
..."Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya."...
...(Filosofi Jodoh)...
………………………………………………………………………………
Hari ini Nada free. Tapi dia ada janji untuk menemani teman-temannya menghadiri kajian Islami di kampusnya.
Sebelum ke kampus Nada mengunjungi sebuah tempat yang sudah lama tidak ia kunjungi. Tempat yang menurutnya bisa mengurangi rasa rindunya pada seseorang.
Namun, betapa terkejutnya Nada ketika sampai di tempat tujuannya. Karena tempatnya sudah tak seperti sebelumnya. Malah sudah berdiri sebuah rumah agak besar yang belum seratus persen jadi.
Wajah Nada tampak sendu karena kecewa. Kecewa tak bisa lagi melihat segala kenangan yang terdapat di tempat itu.
"Terus kalo dia datang jemput aku disini gimana?" pikir Nada dalam hati. Tapi sebentar kemudian ia menyunggingkan sebuah senyuman.
"Gak papa deh, toh kalo jodoh insya Allah pasti ketemu dimanapun tempatnya. Rencana Allah itu jauh lebih indah dari yang aku harapkan." ucap Nada bermonolog.
Nada pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju kampusnya.
***
Di kampus...
"Duh, Nada mana sih, bentar lagi acaranya akan dimulai." gumam Athifa sambil mondar-mandir di depan pintu aula BEM FAI menunggu Nada yang balum datang. Sesekali ia melirik jam tangannya.
"Kalo gue nunggu lama lagi ntar gue gak bisa lihat perform suami gue, tapi kalo gue masuk duluan kasihan si Nada. Lagian Nada mau kemana dulu sih?" Athifa berfikir sambil menggerutu.
Di saat Athifa ingin masuk, Nada pun datang. Hati Athifa jadi lega. Buru-buru ia menarik Tangan Nada dan langsung menyeretnya ke dalam aula.
Kayra dan Nury menyambut antusias Nada dan Athifa. Mereka juga memilihkan tempat duduk untuk Nada. Ternyata tempat duduk mereka ada di barisan ketiga dari depan, hampir dekat dengan panggung.
Tampak di atas panggung yang tak terlalu tinggi sudah hadir personil Sahabat Fillah dan beberapa orang panitia termasuk MC. Raka tersenyum di atas sana setelah melihat keberadaan istrinya dan dibalas senyum juga oleh Athifa.
"Masya Allah ... sungguh indah makhluk ciptaan-Mu yang ada di depan Ya Allah ...!" seru Kayra pelan yang hanya dapat didengar ketiga temannya. Nury memutar bola matanya malas. Athifa geleng-geleng kepala dan Nada hanya tersenyum mendengar ucapan Kayra.
"Perasaan yang punya laki tuh gue, tapi gak gitu-gitu amat gue. Lah ni anak yang belum apa-apa kok jadi segitunya." celetuk Athifa membuat Nury dan Nada tertawa. Sementara Kayra cengengesan.
__ADS_1
Tiba saatnya Raka melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara khasnya. Semua yang hadir pun terhipnotis oleh lantunan ayat-ayat indah yang di bacakan oleh Ustadz Raka Aditya.
"Masya Allah ... suara suamiku sangat indah, tak kalah merdunya dengan suara ustadz Zidan." gumam Athifa dalam hati. "Prestasi terbesar dalam hidupku adalah aku bisa bersama pria yang luar biasa sepertimu, suamiku!" lanjutnya.
"Wah, ustadz Raka makin mempesona saat Berqiroat ya." celetuk salah satu mahasiswi yang tak jauh dari tempat duduk Athifa sehingga ia bisa mendengarnya.
"Ya, gue mau deh jika jadi istrinya."
"Apalagi gue, mau bangeeet."
"Iiiih apaan sih mereka, gak tahu apa kalo Mas Raka sudah punya istri." ucap Athifa dalam hati. Kesal.
Usai Zidan dan Fadhil bersholawat kini giliran Athar yang akan mengisi kajian Islam. Setelah mengucap salam dan sebagainya Athar meraih salah satu secarik kertas di depannya. Senyum indah terbit menghiasi wajah teduhnya.
