
..."Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”...
...(QS. Ath-Thalaq: 4)...
………………………………………………………………………………
"Khumaira kecil calon bidadari surga, insya Allah." Khaira terkekeh setelah membaca tulisan putranya yang seperti tulisan anak SD.
"Ada-ada saja kamu le, masih kecil sudah ngerti sama bidadari surga." ucap Khayra sambil geleng-geleng kepala.
Khayra membalik kertas foto itu.
Deg!
Betapa terkejutnya Khayra saat melihat wajah siapa yang ada dalam foto itu. Saking terkejutnya sampai-sampai ia reflek berdiri.
Tangannya gemetar memegang foto seorang gadis kecil berhijab sambil mengatupkan kedua tangannya di dadanya seraya tersenyum imut.
"Masya Allah, Allahu Akbar!" seru Khayra lalu menutup mulutnya dengan tangan kirinya.
"Ja–jadi ... dia ... Ya Allah, apakah ini adalah pertanda dari-Mu, pertanda bahwa hamba harus melaksanakan wasiat dari bibi Fatimah?" Antara percaya tak percaya, yakin tak yakin secepat kilat Khayra membereskan kamar putranya termasuk memasukkan kembali foto putranya seperti semula namun dalam bingkai figura yang berbeda.
***
Athar kembali melihat-lihat sosial medianya setelah beberapa hari tidak membukanya.
tetesanembuntsqn
tetesanembuntsqn "Terkadang waktu yang singkat memiliki kenangan yang hebat dan berkesan.
Meski saksi bisu telah hilang terhapus, namun di hati tetap bersemayam segala kenangan singkat nan indah.
Athar membelalakkan matanya saat melihat foto postingan dari blog private seseorang yang kurang lebih dua bulan ia follow.
__ADS_1
"Masya Allah ... aku, aku telah menemukannya. Alhamdulillah ya Allah benarkah ini? Benarkan dia dirinya? Tapi aku harus gimana?" Athar bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Ia keluar dari dunia mayanya lalu berpikir apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Athar yang ingin kembali membuka sosial medianya diurungkannya karena tiba-tiba ada panggilan masuk pada ponselnya.
Ummi is calling ...
"Hallo, assalamu'alaikum Ummi bidadarinya abi ...." sapa Athar diiringi dengan godaan pada ibunya.
"Wa'alaikum salam sayangnya Ummi ... piye Le kabarmu di sana?" sambut salam Ummi yang dilanjutkan menanyakan kabar keadaan anaknya.
"Alhamdulillah baik Ummi, kalo Ummi gimana?"
"Alhamdulillah Ummi di sini juga baik, Nak. Sebenarnya Ummi ada perlu sana kamu, Le." Ummi langsung ke intinya.
"Perlu apa, Mi? Dari nada bicara Ummi kok kayaknya serius ya?" tanya Athar penasaran.
"Beberapa hari yang lalu nenek Fatimah telah berpulang Le, ada pesan wasiat yang beliau tujukan ke Ummi. Tapi Ummi tidak bisa menceritakannya lewat telepon. Ini menyangkut kamu dan cucu beliau. Kalo kamu gak sibuk, kamu pulang dulu ya Nak ke Surabaya." tutur Ummi meminta putranya untuk pulang.
"Innalillahi wainna ilaihi roji'un ... gitu ya Mi. Emmm kalo hari ini Athar masih ada kajian di Mesjid, Ummi, tapi insya Allah akan Athar usahakan pulang besok pagi." janji Athar pada ibunya.
"Alhamdulillah, ya Nak gak papa. Kamu pulang ya besok. Lagian Ummi juga udah kangen sama kamu." ucap Ummi sok manja pada putranya.
***
Nada sedang bersih-bersih di halaman depan rumahnya. Menyapu dedaunan kering yang jatuh dari beberapa pohon yang ada di halaman depan rumahnya.
Saat sedang asiknya dengan pekerjaannya, ia dikagetkan dengan kedatangan beberapa orang laki-laki sehingga membuatnya menghentikan pekerjaannya.
"Ju–juragan Karta ...." ucap Nada gugup. Tangannya memegang erat pada sapu.
