JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
66. RASA TERINDAH UNTUK CINTA HALALKU


__ADS_3

..."Arwa'u maa qad yakuunu an tasy'ura bil hubbi, wa laakinnal ajmala an yasy'ura bika man tuhibbu."...


...(Hal terindah ketika engkau jatuh cinta, akan tetapi lebih indah jika orang yang kau cintai menyadari cintamu)...


...(Pearl of Love)...


………………………………………………………………………………


Nada membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar rawat Athar, dan kemudian menutup kembali pintunya. Nada melangkah kearah sang suami yang ternyata sedang terlelap.


Setelah berbincang dengan para sahabatnya tadi Nada pamit pada Athar untuk melaksanakan sholat isya di mushollah yang ada di rumah sakit itu karena waktunya memang sudah tiba.


Niat hati ingin sholat berjamaah bersama sang suami, namun tidak ada mukena yang bisa ia pakai untuk sholat di kamar rawat Athar, sedangkan dirinya juga tidak membawa mukena. Akhirnya Nada memutuskan sholat di mushollah rumah sakit, sementara Athar juga sholat sendiri di ruang rawatnya.


Nada duduk di kursi kecil di samping dekat brankar Athar memandang wajah tenang sang suami yang masih terlihat tampan dan meneduhkan meski sedang terlelap sekalipun.


"Hatiku terasa tentram bila ku pandang wajah suamiku, hatiku berdebar dan bergetar saat ku berada di dekat suamiku, hatiku damai dan merasa tenang serasa terlindungi saat aku berada dalam pelukan suamiku. Apakah ini tandanya bahwa aku sudah mulai jatuh cinta pada suamiku sendiri?" lirih Nada dalam hati sambil terus menatap wajah lelap sang suami.


semenit berlalu, tangan Nada terulur kedepan dan perlahan ia membelai wajah tenang Athar dalam lelapnya. Ada sesuatu yang aneh yang ia rasakan dalam hatinya.


Nada beranjak dari duduknya, ia membungkukkan sedikit badannya lalu mengecup kening sang suami dengan waktu yang cukup lama sambil meresapi perasaannya sendiri.


Senyum indah terpatri pada bibirnya kala ia merasakan suatu perasaan asing baginya namun dapat ia pahami perasaan apa itu. Getaran serta debaran jantungnya mengalun merdu.


"Masya Allah ... terimakasih ya Allah, Engkau telah menumbuhkan rasa terindah ini dalam hatiku untuk suamiku. Cinta halalku" gumam Nada dalam hati. Setetes kristal bening jatuh dari pelupuk matanya mengenai pipi mulusnya.


Sambil tersenyum Nada mengusap tetesan air matanya.


"Aku berjanji mulai sekarang rasa baktiku untukmu suamiku, karena kau adalah surgaku. Kau adalah tempatku untuk meraih ridho dan surga–Nya. Aku juga akan membuang semua mimpiku pada seseorang. Demi rasa hormat, bakti serta demi sebuah rasa yang kini telah hadir dalam hatiku. Semoga rasa ini akan terbalaskan suatu saat nanti. Dan aku akan bersabar hingga kau membalas rasa ini, suamiku." ucap Nada lagi dalam hati disertai dengan janji dan sebuah harapan.


Nada mengecup tangan kiri Athar beberapa kali. Ia kembali memandang wajah teduh suaminya hingga beberapa menit kemudian kedua matanya mulai sayu dan perlahan ia memejamkan matanya.


Nada tertidur sambil memeluk tangan Athar dalam posisi duduk sedangkan kepalanya ia rebahkan di sisi brankar tempat Athar berbaring.

__ADS_1


***


Tepat jam 12 tengah malam Athar menggeliatkan tubuhnya. Merasa berat di area tangannya ia mulai membuka matanya secara perlahan. Setelah menyesuaikan pandangan matanya yang silau, Athar menoleh ke arah tangannya yang terasa berat.


Senyum manis tersungging menghiasi wajahnya kala yang ia lihat pertama kali adalah wajah damai sang istri yang sedang tertidur dalam posisi terduduk dan menelungkupkan kepalanya disebelahnya. sementara tangan kirinya ada di genggaman bahkan dalam pelukan Nada.


"Masya Allah ... istriku, jadi semalaman dia tidur dengan posisi seperti itu?" gumam Athar lirih dan terharu.