"Walah, ini ada yang minta untuk bahas masalah jodoh akhi, ukhti. Sementara saya belom ada jodoh ini." kelakar Athar yang mengundang tawa para mahasiswa dan mahasiswi.
"Harusnya ini bagiannya Ustadz Raka Aditya, sebab diantara kami hanya beliau yang sudah punya pendamping, ya toh Pak Ustadz?" sambungnya lagi dan meminta jawaban pembenaran pada Raka. Raka terkekeh lalu mengangguk membenarkan.
"Yes, makasih Ustadz Athar sudah membantuku untuk membuat mereka sadar kalo mas Raka sudah beristri da akulah istrinya, hehehe." Athifa tertawa dala hati.
"Yah ... ternyata ustadz Raka sudah punya istri."
"Sama."
"Kasihan deh kalian. Makanya jangan pada genit-genit sama laki orang."
"Gimana Ustadz Raka, bisa anta saja yang mengisi kajian kali ini? Ya kali aja mau berbagi pengalaman mungkin?" tawar Athar pada Raka.
"Afwan, Ustadz. Seperti biasa biar anta saja yang ngisi." tolak Raka secara halus.
Athar tersenyum mendengarnya.
"Emmm ... ok, sebelum ke sesi pertanyaan saya akan bahas sedikit saja ya masalah jodoh." ucap Athar memulai pembahasannya setelah menghembuskan nafas pelan.
"Menurut Islam di sebutkan ada 7 tanda Jodoh kita, yang pertama ialah mendapat ketenangan hati. Yang kedua menerima kekurangan dan kelebihan. Yang ketiga diterima oleh keluarga dengan hati yang terbuka. Yang keempat saling memahami. Yang kelima punya banyak kesamaan dengan satu sama lain. Yang keenam pintu rezeki tiba-tiba terbuka. Dan yang terakhir adalah dimantapkan dengan sholat Istikharah.
Bisakah kita merubah takdir jodoh yang ditentukan oleh Allah?
__ADS_1
Jodoh sebenarnya tak bisa berubah, karena memang sudah tercatat.
Namun sebagaimana Allah memberikan sebab untuk rezeki, demikian pula dengan takdir jodoh.
Allah memerintahkan manusia untuk berusaha, seseorang yang tidak dapat berusaha untuk takdirnya dianggap kekeliruan dan kelemahan.
Jadi, jodoh tidak berubah ketika seseorang tidak melakukan usaha apapun untuk merubahnya.
Sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa saja yang ada pada diri manusia." (QS. 13:11).
Agar anda mendapatkan jodoh yang baik dengan sesuai keinginan anda, anda dapat merubah takdir jodoh dengan doa, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa merubah takdir kecuali doa dan usaha.
Jika ada diantara kita menyukai seseorang, cobalah kita untuk shalat istikharah. Dalam shalat tersebut kita bisa berdoa.
Boleh saja kita menyebutkan nama seseorang dalam dia kita untuk jadi jodoh kita, tapi jangan sampai kita terkesan memaksa atau mendikte Allah, karena Allah yang lebih tahu siapa yang terbaik buat kita.
Mungkin dalam pandangan kita dia kaya dan ganteng. Padahal dibelakang kita, dia misalnya jarang sholat, jarang mandi atau kurang pengertian pada orang lain. Bisa jadi ketika kita mencintai dan menyukai seseorang, tapi ternyata dia buruk buat kita.
Contoh lain, ada yang ingin banget berjodoh dengan orang ganteng. Sampai-sampai keduanya sudah saling naksir. Tetapi ternyata Allah gagalkan pernikahannya.
Pasti ada hikmah dibalik itu. Mungkin kalau menikah dengan orang itu, bisa saja dia berpaling dari ketika melihat yang lebih cantik.
Intinya, pasangan yang dijodohkan Allah untuk kita, dialah yang terbaik, pilihan Allah. Maka, jaga baik-baik. Jangan sampai dikhianati. Jangan sampai dilukai perasaannya.
Jadi, buat sahabat-sahabat Muslim yang belum ada jodohnya, perbanyaklah berdoa. Bemunajah kepada Allah. Minta sama Allah agar dikasih jodoh yang terbaik menurut Allah, di waktu dan situasi terbaik menurut Allah pula.
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗
__ADS_1
Jangan lupa dijadikan favorit ya😘