
..."Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"...
...(QS. Al Baqarah, 216)...
………………………………………………………………………………
Keesokan harinya di sebuah masjid...
Sholat berjamaah Dzuhur yang di imami oleh salah satu takmir masjid itu berjalan dengan lancar, khusuk dan khidmad. Begitu juga dengan dzikir dan wiridannya.
Selang hampir setengah jam kemudian, kini tibalah saatnya acara kajian Islam. Sang ketua takmir masjid memberi tahu kepada seluruh jamaah yang ada dalam masjid tersebut kalau yang akan mengisi kajian Islam kali ini adalah seorang pemuda yang berbeda. Yaitu Ammar Barra Atharrazqa sebagai pengganti ustadz yang sebelumnya karena berhalangan tugas yang tidak bisa digantikan oleh siapapun.
Para jamaah pun manggut-manggut mengerti dan memakluminya. Kemudian sang ketua takmir masjid mempersilahkan Athar maju kedepan.
Dengan senyuman teduhnya Athar maju sedikit kedepan dan dengan santunnya ia mengawali kajiannya dengan mengucap salam.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" Salam yang begitu santun membuat hati yang mendengarnya bergetar. Terutama dari jamaah bagian perempuan yang penasaran seperti apa wajah sang pemuda itu karena memang antara jamaah laki-laki dan perempuan terpisah oleh tabir.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" Jawaban salam serentak dan kompak terdengar dari mereka yang hadir.
"Wah... kompak ya ibu-ibu dan bapak-bapak jawab salamnya. Betul-betul umat Nabi Muhammad SAW. Ini mah... Saya yakin bahwa yang ada dan hadir disini saat ini adalah hamba Allah SWT. yang sangat dermawan. Karena apa? Ya karena begitu ada yang mengucapkan salam langsung tuh dijawab. Kompak pula. Alhamdulillah..."
Yang mendengar ucapan Athar pun sedikit tertawa.
"Ok bapak dan ibu sekalian, sebenarnya sebelum saya memulai kajian Islam ini niatnya ingin bersholawat bersama terlebih dahulu. Tapi karena salah satu sahabat Fillah saya belum bisa hadir, maksud saya mau hadir tapi agak telat mungkin ya, jadi kita langsung saja kali ya kajiannya."
Para jamaah mengangguk mengerti. Kemudian Athar memulai kajiannya didampingi oleh Raka dan Fadhil.
Sedangkan Zidan yang niatnya memang mau ikut menemani ternyata tidak bisa karena tiba-tiba sakit perut gara-gara kebanyakan makan sambel tadi malam dirumah kontrakan Athar. Tapi Zidan berjanji akan menyusul ketiga sahabatnya kalau keadaannya sudah membaik.
__ADS_1
Dalam kajiannya Athar membahas tentang "HATI"
Dalam Alquran, keadaan hati manusia digambarkan dalam beberapa cara. Misalnya, hati yang tenteram, yakni lantaran orang itu beriman dan selalu mengingat Allah SWT. "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS ar-Ra'd: 28).
Ada pula hati yang bersih karena seseorang selalu beribadah dengan niat ikhlas serta tulus mencari ridha Allah SWT.
Selanjutnya, hati yang berpenyakit. Ini disebabkan kebiasaan berdusta dari orang yang memilikinya. Mereka adalah orang-orang yang munafik, yang menampakkan kesalehan di hadapan orang beriman dan menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Siksaan yang pedih merupakan balasan bagi mereka.
Selain itu, ada hati yang gelap dan jelek disebabkan keengganan menerima kebenaran Ilahi Robby. Hati ini diilustrasikan seperti kerasnya batu, bahkan lebih keras dari batu.
Demikian pula, hati yang takabur karena menolak keesaan Allah SWT.
