JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
62. AKU BUKANLAH AYAM KAMPUS


__ADS_3

..."Kenali kebenaran, maka kamu akan tahu orang-orang yang benar. Benar tidak diukur oleh orang-orangnya, tapi manusia diukur oleh kebenaran."...


...(Ali bin Abi Thalib)...


………………………………………………………………………………


Sudah dua hari Nada dan Athar menghabiskan waktu di hotel. Nada belum berani untuk keluar dan dia juga tidak membolehkan Athar untuk jauh darinya. Sehingga kerjaan Athar di rumah mebelnya pun terpaksa alihkan pada orang kepercayaannya di rumah mebel. Untung saja selama dua hari ini tidak ada jadwal kajian untuk Sahabat Fillah, sehingga ia bisa tenang menemani Nada sekaligus ingin menenangkan Nada terlebih dahulu.


Kejadian di restoran kemarin malam membuat Nada ada sedikit rasa trauma dan takut jika ia sendirian. Hingga kemanapun Athar melangkah pasti Nada akan membuntuti di belakangnya. Bahkan saat Athar mau ke kamar mandi pun Nada menunggu di balik pintu hingga Athar selesai.


Hal tersebut membuat Athar kadang geleng-geleng kepala gemas melihat tingkah istrinya dua hari ini.


Dan hari ini Athar ada jadwal kajian Islami di kampus Nada. Mau tidak mau Nada harus membiarkan suaminya itu melaksanakan tugasnya.


Hati Nada juga sudah mulai tenang. Nada juga berniat untuk ke kampus karena hari ini juga ada dua mata kuliah yang harus Nada ikuti.


***


Sepanjang langkahnya menuju kelas Nada dibuat heran dengan setiap pandangan para mahasiswa yang tertuju padanya. Mereka memandang Nada sambil berbisik-bisik.


Meski dirinya heran dan tidak mengerti, Nada pun mengacuhkan mereka dengan mempercepat langkahnya.


Nada terus melangkahkan kakinya sambil celingukan mencari Nury, Athifa dan Kayra berada, namun ketiga sahabatnya itu tak kunjung ia temukan.


Karena tak kunjung menemukan para sahabatnya, Nada pun berbalik arah mencoba akan mencari mereka di kantin.


Namun saat ia memutar tubuhnya, langkahnya terhenti oleh suara seseorang yang tak lain adalah Vello. Melihat sosok Vello yang sudah ada di hadapannya, wajah Nada berubah menjadi tegang dan pucat. Suaranya pun tercegat di tenggorokan. Keberadaan Vello membuatnya kembali mengingat kejadian yang ia alami dua hari yang lalu.


"Ini dia cewek yang kita tunggu-tunggu dari tadi, tampangnya aja berlagak sok alim, eh ternyata di balik topengnya dia ini hanyalah ayam kampus!" ucap Vello dengan suara keras beserta tudingannya pada Nada. Tentu saja Nada terkejut dengan tudingan Vello.


"A–ayam k–kampus? M–ma–maksud mbak Vello apa ya?" tanya Nada gugup.


"Halah, gak usah sok polos gitu deh lo! Kita semua bahkan satu kampus ini pun udah pada tahu siapa lo itu sebenarnya. Lo itu tidak lebih dari seorang perempuan murahan yang hina dan bahkan sangat menjijikkan karena lo dengan mudahnya tidur dengan seorang cowok gak jelas di sebuah hotel! Dasar AYAM KAMPUS LO!!!" teriak Vello yang disertai sorakan, hinaan serta ejekan para mahasiswa terhadap Nada. Nada kembali terkejut dengan semua tuduhan yang Vello lontarkan kepadanya.

__ADS_1


"Astaghfirullahal 'adzim ... apa yang Mbak Vello katakan? Itu semua tidak benar Mbak, aku bukan perempuan seperti itu. AKU BUKAN AYAM KAMPUS! Ak–"


"Halah gak usah ngelak lagi lo, gue punya buktinya!" ucap Vello memotong ucapan Nada.


"Bu–bukti?"


