JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
6. FALL IN LOVE AT FIRST SIGHT


__ADS_3

..."Ketahuilah bahwa kesendirian tidak pernah menyuruhmu untuk terjatuh. Sebab dengan jomblo, mungkin itu salah satu cara Allah untuk mengatakan 'istirahatlah dari cinta yang salah' sebab ketika mendung belum tentu hujan turun. Begitu juga dengan pacaran, belum tentu berakhir dengan pernikahan"...


...(Tsabitah Qotrunnada)...


………………………………………………………………………………


"Siapa Zidan...?" Tanya Nada tiba-tiba membuat Kayra, Athifa dan Nury reflek menoleh ke arahnya.


"Sepertinya ada yang terlewatkan nih dari sepengetahuan aku... Aku tanya sekali lagi siapa itu Zidan? Ada hubungannya kah dengan Kayra, may be?" Tanya Nada pada ketiga gadis di depannya dengan nada seperti orang yang sedang mengintrogasi.


Athifa dan Nury senyum-senyum sedangkan Kayra menjadi gelagapan sendiri.


"Kok nggak ada yang jawab..."


"Calon gebetan Kayra!" Ucap Athifa dan Nury bersamaan membuat Kayra membelalakkan matanya.


"Nu... Nury... Athifa..." Kayra protes.


"Kayra..?" Nada meminta penjelasan pada Kayra.


"Ng... Nggak kok bukan gitu." Elak Kayra.


"Trus...?"


Kayra menghembuskan nafas kasar. Ia melirik ke arah Athifa dan Nury dengan lirikan kesal.


Akhirnya, mau tidak mau Kayra menceritakan kejadian kemarin di dalam kafe. Ia juga menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Zidan.


"Only that?" Tanya Nada memastikan. Kayra mengangguk cepat.


"Tapi..." Kayra tersenyum lagi.


"But...?"


"Tapi si Kayra jatuh cinta pada pandangan pertama!" Athifa dan Nury kembali berucap bersama. Reflek Nada menoleh ke arah Kayra yang semakin membelalakkan mata.


"BIG NO!!!" Pekik Kayra protes.


"Iiih sebel deh sama kalian berdua... Udah gue bilang kemaren kan klo gue nggak gitu..." Sambungnya lagi.


"Truuuuss" Goda keduanya lagi.


"Yaaa pokoknya gitu... Tau ah!" Kayra jadi ngambek.

__ADS_1


"Ya iya... Yang lagi jatuh cinta karena sholawatnya..." Wajah Kayra merah merona mendengar godaan Athifa kali ini.


"Eh muka lo kenapa tuh Kay? Kok jadi merah-merah gitu..." Ejek Nury yang semakin membuat wajah manis Kayra semakin merah merona bak kepiting rebus.


Tak kuat dengan godaan Nury dan Athifa, Kayra menyembunyikan wajahnya dengan berhambur kepangkuan Nada yang sedari tadi diam menyaksikan candaan teman-temannya.


"Una jangan diem aja, help me please.... Athifa dan Nury tuh... Rese banget godain gue terus dari tadi..." Gerutu Kayra pada Nada.


"Lha... Kok jadi aku yang kena!" Ucap Nada protes.


"Eh... By the way kok aneh ya..." Sambung Nada heran.


"Aneh kenapa?" Tanya Kayra setelah kembali tegak duduk.


"Ya aneh aja, kok bisa gitu kamu malah suka sama cowok yang modelnya kayak siapa tadi namanya...?" Tanya Nada pada Kayra.


"Zidan."


"Nah ya itulah pokoknya. Kayaknya bukan tipe kamu deh Kay?"


"Lo emang sepemikiran sama kita, Nad." Sahut Nury.


"Ya gak tahu juga sih, may be... Gue udah berubah haluan kali ya, hehehe" Jawab Kayra sambil cengengesan.


"Tapi kayaknya lo bakal sulit deh Kay tuk dapetin tuh cowok, secara gitu, Lo pikir aja si Zidan itu kan pasti anaknya Alim gitu, sedangkan lo... Ya gitu deh, sorry aja ya beb, jilbab aja lo kudu dipaksa." Jelas Athifa panjang.


Membuat wajah Kayra jadi terlihat murung mendengar ucapan Athifa.


Nury yang tadinya asik menggoda Kayra malah mingkem. Seperti tersindir dengan kata-kata gak berhijab.


Yah memang diantara mereka berempat tinggal Kayra dan Nury yang tak berhijab. Alasannya ya belum siaplah, nunggu hidayah datanglah, nunggu hati siaplah, ada saja alasan yang mereka berdua berikan.


