malu-malu.
"Roman-romannya ada yang lagi jatuh cinta pada pandangan pertama nih..." Sahut Athifa.
"Apa sih kalian... Gak ada senengnya amat sama temen yang lagi happy!" Kayra menggerutu pada kedua sahabatnya itu.
"Ya deh iya, ikut seneng kok... Kami dukung malah jika lo mau." Ucap Athifa.
"Tapi... Lo yakin mau sama cowok tadi?" Tanya Nury agak ragu.
"Kenapa emangnya...?" Tanya Kayra balik.
"Ya bukannya apa-apa sih... Cuma kan cowok tadi kayaknya bukan tipe lo banget deh Kay, jauh banget malah!" Jelas Nury pada Kayra.
"Ya... Itu kan dulu, sekarang mah udah ganti haluan... Hehehe" Jawab Kayra sekenanya.
"Huuuuu terserah lo lah kay, gue lah cuma bisa do'akan dan support lo doang." Ucap Nury kemudian.
"Eh tunggu, kata lo tadi tuh cowok pinter sholawat. Apa jangan-jangan dia ya yang dimaksud sama tiga cogan bin alim tadi di masjid?" Terka Athifa tiba-tiba.
"What? Tiga cogan? Berarti mereka berempat dong...?" Tanya Kayra antusias.
__ADS_1
"Iya ya, by the way mereka kayak F4 aja ya, hehehe." Celetuk Nury sambil terkekeh.
"Ya, tapi F4 versi pesantren!" Sahut Athifa kemudian. Mereka bertiga tertawa happy. Setelahnya mereka melanjutkan makan siang di kafe itu.
"Eh kita makan yuk, gue udah laper banget nih dari tadi" Ajak Athifa seraya mengambil tempat duduknya dan diikuti oleh Nury dan Kayra. Salah satu dari mereka memanggil seorang waiters untuk memesan makanan. Setelah hidangan tersaji mereka bertiga pun mulai menikmati makanan yang ada di hadapan mereka dengan lahap karena mereka memang benar-benar sudah sangat lapar.
Sementara diluar kafe....
Zidan melangkah menghampiri Athar, Raka dan Fadhil. Setelah dekat ia mengucap salam pada ketiga sahabat Fillahnya itu.
"Assalamu'alaikum" Sapa Zidan pada ketiga sahabatnya dengan salam. Ketiganya menoleh ke arah Zidan lalu menjawab salam Zidan secara bersamaan.
"Wa'alaikum salam..."
"Eh, Dan. Gimana perut anta, udah baikan?" Tanya Athar setelah Zidan berada ditengah-tengah mereka.
"Ya Alhamdulillah udah mendingan dari pada yang tadi pagi." Jawab Zidan singkat sambil tersenyum.
"Makanya Dan, jangan kebanyakan makan sambal kalo gak mau sakit perut kayak tadi pagi." Ucap Raka menasehati.
"Habis mo gimana lagi Ka, masakan Athar enak banget sih, jadinya gak tahan sama godaan. Tak sikat aja dari pada mubazir ya nggak Dhil...." Ucap Zidan berkilah.
"Yo'i!" Sahut Fadhil mengiyakan.
Zidan tersenyum dengan tanggapan Fadhil
"Huuu dasar emang kamu Dan, Dan." Seru Raka.
Athar hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat perdebatan Raka dan Zidan.
"Kita sholat Ashar dulu yuk, habis itu kita balik. Ana sudah gak sabar pengen rebahan!" Ajak Fadhil pada ketiga sahabatnya dan dijawab dengan anggukan oleh mereka.
Mereka berempat kembali lagi masuk ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat Ashar berjamaah. Bergabung dengan jamaah lainnya seperti tadi sewaktu sholat Dzuhur.
Selesai sholat Ashar berjamaah, mereka berempat pun keluar lagi dari masjid itu dan kembali ke kostan mereka masing-masing. sementara Athar kembali ke kontrakannya sendiri.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
__ADS_1
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