"Ya gue punya buktinya dan bukti itu sudah menyebar ke seluruh mahasiswa di kampus ini." jelas Vello dengan senyum liciknya.


Kening Nada berkerut karena tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Vello, membuat Vello memutar bola matanya jengah. Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan melemparkannya pada wajah Nada.


Nada terkesiap saat beberapa lembar foto terlempar di wajahnya dan berhamburan di lantai. Nada memungut beberapa foto itu. Matanya membelalak saat melihat foto-foto itu. Foto-foto dirinya dan seorang lelaki yang saling merangkul, foto saat ia memeluk lelaki itu dengan erat, foto saat ia di papah bahkan di gendong oleh seorang lelaki bahkan foto saat dirinya memasuki kamar hotel bersama lelaki itu.


"Lho, ini kan aku sama mas Athar? Kenapa mbak Vello punya foto-foto ini? Siapa yang memfoto kami ya?" Nada bertanya-tanya dalam hati sambil melihat-lihat foto-foto dirinya dengan Athar.


"Sudah lihat, kan?" tanya Vello membuyarkan lamunan Nada.


"Mbak Vello dapat dari mana foto-foto ini?" tanya Nada pada Vello, namun kedua matanya tetap memandang foto-foto mesra dirinya bersama Athar yang masih dia pegang.


"Astaghfirullahal 'adzim ..." lirih Nada sambil menahan rasa sakit di bagian lutut serta telapak tangannya. Nada sedikit mendongak dan ia melihat sosok lelaki yang tidak asing baginya. Lelaki itu hanya berdiri dan berdiam. Tak ada pergerakan sama sekali dari lelaki itu untuk menolongnya. Yang ada hanyalah tatapan kekecewaan terhadap dirinya.


Disambung dengan sorakan hinaan dan sumpah serapah dari semua mahasiswa serta lemparan barang-barang seperti kertas, bekas botol minuman dan lain sebagainya terhadap Nada.


Sementara di sisi lain dan masih di tempat yang sama Nury dan Kayra membuntuti Athifa yang masih ngobrol dengan Raka. Di sana juga ada Zidan, Fadhil dan Athar.


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini ya?" pikir Athar dalam hati sambil memegang dada bidangnya yang terasa gelisah. "Nada!" pikiran Athar tiba-tiba tertuju pada istrinya. Athar melihat kesana kemari mencari sosok sang istri yang sedari tadi tidak dilihatnya semenjak berpisah di pertigaan jalan sebelum masuk kedalam kampus.


Sedang asiknya ngobrol ada seorang mahasiswi yang berlari-lari tergesa-gesa menghampiri mereka.


"Nury, Nury ...!" teriak mahasiswi itu memanggil nama Nury karena yang pertama ia lihat adalah Nury. Nury pun menoleh pada orang itu dan diikuti oleh yang lainnya.


"Tina? Ada apa?" tanya Nury penasaran pada perempuan yang bernama Tina itu yang ternyata adalah teman sekelasnya.


"Ya, lo kenapa kok lari-lari gitu kayak dikejar-kejar setan aja lo!" celetuk Kayra asal yang dapat senggolan dari Athifa.

__ADS_1


"Tina, lo tarik nafas dalam-dalam, terus keluarin perlahan, ok ...!" Athifa memandu Tina. Tina menurut dan melakukan apa yang diucapkan Athifa.


"Sekarang katakan!"


"I–itu, te–temen kalian, si–si Nada ...."


Deg!


Jantung Athar berdetak dengan kencang kala nama istrinya disebut. Segala pikiran dan perasaan khawatir terhadap sang istri kini menyelimuti hati Athar.


"Nada? Ada apa dengan Nada?" tanya Kayra sambil menautkan kedua alisnya.


"Kalo ngomong yang jelas dong, Tin." Nury tidak sabar.


"Na–Nada kena bully!"


"APA?!!" pekik ketiganya. Para sahabat Fillah pun juga terkejut. Terutama Athar. Nafasnya sudah naik turun karena rasa khawatirnya terhadap sang istri.


"Trus, Nada dimana sekarang?"


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘

__ADS_1


__ADS_2