"Pucuk di cinta ulam pun tiba. Selamat sore cah ayu, wah wah wah rupanya calon istriku rajin sekali ya bersih-bersihnya, tapi tenang ... nanti kalau kamu sudah sah jadi istriku, jangankan bersih-bersih, pegang sapu saja kamu gak akan pernah melakukannya lagi cah ayu, hahaha." ucap salah satu laki-laki yang bernama juragan Karta yang sebagian rambutnya sudah memutih sambil tertawa dan yang lainnya pun juga tertawa mengikuti bos mereka.
"Maksud Juragan Karta apa? Siapa calon istri Juragan?" tanya Nada gugup. Juragan Karta dan anak buahnya malah tertawa mendapati pertanyaan Nada.
"Siapa lagi, ya kamu lah cah ayu." jawab Juragan Karta membuat Nada terkejut.
"Sa–saya?" Nada tercegat mendengarnya. "Kenapa harus saya? Tidak, saya tidak mau menikah, saya masih kuliah!" tolak Nada sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Ooo tidak bisa cah ayu, itu sudah menjadi kesepakatanku dengan nenekmu saat dia pinjam uang sama aku. Nenekmu itu aku beri waktu selama satu tahun, tapi apa? Dia sama sekali tidak membayarnya sampai sekarang. Ini sudah hampir dua tahun dia pun sudah mati dan kamu pasti juga tidak bisa membayarnya, kan?" sungguh kata-kata Juragan Karta membuat Nada bungkam dalam kebingungannya.
"Karena kamu juga tidak bisa membayarnya, maka sebagai gantinya kamu harus menikah denganku!" lanjut Juragan Karta
Deg!
"Apa? Ta–tapi Juragan kan sudah punya tiga istri, bahkan yang saya dengar Juragan baru sebulan yang lalu menikahi istri ketiga Juragan." ucap Nada seolah ingin meruntuhkan keinginan Juragan Karta.
"Hahaha, kamu benar cah ayu, dan kamu akan aku jadikan istriku yang keempat, kita menikah siri besok!" putus Juragan Karta tampa mau dibantah.
"Ni–nikah siri? Istri keempat?" lirih Nada tak percaya.
"Ya, besok siang kita nikah siri, kamu tidak usah khawatir cah ayu, semua sudah dipersiapkan oleh anak buahku. Kamu tinggal diam dirumah, duduk manis menunggu kedatanganku. Dandanlah yang cantik untuk menyambutku besok. Dan ingat! Jangan coba-coba kabur dari aku, karena aku pasti akan menemukanmu kemana pun kau lari, hahaha." Juragan Karta pun berlalu bersama dengan beberapa anak buah yang selalu mengikutinya.
"Ya Allah, astaghfirullahal 'adzim ... cobaan apalagi ini ya Robb? Berikan hamba jalan keluar agar terlepas dari paksaan juragan Karta ya Allah." lirih Nada dalam hati. Tak terasa air matanya menetes di wajah sendunya.
Nada meletakkan kembali sapu lidi pada tempatnya. Moodnya hilang untuk melanjutkan pekerjaannya.
Nada segera masuk ke dalam rumahnya. Ia menutup dan mengunci pintu rumahnya rapat-rapat lalu merosotkan tubuhnya ke lantai. Nada menangis sambil terus beristighfar. Memikirkan apa yang akan terjadi besok.
Sementara di luar sana sudah tersebar berita pernikahan siri antara Juragan Karta dan Nada yang akan dilaksanakan besok siang. Ulah siapa lagi kalau bukan ulah para anak buah Juragan Karta yang menyebar luaskan berita itu yang tentunya atas perintah oleh Juragan Karta sendiri sebelumnya.
Semua warga tak heran atas tindakan lelaki tua yang tukang kawin itu, namun mereka sangat kasihan dan prihatin terhadap nasib Nada, si gadis malang yang masih dalam berduka karena kepergian sang nenek.
Kabar itu juga telah sampai ke telinga para istri juragan Karta. Awalnya mereka bertiga geram terhadap Nada bahkan ingin melabrak Nada ke rumahnya. Namun lambat laun mereka jadi merasa kasihan terhadap Nada setelah salah satu diantara mereka tahu dan mendengar kabar kalau Nada sebenarnya juga tidak mau menjadi istri keempat suami mereka. Nada adalah korban paksaan Juragan Karta, suami mereka.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗
__ADS_1
Jangan lupa dijadikan favorit ya😘