Sejatinya, kita selaku kaum muslimin harus selalu menyirami hati kita dengan berdzikir kepada Allah SWT., serta menjauhkan dari rasa iri, hasud, dengki, sombong, amarah, dan hawa nafsu yang selalu menjerumuskan kepada kesesatan dan selalu mengingatkan saudara kita dari kegelapan serta kesesatan hati yang dimurkai Allah SWT.
Rasulullah SAW. selalu bermunajat kepada Allah SWT. "Ya Allah terangilah hati-hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu, seperti Engkau menyinari alam semesta ini selamanya dengan sang surya dan rahmat-Mu".
Begitu pentingnya hati dalam diri seorang insan. Sebab, itulah parameter sehat atau rusaknya keseluruhan orang itu. Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya dalam jasad manusia terdapat segumpal darah. Jika rusak, maka rusaklah semua jasad manusia. Dan jika beres, beres pulalah semua jasad manusia. Ingatlah bahwa ia adalah hati" (HR Bukhari-Muslim).
Tak kalah antusiasnya dari para gadis yang tak sengaja hadir dan mendengarkan kajian juga disana. Mereka begitu penasaran seperti apa wajah si Athar itu.
Apalagi dengan dua gadis yang sedari tadi berada dipojokan masjid. Saking penasarannya mereka terburu-buru melipat asal mukena yang mereka pakai dan mengembalikannya ke lemari tempat mukena yang memang telah disediakan didalam masjid tersebut lalu dengan terburu-buru juga mereka keluar masjid karena ingin melihat wajah Athar dan kawan-kawannya itu.
Kedua gadis itu sejenak mematung dan terpesona begitu melihat tiga sosok laki-laki tampan nan alim yang tengah berbincang-bincang bersama para jamaah laki-laki di sembari masjid.
"OMG... ganteng banget!" Seru mereka berdua bersamaan.
"Bener-bener cogan ini mah... Sudah ganteng, sopan, alim lagi. Kereeen" Ucap Nury sambil memangku kedua pipinya dengan kedua tangannya.
"Fix, sangat cocok buat si Una!" Timpal Athifa gadis disebelah Nury. Mendengar ucapan temannya itu, Nury langsung menoleh ke arah Athifa dan berkata :
__ADS_1
"Buat si Una?" Tanya Nury pada Athifa dengan dahi yang mengerut.
" Ya lah, buat siapa lagi kalo bukan si Una, dia kan jomblo. Ingat kita berdua sudah punya pasangan." Jawab Athifa mengingatkan Nury
"Ya juga sih, eh tapi kan si Kayra juga jomblo Fa...?" Ucap Nury.
"Ya, Tapi yang ini cowok alim Nury... Sangat cocok buat si Una kita. Mereka berdua tuh sangat cocok kali."
"Betul banget kamu , Fa. Mereka memang sama-sama alimnya. Cocok sih. Tapi sayangnya si Una gak da disini. Kalau ada dia pasti seru buat kita godain tuh anak. Ah jadi kangen sama si jones. " Ucap Nury sambil manggut-manggut.
"Ya, aku juga kangen sama si Una. ternyata gak ada dia sepi ya. Gak ada yang bakal ngingetin kita kalo kita lagi khilaf." Timpal Athifa merengut.
.
"Eh... By the way kemana si Kayra? Kok dari tadi gak kelihatan ya?" Tanya Athifa penasaran.
"Oh, dia lagi halangan, biasa dia lagi kedatangan tamu bulanan jadi gak bisa ikutan sholat. Katanya sih mau nunggu di kafe dekat sini" jelas Nury.
"Ya udah kalo gitu kita susul di Kayra kesana yuk, perutku udah demo nih minta diisi, hehe..." Ucap Athifa sambil cengengesan dan langsung ditanggapi anggukan oleh Nury karena dirinya juga merasakan hal yang sama, lapar.
Mereka berdua beranjak keluar dari area masjid menuju sebuah kafe yang dekat dengan masjid tersebut untuk menyusul teman mereka.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
__ADS_1
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