JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
59. IKATAN BATIN


__ADS_3

..."Setiap pasangan sejati yang dilandaskan oleh Al Qur'an dan Sunnah akan menjadi pasangan yang sangat melengkapi baik susah maupun senang. Karena memahami hikmah dari sang Pencipta akan lebih menambah rasa syukur kepada setiap individu."...


...(Quote of the Day)...


………………………………………………………………………………


Gelisah. Semakin lama hatinya semakin gelisah dan tidak tenang. Beberapa kali ia memeriksa ponselnya di aplikasi room chat, namun tak ada pesan masuk. Ia juga melakukan beberapa kali panggilan namun tidak berhasil.


"Astaghfirullahal 'adzim, kenapa hatiku tidak tenang dan gelisah seperti ini ya? Aku juga jadi kepikiran sama Nada terus? Ya Allah, ada apa dengan Nada? Semoga istriku baik-baik saja!" Athar bermonolog dalam hati.


Tingkah Athar tak luput dari atensi seorang lelaki paruh baya yang duduk di hadapannya. Lelaki paruh baya yang tak lain adalah klien sekaligus pelanggan baru Athar. Mereka berdua duduk berhadapan dan hanya terhalang sebuah meja di tengah-tengah mereka.


"Maaf, sepertinya Ustadz sedang gelisah? Apa yang sebenarnya Ustadz fikirkan sehingga Ustadz gelisah seperti itu?" tanya klien Athar.


"Oh, maaf Pak Ridwan, maaf. Saya agak kurang fokus. Ya udah sampai mana ya tadi pembahasan kita?" Athar mencoba kembali fokus.


"Jangan dipaksakan Ustadz jika keadaan Ustadz seperti ini, tidak baik. Ustadz bisa cerita sama saya, mungkin nanti saya bisa bantu dengan saran." ucap Pak Ridwan pada Athar. Athar terdiam, ia menghela nafas panjang hingga ia bicara.


"Saya juga tidak tahu Pak, kenapa hati saya jadi gelisah seperti ini? Saya juga kepikiran sama istri saya, dan merasakan sesuatu sedang terjadi sama istri saya. Saya jadi semakin mengkhawatirkan keadaan istri saya Pak." ungkap Athar pada klien–nya itu.


"Masya Allah, rupanya Ustadz memiliki ikatan batin yang cukup kuat dengan istri Ustadz, sehingga apa yang terjadi pada istri Ustadz di sana, Ustadz bisa merasakannya." tutur Pak Ridwan sambil tersenyum takjub.


"I–ikatan batin?" tanya Athar tertegun.


"Ya, ikatan batin antara suami dan istri. Sepertinya Ustadz memiliki perasaan cinta yang cukup kuat terhadap istri Ustadz, sehingga Ustadz juga memiliki ikatan batin yang cukup kuat juga terhadapnya." tutur Pak Ridwan lagi.


Athar masih terdiam dalam ketertegunannya. "Cinta? Aku akui aku memang sudah mulai merasakan kekaguman terhadap istriku jauh sebelum aku menikah dengannya, dan rasa kagumku itu mulai berubah berganti dengan perasaan cinta pada istriku setelah aku menghalalkannya di hadapan pak penghulu dan para saksi meski aku belum tahu sosok istriku seperti apa, terlebih setelah aku sudah melihat wajah istriku yang sebenarnya saat setelah akad. Hatiku semakin berdesir merasakan cinta yang halal untuknya. Untuk istriku, Tsabitah Qotrunnada." Hati Athar berbicara.


"Saya sarankan lebih baik Ustadz Athar sekarang pulang saja. Temui istri Ustadz dan pastikan dia baik-baik saja di rumah, agar hati Ustadz kembali tenang." saran Pak Ridwan pada Athar.


"Masalahnya kami belum tinggal bersama. Apa iya aku harus temui Nada di kostannya?" pikir Athar dalam hati.


"Tapi gimana dengan pem–" ucapan Athar terpotong oleh ucapan Pak Ridwan.


"Masalah ini kita bahas di kemudian hari saja Ustadz. Saya tahu ini penting, tapi tidak apa-apa kok. Justru keadaan istri Ustadz jauh lebih penting!"


"Masya Allah, terima kasih Pak Ridwan. Anda baik sekali. Semoga Allah membalas niat baik anda." ucap Athar tulus.

