
..."Tidak ada karib atau kerabat yang lebih setia daripada seorang teman yang menyokong dan membantu membesarkan hati memberanikan kita di dalam menempuh suatu perbuatan baik."...
...(Buya Hamka)...
………………………………………………………………………………
Di kampus....
"Ooo jadi ini cewek kampung yang sudah merebut cowok gue..." Ucap Winda tiba-tiba setelah berhadapan dengan Athifa. Mengagetkan Athifa dkk.
"Lho, dia kan perempuan yang waktu itu sedang bersama bang Kevin...?" Pikir Nada dam hati.
"Maaf maksud mbak apa ya...?" Tanya Athifa tak mengerti.
"Ck, pura-pura gak ngerti lagi, dasar cewek kampungan, pelakor lo!" Pekik Winda dengan suara keras sehingga membuat perhatian para mahasiswa yang ada disana.
"Heh, siapa sih lo, dateng-dateng ngomong gak jelas, emang siapa yang pelakor? pake teriak lagi kayak tarzan aja!" Bentak Nury pada Winda. Membuat Winda semakin emosi.
"Lo gak usah ikut campur. Gue gak ada urusan sama lo, dan urusan gue sama dia..." Ucap Winda sambil menunjuk Athifa.
"Urusan Athifa juga urusan kami, jadi mau apa lo sama sahabat kami!" Timpal Kayra dengan mata melotot pada Winda. Andai saja ada Zidan, pasti pria tampan itu akan merasa gemes melihat ekspresi Kayra yang lucu.
"Oh, jadi kalian sahabat... Pantas aja, sama-sama kampungan tahu nggak!" Hardik Winda pada keempatnya.
"Lo..." Ucapan Nury tertahan oleh Nada.
"Udah, udah. Kalian gak usah pada ribut. Gak enak di lihatin sama anak-,anak yang lain." Ucap Nada menengahi mereka.
"Dan untuk mbaknya, tolong bicaralah baik-baik. Mbak ini siapa? Emang mbaknya ada urusan apa sama Athifa?" Ucap Nada dengan suara khasnya yang lembut.
"Gue Winda, kekasih Kevin." Pernyataan Winda membuat Nada dkk. terkejut, terutama Athifa selaku tunangan bahkan kini sudah jadi calon istri dari Kevin.
"Wah, gak bener ini. Gak usah ngarang deh lo, mana ada begitu." Protes Nury tidak terima.
__ADS_1
"Ya, mbak. Maaf banget. Setahu saya bang Kevin tidak memiliki pacar atau lagi menjalin hubungan dengan seorang perempuan, dan calon mertua saya sendiri yang bilang seperti itu, mbak." Jelas Athifa dengan berusaha tenang.
"Itu kata mereka. Tapi tidak bagi gue dan Kevin. Kami itu saling mencintai dan gak bisa di pisahin." Ucap Winda lagi tapi Athifa masih ragu untuk mempercayainya. Sehingga membuat Winda berdecak kesal.
"Ck. Malah gak percaya lo." Winda membuka handbag-nya dan mengeluarkan sebuah ponsel lalu membuka aplikasi galery. Lalu menyerahkan ponselnya pada Athifa dengan kasar.
Athifa terkejut saat melihat foto-foto mesra kebersamaan Kevin dan Winda. Begitu juga dengan ketiga temannya yang ikut melihat foto-foto mesra dua orang itu. Mereka sama-sama tidak menyangka jika Kevin memang memiliki kekasih. Athifa hanya mampu menutup mulut dengan sebelah tangannya.
Winda tersenyum sinis melihat ekspresi Athifa. Dengan kasar ia mengambil kembali ponselnya di tangan Athifa.
"Gimana? Sudah percaya kan kalo gue emang kekasih Kevin. Kami sudah menjalin hubungan sejak masih SMA, cukup lama bukan?" Ujar Winda sambil tersenyum licik.
"Tapi, kata calon ibu mertua saya bang Kevin gak punya pacar." Ujar Athifa dengan suara rendah.