Athar melepas tangannya dari genggaman Nada secara perlahan. Ia turun dari tempat berbaringnya lalu dengan perlahan juga serta hati-hati ia mengangkat tubuh Nada dan membaringkannya di atas brankar.


Athar juga membuka jarum penyemat jilbab di bawah dagu Nada namun masih membiarkan jilbab itu tetap membungkus kepala istrinya. Ia pikir takutnya nanti ada perawat laki-laki yang tiba-tiba masuk untuk memeriksanya.


Brankar yang sempit tak membuat seorang Athar urung untuk ikut berbaring di sebelah Nada.


Athar berbaring dengan posisi miring menghadap ke arah Nada yang dibiarkan tidur terlentang. Athar tersenyum memandang wajah tenang Nada yang terlelap.


Nada tiba-tiba menggeliatkan tubuhnya. Dan yang membuat Athar terbengong adalah Nada yang merubah posisi tidurnya miring menghadap kearahnya, tangannya memeluk tubuh Athar meski tidak kesampaian dan kepalanya mendusel-dusel pada dada bidang Athar seolah mencari posisi ternyaman di sana.


Hingga akhirnya kedua mata Athar yang tampak sayu kembali terpenjam dan menyusul sang istri ke alam mimpi dengan posisi keduanya saling berpelukan.


***


Suara adzan dari toa mushollah rumah sakit menggema merdu hingga membangunkan tidur seorang Athar.


Athar tersenyum senang saat pertama kali yang ia lihat wajah damai Nada yang ada dalam pelukannya di saat ia baru bangun tidur.


"Masya Allah, cantik sekali istriku ini meski masih tertidur. Lucu juga, jadi makin gemes aja aku lihatnya." lirih Athar dalam hati sambil mencubit-cubit pelan dan lembut, menoel-noel pipi halus Nada.


Merasa ada yang mengusik tidurnya, Nada mulai mengerjap-erjapkan matanya. Mengetahui hal itu, reflek Athar memejamkan kembali kedua matanya, pura-pura masih tidur.


Perlahan Nada membuka kedua matanya. Ia membelalakkan matanya saat menyadari posisinya kini berbaring dalam pelukan suaminya. Sementara dirinya juga memeluk tubuh sang suami.


"Jadi semalaman aku tidur seperti ini? Duh ... malu-maluin banget sih aku ini, untung saat ini mas Athar masih tidur, kalo dah bangun ... duh, gak kebayang deh pasti akan semakin tambah malu lagi aku sama mas Athar." gumam Nada pelan, namun masih terdengar di teling Athar karena memang jarak mereka berdua yang sangat dekat sekali.

__ADS_1


Sementara Athar yang mendengar gumaman Nada, sekuat tenaga berusaha menahan senyumannya takut kepergok Nada bahwa ia sedang pura-pura masih tidur.


"Tapi gimana caranya ya, agar terlepas dari pelukan mas Athar ini? Mana pelukannya kuat banget lagi, jadi susah buat lepas!" seru Nada kemudian sambil berusaha melepas rengkuhan tangan Athar yang masih terasa erat.


Merasa kasihan pada Nada dan juga karena sudah tidak tahan ingin tersenyum, Athar mulai melemaskan tangannya sehingga Nada berhasil memindahkan tangan Athar dari pinggangnya.


Nada akhirnya bisa bernafas lega karena berhasil terlepas dari pelukan suaminya tanpa membangunkannya.


Nada turun dari brankar dengan penuh hati-hati takutnya membangunkan Athar.


Nada menatap wajah Athar dengan tatapan terpesona.


"Masya Allah, suamiku tetap terlihat tampan meski sedang tidur." puji Nada dengan suara yang sangat pelan namun masih tetap di dengar oleh sang suami yang masih betah dengan kepura-puraannya dalam tidur. Athar tersenyum dalam hati mendengar pujian Nada untuknya.


Nada mengulurkan tangannya membelai rambut Athar. Sedetik kemudian Nada juga mendaratkan kecupan singkat di kening sang suami, membuat sang empu bersorak ria dalam hati. Sementara Nada langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah sadar dengan apa yang dia lakukan terhadap suaminya tadi secara diam-diam.


"Eh, masya Allah ... apa yang aku lakukan sih?" Nada bermonolog dalam hati.


Setelah lama terdiam, barulah Nada membangunkan Athar pelan-pelan untuk melaksanakan sholat subuh.


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang . Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘

__ADS_1


__ADS_2