
...“Perempuan yang memilih diam saat disakiti dialah perempuan yang hatinya kuat untuk menahan amarah.”...
...(Tinta Santri)...
………………………………………………………………………………
Kedua tangan antara calon ayah mertua dan menantu pun berjabat.
"Saudara Kevin Dhamarash Dirgantara bin Dhamar Dirgantara, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku Athifa Kamelia binti Mohammad Irfan dengan maskawin seperangkat alat sholat dan dan satu set perhiasan senilai tiga puluh juta rupiah serta uang cash sebesar seratus juta rupiah dibayar tunai ... " Suara lantang Pak Irfan dalam mengucapkan ijab dengan mantap.
Tring...
Suara pesan masuk dari ponsel Kevin yang dipegang Darren memecahkan keheningan dan mengalihkan fokus Kevin sehingga ia mengurungkan niatnya mengucap kalimat qobul.
"Fera ...." Darren menoleh pada Kevin. Kevin pun mengangguk pada Darren tanda mengizinkan untuk membuka pesan pada WhatsApp tersebut.
"Astaga!" Darren terkejut saat melihat pesan dari sang pacar, Fera. Pesan yang terkirim merupakan beberapa foto-foto tak senonoh. Darren melirik Kevin dan Athifa bergantian lalu tertegun. Kevin yang melihatnya menjadi heran. Begitu pun dengan yang lain yang merasa heran dan penasaran.
"Ada apa bro?" tanya Kevin penasaran.
"I-i-ini ... a-nu, Vin ...." Darren gagap membuat semua orang menjadi semakin penasaran.
"Ck ... apa sih ...." Sekilas Kevin merampas ponselnya dari tangan Darren.
"Vin-" Darren tercegat.
Kevin secara spontan berdiri dari duduknya karena terkejut setelah melihat beberapa foto dalam pesan itu. Dalam sekejap wajah Kevin menjadi merah padam. Dadanya naik turun karena emosi.
"Ada apa, Vin?" Tanya Tuan Surya setelah melihat reaksi Kevin.
"Ya Vin, ada apa sayang? Pesan apa yang kamu terima sehingga kamu jadi marah seperti itu?" Sambung Marisa, Ibu Kevin.
Bukannya menjawab pertanyaan Tuan Surya dan Marisa, kini atensi Kevin tertuju pada gadis berjilbab yang dari tadi duduk di sebelahnya dan yang sebentar lagi akan menjadi istrinya, Athifa. Kevin menarik lengan Athifa secara kasar lalu mendorongnya dengan kasar pula sehingga membuat Athifa jatuh tersungkur.
"Awwwww" Pekik Athifa kesakitan
Aksi Kevin membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut.
"Putriku ...." Pekik pak Irfan terkejut melihat putri tercinta diperlakukan seperti itu. Pak Irfan reflek berlari menghampiri Athifa.
"ATHIFAAAA!!!" Nada, Nury dan Kayra menjerit kaget melihat keadaan Athifa. Ketiganya juga berlari menyusul Pak Irfan menghampiri Athifa.
"Perempuan murahan!!" teriak Kevin mengumpat.
"KEVIN!!!" Apa-apaan kamu ini?" teriak Tuan Surya tak kalah kerasnya dari Kevin.
__ADS_1
"Opa, batalkan pernikahan ini!" Putus Kevin tiba-tiba membuat semuanya terkejut, terlebih keluarga besar Dirgantara.
"Astaghfirullahal Adzim ...." Nada, Nury, Kayra terkejut. Begitu juga dengan Raka dan sang Bunda yang sedari tadi masih ada di sana.
Sedangkan Pak Irfan dan Athifa tertegun mendengar ucapan Kevin.
"APA MAKSUDMU KEVIN!!!" Suara Tuan Surya terdengar semakin menggelegar.
"Batalkan pernikahan ini, karena aku tidak sudi menikah dengan perempuan BEKAS seperti dia!" ucap Kevin menuding Athifa dengan lantang. Kembali semuanya menjadi terkejut.
"KEVIN!!!" Kali ini suara Tuan Dhamar yang terdengar keras.
"Opa, Papi... tubuh perempuan murahan ini sudah terjamah oleh laki-laki lain, bahkan lebih dari satu orang, jadi apa namanya kalau bukan BEKAS ...?!" Emosi Kevin semakin tak terkendali.
Air mata yang tadinya menganak di pelupuk matanya karena ditahan, kini tumpah sudah di wajah ayu sang calon pengantin wanita diiringi oleh deraian air mata sang Ayah.
Bunda Rahma yang melihatnya jadi tak tega. Begitu juga dengan Raka. Hatinya seakan tidak terima atas tuduhan Kevin yang ditujukan pada Athifa.
"Nak Kevin, itu tidak benar, Athifa bukan gadis seperti itu. Putriku gadis baik-baik." Suara parau Pak Irfan terdengar bergetar.
"Tapi aku punya buktinya Om." tukas Kevin tanpa melihat pada Pak Irfan.
"Bukti apa Vin? mana buktinya ...?" tanya Tuan Surya.
Ponsel yang diterima dari Kevin hampir jatuh dari tangan Tuan Surya karena keterkejutannya setelah melihat sendiri foto-foto vulgar Athifa dalam pelukan para lelaki yang berbeda. Untung saja ponsel langsung ditangkap oleh Nyonya Dewi Arum. Perempuan tua itu juga terkejut setelah melihat beberapa foto Athifa yang menurutnya tidak pantas untuk dilihat.