"Itu karena mereka gak tahu yang sebenarnya. Gue dan Kevin emang sempat pisah karena gue ngelanjutin study gue di luar negeri, tapi sekarang gue udah balik dan kami juga kembali bersama. Jadi gue saranin dan gue peringatin lo jangan coba-coba ngeganggu hubungan Gue dan Kevin lagi, apalagi sampai merebut Kevin dan minta nikahi di waktu dekat ini!" Ucap Winda sarkas. Setelah itu Winda pergi meninggalkan mereka.
Sementara Nada terkejut mendengar ucapan Winda bahwa Athifa dan Kevin akan segera menikah dalam waktu dekat. Begitu juga dengan Kayra dan Nury.
"Fa, apa maksud ucapan si cewek ondel-ondel tadi? Benar lo mau nikah dalam deket ini?" Tanya Nury mewakili Nada dan Kayra. Athifa hanya mengangguk lemah sebagai jawabannya.
"Udah Kayra, Nury. Sabar dong, coba kita dengerin dulu cerita Athifa. Harusnya kita memberi dukungan sama Athifa. Jangan menyalahkan Athifa karena itu akan menambah beban pikirannya. " Ujar Nada menasehati Kayra dan Nury. Mereka berdua mengangguk.
Akhirnya Athifa menceritakan rencana pernikahannya dengan Kevin yang diatur oleh keluarga besar Kevin. Mendengar cerita dari Athifa, membuat ketiga sahabatnya itu merasa sangat prihatin. Mereka juga merasa tidak adil untuk Athifa. Namun apa hendak dikata. Mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka hanya bisa saling merangkul, mendukung dan mendoakan kebahagiaan Athifa serta berharap yang terbaik untuk Athifa kedepannya.
***
Di kafe...
"Akhirnya lo bakal nikah bro." Ucap Darren pada Kevin yang duduk disamping kirinya. Kevin kini berada di sebuah kafe bersama dengan teman-temannya
. Mereka membawa pacar mereka masing-masing kecuali Kevin.
"Lo yakin Vin, mau nikah sama tuh cewek?" Tanya Fera pacar Darren.
__ADS_1
"Ya Vin, emang lo yakin dengan dengan pilihan bokap nyokap lo?" Sambung Sintia pacar Exel.
"Yakin lah, Athifa itu cewek yang baik, sopan, anggun, cantik lagi. Meskipun dia pake hijab tapi lumayan modis lah buat gue. Emang kenapa sih?" Ujar Kevin agak panjang.
"Ya gak papa sih, gak nyangka aja lo bakal milih tipe cewek kayak gitu." Sahut Sintia.
Kevin hanya tersenyum.
"Terus.... Winda gimana Vin?" Tanya Fera sambil menggigit bibir bawahnya gugup. Darren sang pacar menyenggol lengan Fera lalu geleng-geleng kepala pelan.
"Emang kenapa sama dia?" Tanya Kevin sambil mengernyitkan keningnya.
Fera hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kikuk. Fera dan Sintia saling lirik.
"O ya, Vin. Dulu lo bilang lo bakal nikah setelah tunangan lo sudah wisuda, tapi kenapa sekarang jadi berubah." Ucap Exel yang sedari tadi tak bicara.
"Oh...itu rencana mommy gue. Katanya sih mommy udah nggak sabar lagi pengen lihat gue dan Athifa bersanding di pelaminan.." Jawab Kevin santai.
"Kalian janji ya, pokoknya harus datang di hari akad dan resepsi pernikahan gue nanti. Kalian itu adalah sahabat-sahabat gue yang paling baik dan gue percaya, jadi gue pengen kalian juga menjadi saksi acara sakral gue." Tambah Kevin lagi penuh harap kedatangan teman-temannya nanti di acara akad sekaligus resepsi pernikahannya dengan Athifa.
Mereka berempat hanya mengangguk mengiyakan permintaan Kevin. Fera dan Sintia kembali saling melirik diiringi tersenyum penuh misteri.
To be continue to
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗
__ADS_1
Jangan lupa dijadikan favorit ya😘