__ADS_1


"Aamiin, sama-sama Ustadz Athar." sahut Pak Ridwan tersenyum teduh.


Setelah mengucap salam Athar mulai meninggalkan meja yang masih ada kliennya di sana.


Sebelum pergi meninggalkan tempat itu, Athar melangkah menuju toilet sekalian ia berniat untuk berwudhu lagi. Mungkin dengan air wudhu hatinya akan kembali tenang.


Setelah selesai ia keluar dari toilet dengan terburu-buru dan tanpa melihat-lihat sekitarnya sehingga tiba-tiba ....


Bruukk...


"Astaghfirullahal 'adzim!" seru Athar saat ia menubruk tubuh seseorang tanpa sengaja, sehingga orang yang ia tubruk terjerembab ke lantai.


Athar terkejut saat ia mengenali postur tubuh orang yang saat ini terduduk di lantai. Dan lebih terkejutnya lagi keadaannya yang berantakan. Gamis dan hijabnya yang tak beraturan, serta wajahnya yang pucat.


"ASTAGHFIRULLAHAL 'ADZIM, NADA!!!" pekik Athar disela- sela keterkejutannya. Reflek Nada mendongakkan kepalanya. Nada tersenyum lemah dengan mata yang sayu setelah tahu itu suaminya.


"M–mas, a–ku–" suara Nada gemetar. Ia menjulurkan tangannya pada Athar


"Ya Allah, Nada kamu kenapa jadi seperti ini? dan kenapa kamu ada disini? Apa yang terjadi sama kamu?" tanya Athar beruntun sambil berjongkok lalu membantu Nada untuk berdiri.


"To–long aku M–Mas" suara Nada semakin gemetar serta nafasnya yang tiba-tiba naik turun.


"Panas!" keluh Nada dengan nafas yang tak beraturan.


"Panas?" tanya Athar tak mengerti.


"To, kamu tahu nggak ini obat apa?" tanya seorang pelayan laki-laki yang kebetulan melintas di belakang Athar sambil menunjukkan botol kecil berisi cairan bening pada teman seprofesinya. Temannya itu berhenti melangkah tepat di belakang Athar.


"Coba sini aku lihat!" Mengambil botol dari tangan pelayan itu lalu memperhatikan serta menciumnya. Matanya membulat saat ia tahu jenis obat apa itu.


"Wah, dapat dari mana kamu obat ini, Dod?" tanya pelayan yang bernama Anto serius pada pelayan yang bernama Dody.


"Dapat dari cewek seksi tadi. Emang obat apaan sih?" jawab Dody sekaligus bertanya pada Anto.


"Ini obat perangsang, Dody." ujar Anto serius.


"Serius kamu?"

__ADS_1


"Ya serius lah."


"Ya ampun, gimana ini To? Kasihan gadis itu." ucap Dody khawatir.


"Emangnya kenapa?" tanya Anto penasaran. Dody menceritakan bahwa ada seseorang yang menyuruhnya untuk mencampur obat itu pada minuman seseorang sekaligus mengantarnya pada orangnya.


"Waduh, parah kamu, Dod. Terus gimana dengan gadis itu?" tanya Anto tak percaya.


"Aku gak tahu juga, To. Kasihan gadis itu, sepertinya dia gadis baik-baik soalnya dia pake pakaian muslimah serba hitam. Aku yakin pasti gadis malang itu mau dijebak sama gadis seksi itu." ucap Dody prihatin.


Mendengar semua ucapan dua pelayan di belakangnya itu, Athar terkejut. Apalagi ciri-ciri gadis yang diceritakan salah satu pelayan itu sama persis dengan ciri-ciri istrinya.


"Ya Allah, jangan-jangan ...." Athar geleng-geleng kepala.


"Mas, Mas Athar tolong Mas, panas panas Mas Athar." racau Nada membuat Athar tersadar dari keterkejutannya.


Dua orang pelayan itu juga mendengar racauan Nada pun menjadi penasaran lalu mencoba bertanya pada Athar.


"Maaf Mas, dia kenapa ya?" tanya Anto pada Athar yang sedari tadi mempunggunginya.


Perlahan Athar membalikkan tubuhnya menghadap pada dua orang pelayan tersebut.


Deg!


"Ka–kamu ...."


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗

__ADS_1


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘


__ADS_2