Begitu juga dengan Tuan Dharma dan Nyonya Marisa. Mereka semua tidak menyangka atas apa yang mereka lihat.
Hingga ponsel itu berakhir pada tiga sahabat Athifa yang tak lain adalah Nada, Nury dan Kayra. Ketiganya sama-sama menutup mulut. Tentu saja mereka tidak akan percaya pada semua foto itu.
"Astaghfirullahal Adzim ya Allah ... Ini tidak mungkin dan ini tidak benar ... dari mana Bang Kevin dapat foto-foto ini ....?" tanya Nada sambil matanya yang berkaca-kaca.
"Dari temanku." jawab Kevin singkat.
"Dan Bang Kevin percaya?" tanya Nada lagi.
"Ya, sangat percaya!" tukas Kevin mantap.
"Tapi ini tidaklah benar Bang. Ini bukan Athifa. Saya tahu bagaimana Athifa. Dia tidak mungkin dan tidak akan pernah melakukan hal yang keji seperti yang ada dalam foto ini." jelas Nada yang terus mencari pembelaan atas sahabatnya.
"Hhh, jadi maksud kamu temanku yang salah? Secara tidak langsung kamu menuduh teman-temanku berbohong? Iya?!" Ucap Kevin sedikit menyentak Nada.
"Bukan begitu Bang-"
"Terus apa ...." Kevin memotong ucapan Nada.
__ADS_1
"Sekeras apa pun kamu membela perempuan murahan itu, tidak akan membuatku percaya, aku lebih percaya sama temen-temen aku dari pada perempuan murahan yang baru saja aku kenal." Kevin menekan setiap kata yang ia lontarkan.
"Licik, kalian licik semua. Dan lo Kevin, hanya karena foto-foto gak jelas itu lo seenak jidat memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini tanpa mencari tahu kebenarannya. Otak tumpul lo!" Kayra yang tadinya menahan amarah sudah tidak tahan lagi melihat Kevin yang terus saja menghina Athifa dan berkata kasar pada Nada.
"Ingat ya Kevin, gue pastiin suatu saat nanti lo akan menyesal sudah memperlakukan Athifa seperti ini, setelah lo menyesal jangan cari-cari Athifa lagi." ucapnya kemudian melangkah menghampiri Athifa dan Pak Irfan.
"Ayo Ayah, kita pulang. Kita bawa Athifa pergi dari sini. Sudah tidak ada gunanya lagi kita berada di sini. Jangan pernah mengemis pada mereka, itu hanya akan merendahkan harga diri Ayah!" Ajak Kayra pada Pak Irfan. Tidak ada hal lain selain mengangguk menyetujui ajakan sahabat sang putri tercinta.
Pak Irfan bangkit seraya memapah Athifa dan dibantu oleh ketiga sahabat putrinya.
"Tidak, kalian tidak boleh pergi dulu. Pak Irfan, Athifa kalian jangan pergi dulu. Pernikahan ini harus tetap dilaksanakan. Kita bicarakan dulu baik-baik. Kevin sayang, kamu mau kan nak mempertimbangkan lagi keputusan kamu? Kamu mau kan menikah dengan Athifa? Belum tentu Athifa seperti itu. Please boy ... Athifa adalah gadis yang baik, Oma tidak mau kehilangan Athifa sebagai calon cucu menantu Oma." ucapan Oma yang mengiba menghentikan langkah Pak Irfan dan rombongannya.
Nyeess...
Hati Raka terasa nyeri menyaksikan betapa sayangnya Oma Dewi Arum terhadap Kevin. Raka ingin rasanya juga merasakan kasih sayang dari sang Oma.
"Oma, Raka juga cucu Oma, Raka juga ingin disayang sama Oma. Kapan Oma akan menganggap Raka ada?" Batin Raka berteriak sembari menatap sendu sang Oma.
"Kalau sampai Kevin gagal nikah sama Athifa, posisi Kevin akan terancam. Aku harus bisa membujuk Kevin lagi!" gumam Marisa dalam hati.
"Emm ... Kevin sayang, benar apa yang dikatakan Oma, kamu tidak boleh gegabah dalam memutuskan sesuatu, apalagi dalam keadaan kamu yang sedang emosi begini. Mau ya sayang melanjutkan pernikahan ini dengan Athifa ...." Marisa mulai membujuk Kevin.
"Maaf Oma, mami, keputusan Kevin sudah bulat, Kevin tidak akan lagi melanjutkan pernikahan ini!" ujar Kevin tetap dalam pendiriannya.
"Dan untuk kalian semua, cepat kalian pergi dan segera tinggalkan rumah kami!" usir Kevin pada rombongan Pak Irfan.
"Ooo, dengan senang hati Tuan Muda Dirgantara yang TERHORMAT. Dan perlu anda ingat, penyesalan itu akan segera menghampiri anda!" Sambut Kayra dengan nada sarkas.
Segera mungkin Kayra menuntun Athifa dan yang lainnya agar secepatnya keluar dari kediaman keluarga Dirgantara.
"TUNGGU!!!"
To be continue
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Assalamu'alaikum...
Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...
Salam sayang dari author.
Terima kasih kakak 💗
Jangan lupa dijadikan favorit ya😘
__ADS_1