JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
17. NONGKRONG ALA SAHABAT FILLAH


__ADS_3

..."Cinta itu perang, yaitu perang yang hebat di dalam rohani manusia. Bila jiwa yang suci beroleh kemenangan, kelak akan didapati seorang yang tulus, ikhlas luas faham, sabar dan terang hati. Jika ia kalah akan didapati seorang putus asa sesat , lemah hati, kecil perasaan, bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri."...


...(Buya Hamka)....


………………………………………………………………………………


Selesai kajian di Masjid ba'da Isya', para sahabat fillah memutuskan untuk mencari makan. Sekali-kali gak apa-apa dong makan bersama diluar sekaligus nongkrong ala anak muda di depan rumah makan sederhana. Begitu pikir mereka. Namun nongkrong di versi yang berbeda.


Jika anak muda yang lainnya nongkrong yang gak jelas, tapi beda dengan tongkrongan para sahabat fillah kali ini. Mereka malah membahas tentang keagamaan, hukum-hukum syari'at Islam dan lain sebagainya yang berkaitan dengan ke-Islaman.


Tak jarang orang-orang yang ada di sana sesekali memperhatikan mereka, bahkan orang-orang yang melewati tempat makan itu pun juga tak mau melewatkan untuk tidak memperhatikan mereka berempat.


Selanjutnya, entah siapa yang memulai duluan, ber-murottal dan sambung menyambung ayat Al Qur'an. Dan bahkan sekarang mereka juga sambung menyambung sholawat.


🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ يَا عُمْرِي^^^


Qoddukal mayyas ya 'umri


^^^يَا غُصَيْنِ الْبَانْ كَالْيُسْرِ^^^


Ya ghusaynil baan kal yusri


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ يَا عُمْرِي^^^


Qoddukal mayyas ya 'umri


^^^يَا غُصَيْنِ الْبَانْ كَالْيُسْرِ^^^


Ya ghusaynil baan kal yusri


^^^اِنْتَ أَحْلَى النَّاسْ فِي نَظَرِي^^^


^^^جَلَّ مَنْ سَوَّاكْ يَا قَمَرِي^^^


Jalla mann sawwaka ya qomari


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ مُدْمَالَا^^^


Qoddukal mayyas mudz maala


^^^َلَحْظُكَ الْفَتَّا نْ قَتَّالا^^^


Lahdhukal fattan qottaala


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ مُدْمَالَا^^^


Qoddukal mayyas mudz maala


^^^َلَحْظُكَ الْفَتَّا نْ قَتَّالا^^^


Lahdhukal fattan qottaala


^^^هَلْ لِوَاصِلْ خُلْدُ لَا لَا لَا لَا لَا^^^


Halliau ashil qultu la la la la


^^^فَاقْطَعِ الْاَمَالْ وَانْتَظَرِى^^^


faqta'illamma wantadhiri


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ يَا عُمْرِي^^^


Qoddukal mayyas ya 'umri


^^^يَا غُصَيْنِ الْبَانْ كَالْيُسْرِ^^^


Ya ghusaynil baan kal yusri


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ يَا عُمْرِي^^^


Qoddukal mayyas ya 'umri


^^^يَا غُصَيْنِ الْبَانْ كَالْيُسْرِ^^^


Ya ghusaynil baan kal yusri


^^^اِنْتَ أَحْلَى النَّاسْ فِي نَظَرِي^^^

__ADS_1


^^^جَلَّ مَنْ سَوَّاكْ يَا قَمَرِي^^^


Jalla mann sawwaka ya qomari


^^^ْاَنَاوَحَبِيْبِى فِ جِنَيْنَة^^^


Ana wa habibi fijneina


^^^وِالْوَرْدِخَيَّمْ عَلَيْنَا^^^


Wil wardi khayyam 'aleina


^^^ْاَنَاوَحَبِيْبِى فِ جِنَيْنَة^^^


Ana wa habibi fijneina


^^^وِالْوَرْدِخَيَّمْ عَلَيْنَا^^^


Wil wardi khayyam 'aleina


^^^ْاِنْ طَلَبْ مِنِّى وِصَالُو^^^


ln Tholab minni wisalo


^^^ياَرَبِّ تُشِتُرْعَلَيْنَا^^^


Ya robbi tistur 'aleina


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ يَا عُمْرِي^^^


Qoddukal mayyas ya 'umri


^^^يَا غُصَيْنِ الْبَانْ كَالْيُسْرِ^^^


Ya ghusaynil baan kal yusri


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ يَا عُمْرِي^^^


Qoddukal mayyas ya 'umri


^^^يَا غُصَيْنِ الْبَانْ كَالْيُسْرِ^^^


Ya ghusaynil baan kal yusri


^^^اِنْتَ أَحْلَى النَّاسْ فِي نَظَرِي^^^


^^^جَلَّ مَنْ سَوَّاكْ يَا قَمَرِي^^^


Jalla mann sawwaka ya qomari


^^^ْعُيُوْنَكِ سُوْديَا مَحْلَا هُم^^^


'Ayu nakshud ya mahlahum


^^^ْقَلْبِى بِتُوَ لَّعْ بِهَوَاهُم^^^


Qolbi tilwalla bilwahum


^^^ْعُيُوْنَكِ سُوْديَا مَحْلَا هُم^^^


'Ayu nakshud ya mahlahum


^^^ْقَلْبِى بِتُوَ لَّعْ بِهَوَاهُم^^^


Qolbi tilwalla bilwahum


^^^ْصَارْلِى سِنْتَيْن بَسْتَنَّاهُم^^^


Shorli sintein bastannahum


^^^حَيَّرْتِ الْعَا لَمْ فِى أَمرِى^^^


Khoirotil 'alam fii Amri


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ يَا عُمْرِي^^^


Qoddukal mayyas ya 'umri


^^^يَا غُصَيْنِ الْبَانْ كَالْيُسْرِ^^^

__ADS_1


Ya ghusaynil baan kal yusri


^^^قَدُّكَ الْمَيَّاسْ يَا عُمْرِي^^^


Qoddukal mayyas ya 'umri


^^^يَا غُصَيْنِ الْبَانْ كَالْيُسْرِ^^^


Ya ghusaynil baan kal yusri


^^^اِنْتَ أَحْلَى النَّاسْ فِي نَظَرِي^^^


^^^جَلَّ مَنْ سَوَّاكْ يَا قَمَرِي^^^


Jalla mann sawwaka ya qomari


🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶


"Oalah... Kita kok malah jadi perhatian orang-orang guys, kaya artis aja kita ini ya..." Celetuk Fadhil setelah mendapati pandangan para penghuni rumah makan tertuju kepada mereka.


"Betul juga ya, belum juga jadi artis, kita udah jadi perhatian mereka, apalagi kalo udah jadi artis, pasti lebih banyak dari ini yang memperhatikan kita." Timpal Zidan menghayal.


"Emang kalian berdua mau jika jadi artis?" Tanya Raka meledek Fadhil dan Zidan. Keduanya terdiam dan berpikir. Sesaat kemudian mereka berdua bergidik lalu menggeleng secara bersamaan.


"Kenapa?" Tanya Raka lagi.


Bukannya menjawab, mereka berdua malah nyengir gak jelas. Raka dan Athar tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


Mereka melanjutkan kegiatan mereka yang tadi hingga sang pemilik rumah makan datang mengantarkan makanan yang telah mereka pesan tadi.


"Silahkan mas-mas yang ganteng, waduuuh, saya gak nyangka ini warung saya jadi rame begini gara-gara kalian lho. Alhamdulillah ya Allah..." Ucap pemilik rumah makan itu. Mereka berempat hanya tersenyum menanggapi laki-laki pemilik rumah makan itu.


"Lain kali sering-sering ya makan disini, biar warung makan saya jadi tambah rame lagi, tenang saja saya tak kasih diskon nantinya, hehehe." Ucap pemilik rumah makan lagi sambil tertawa kecil.


"Masya Allah... terimakasih bapak sudah berbaik hati pada kami. Insya Allah kami akan sering kesini lagi jika ada kesempatan." Ucap Athar sambil tersenyum teduh kepada pemilik rumah makan itu, membuat bapak itu tersenyum senang.


"Ya pak, kalau bisa gratis sekali-sekali, hehehe." Seloroh Fadhil sambil terkekeh kecil.


"Astaghfirullah... Dhil, Dhil... Gak boleh begitu..." Tegur Zidan pada Fadhil.


"Yaelah, bercanda kali Dan..." Sungut Fadhil.


Candaan Zidan dan Fadhil membuat yang lainnya tertawa termasuk bapak pemilik rumah makan itu.


***


Athifa sedang duduk di sofa ruang tengah di rumahnya dengan televisi yang tengah menyala. Mata Athifa memang melihat ke arah tv yang menyala, tapi pikirannya yang tertuju kemana-mana.


Athifa sedang memikirkan semua yang dikatakan oleh Winda beberapa hari yang lalu. Athifa yang awalnya sudah mulai yakin akan pernikahannya dengan Kevin, kini kembali gundah dibuatnya. Hatinya gelisah dan tidak tenang.


Athifa memejamkan matanya, ia menghela nafas panjang lalu dibuangnya secara perlahan sambil lalu beristighfar berkali-kali.


"Apa benar mbak itu pacarnya bang Kevin? Apa benar mereka masih saling mencintai hingga sekarang? Bagaimana kalo emang benar mbak itu orang yang dicintai bang Kevin? Berarti aku telah merusak hubungan mereka?" Lirih Athifa bermonolog.


"Ya Allah... Bagaimana ini? Hari pernikahan makin dekat, tapi sudah ada masalah lagi. Haruskah ku lanjutkan pernikahan ini sementara calon suamiku memiliki seseorang yang ia cintai. Lalu bagaimana nanti dengan nasib pernikahanku…? Aku bingung dan benar-benar bingung memikirkannya!" Tambahnya lirih dalam hati.


Kebingungan terus saja melanda hati dan pikiran Athifa, sehingga ia memutuskan pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu' lalu membaca Al Qur'an. Berharap menemukan ketenangan dan kedamaian dihati. Dan benar saja lambat laun hatinya jadi tenang perlahan.


Athifa melanjutkan murottal-nya agar hatinya lebih tenang lagi.


Sementara di suatu tempat...


"Gimana...?" Tanya seseorang dalam sambungan telephon.


"....."


"Ok, good job. Gue suka cara kerja kalian." Ucapnya dengan sumringah. Lalu ia langsung menutup Sambungan telephon. Ia tersenyum penuh kelicikan.


"Silahkan saja kalian bersenang-senang sekarang. Tunggu kejutan spesialnya daei gue." Gumamnya dengan seringai jahat dan licik.


To be continue to


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.

__ADS_1


Terima kasih kakak 💗


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘


__ADS_2