Sedangkan Athifa berhijab tapi masih ngikutin style kekinian. Kadang menutupi dada kadang pula tidak.


Una alias Nada? Jangan ditanya lagi. Gadis pemilik nama lengkap Tsabitah Qotrunnada itu adalah gadis muslimah yang taat.


Berpakaian syar'i, bergamis panjang dengan hijab menjuntai kebawah tak membuat aura kecantikannya pupus. Malah semakin menambah keanggunan dirinya. Apalagi saat dirinya tersenyum, beeeh bikin hati para lelaki meleleh cuy. Jangankan laki-laki, para gadis pun dibuat adem ayem melihatnya.


"Yaaah, trus gue mesti gimana dong... Gue kok tiba-tiba jadi insecure gini ya... Naad, gimana nih... Kasih gue solusi dong Fa, Ry..." Ucap Kayra galau.


"Emmm, Kayra sayang... Solusinya ya usaha dan berdo'a. Minta sama Allah supaya setiap apa yang kamu usahain dan impikan terpenuhi. Kamu gak perlu jadi orang lain. Ingat be your self!" Suara nasehat nada terdengar tulus.


"Aku gak maksain kalian untuk berhijab dan aku juga gak ngelarang kalian untuk pacaran, cuman ya aku berharap yang terbaik aja buat kalian dan menjaga marwah serta kehormatan kalian sebagai wanita. because you are my best friends." Ujar Nada dalam menasehati sahabatnya.

__ADS_1


"Dan ingat, sebelum dia dan ayah kalian belum berjabat tangan, dan para saksi belum mengatakan sah, maka kau dan dirinya bukanlah siapa-siapa!" Lanjutnya diiringi dengan senyuman teduhnya yang tersungging di bibir pink alaminya.


Membuat ketiga sahabatnya terharu mendengar semua kata-kata yang ia lontarkan tadi.


Nury, semakin mingkem saja tatkala Nada membahas pacaran. Ia jadi kembali tersindir karena saat ini dirinya memang sedang menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang masih satu kampus dengannya tapi beda fakultas.


Sebenarnya alasan Nury tidak berhijab sampai saat ini karena Derry, kekasihnya yang melarang dirinya untuk berhijab. Kadang para sahabatnya heran kenapa Nury nurut sekali terhadap kekasihnya itu.


Mereka bertiga memang sama sekali tidak menyukai hubungan antara Nury dan Derry.


Apalagi Kayra. Kayra sangat geregetan karena Kayra pernah dan bahkan sering sekali memergoki Derry tengah berciuman dengan beberapa perempuan yang berbeda disalah satu toilet khusus wanita.


Saat itu Kayra hanya bisa mengelus dada seraya beristighfar sebanyak-banyaknya. Ia semakin prihatin terhadap Nury karena Derry telah mengkhianati Nury berkali-kali. Derry berselingkuh dengan beberapa gadis yang berbeda.


Ingin sekali Kayra memberi tahu Nury, tapi ia tak sampai hati. Kayra takut Nury semakin terpuruk. Kayra juga takut Nury tidak percaya pada dirinya, sehingga akan berdampak buruk pada persahabatan mereka.


Sedangkan Athifa, dia tidak pacaran. Dia hanya mempunyai tunangan hasil dari perjodohan antara kedua orang tua Athifa dan orang tua Kevin, tunangannya.


Kedua keluarga itu telah sepakat kalau pernikahan Athifa dan Kevin akan di laksanakan setelah Athifa wisuda.


Lalu, bagaimana dengan Nada? Si gadis muslimah nan anggun itu sampai saat ini belum juga memiliki pasangan. Belum ada yang srek dihatinya.


Tiap kali di tanya, dia hanya tersenyum manis dan berkata :


"Insya Allah jodohku sedang OTW (on the way). Dan yakinlah jika Allah akan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan memberi apa yang kita inginkan."


Atau Nada akan berucap begini :


"Jomblo bukanlah orang yang ketinggalan jaman, hanya saja mereka tidak berpacaran, karena pacaran hanya akan membawa orang-orang suci ke jurang yang penuh noda dan dosa serta kemaksiatan yang dibenci oleh Allah yang maha kuasa. Tidak ada solusi yang lebih baik bagi dua orang yang saling mencintai dibandingkan sebuah pernikahan."


Begitulah ungkapan-ungkapan Nada kepada mereka yang selalu bertanya kenapa hingga saat ini masih betah dengan kesendiriannya.


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗

__ADS_1


__ADS_2