JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
64. SALAH PAHAM


__ADS_3

..."Jangan katakan pada Allah 'aku punya masalah besar', tetapi katakan pada masalah bahwa 'aku punya Allah Yang Maha besar."...


...(Ali bin Abi Thalib)...


...………………………………………………………………………………...


"Ck, lama banget sih, tinggal dijawab doang apa susahnya?" Vello mulai geram.


Nada memejamkan matanya sejenak. Perlahan Nada menganggukkan kepalanya.


"Ya, apa yang ada di dalam foto itu benar adanya, dan ... perempuan yang ada di dalam foto-foto itu ... memang aku." jawab Nada membuat Nury, Kayra dan Athifa terkejut mendengarnya. Sementara Vello tersenyum sinis dan puas dengan jawaban Nada.


"Nad ...." lirih Nury tak percaya.


"Nggak, itu nggak mungkin!" elak Athifa tidak percaya. Raka semakin mengeratkan rangkulannya pada Athifa, berusaha menenangkan sang istri.


"Gue juga gak percaya, pasti ada yang mengancam lo kan Nad, agar lo bicara seperti itu, ya kan Nada?" Kayra juga berusaha tidak mempercayai ucapan Nada.


"Maaf Nury, Athifa, Kayra. Itu memang aku!" tutur Nada dengan suara gemetar namun tegas. Ketiga sahabatnya geleng-geleng kepala masih tidak percaya.


"Itu memang Nada, karena–" ucapan Athar terpotong karena tangannya di genggam erat oleh Nada. Athar menoleh pada Nada. Nada geleng-geleng kepala tanda tidak mengijinkan Athar berbicara. Nada tidak ingin nama baik suaminya tercoreng dan menjadi jelek di mata orang-orang.


"Karena apa Ustadz?" tanya Nury penasaran.


Athar memejamkan mata. "Karena lelaki yang bersama Nada dalam foto itu adalah ...." menghela nafas lalu menatap wajah Nada. "SAYA!"


Kembali mereka semua dibuat terkejut dengan fakta baru itu. Bahkan Vello juga terkejut akan hal itu. Nury, Athifa dan Kayra tak kalah terkejutnya sampai-sampai mereka terdiam mematung.


Sahabat Fillah? Jangan ditanya lagi. Mereka juga sama-sama tak kalah terkejutnya dengan apa yang telah diucapkan oleh Athar. Sebuah pernyataan dari Athar yang sangat sulit untuk dipercaya oleh ketiganya. Siapa yang akan menyangka jika seorang Athar yang mereka kenal dengan ketaatannya terhadap hukum agamanya bisa melakukan hal itu?


Namun mereka juga paham seperti apa seorang Athar. Pasti ada alasannya kenapa sahabat mereka yang satu itu melakukan hal tersebut.


"Oh, jadi Ustadz yang telah menjerumuskan Nada dalam hal yang tidak baik itu? Kenapa Ustadz melakukan itu terhadap Nada? Dia itu perempuan baik-baik, Ustadz!" Nury malah memojokkan Athar. Nada geleng-geleng kepala tidak membenarkan ucapan Nury.


"Nury, jangan bicara seperti itu pada Ustadz Athar, dia nggak salah apa-apa, kamu salah paham Nury ...." ucap Nada membela Athar dengan suara yang semakin serak, matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Nada, kenapa kamu malah membela dia? Dan kenapa Ustadz tidak menjawab pertanyaan saya tadi?!" tanya Nury pada Nada dan Athar bergantian dengan suara yang semakin meninggi.


"Salah jika seorang suami ingin melindungi istrinya? Salah jika seorang suami memeluk istrinya sendiri? Salahkah jika suami istri saling berpegangan tangan?" Athar malah memberi pertanyaan-pertanyaan yang membuat mereka semua semakin bingung.


"Su–suami?" cicit Nury, Kayra dan Athifa.


Sementara Ketiga sahabat Fillah malah saling pandang dan tersenyum lega, karena kini mereka sudah paham dengan apa yang dimaksud dengan pertanyaan-pertanyaan Athar tadi.


Vello mulai berbisik pada salah satu mahasiswi di dekatnya. Mencoba untuk memprovokasi lagi.


"Wah, ini ustadz sudah mulai gak jelas omongannya, mulai ngelantur kemana-mana. Temen-temen gak usah didengerin ocehan ustadz itu. Yang jelas cewek gak tahu diri ini sudah mencoreng nama baik kampus kita." ucap mahasiswi yang sudah termakan oleh provokasi Vello. Sehingga mereka yang tadinya mulai meredam kini kembali mencemooh Nada. Mereka juga kembali melempar barang bekas ke arah Nada.


Tentu saja Athar tidak akan tinggal diam. Dia pun kembali berusaha melindungi Nada. Menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk sang istri.


Mereka menjadi geram karena Athar yang selalu menghalang-halangi lemparan mereka agar tidak terkena Nada, sehingga mereka mendorong keras tubuh Athar. Alhasil Athar jatuh tersungkur bahkan kepalanya sampai terbentur pada batu besar. Saking kerasnya membuat Athar tak sadarkan diri.


"ASTAGHFIRULLAHAL 'ADZIM ... MAS ATHAR!!!" pekik Nada histeris melihat keadaan suaminya. Nada berjongkok meraih kepala Athar hingga kepangkuannya. Tubuhnya mulai gemetaran. tangisnya juga mulai pecah.


Begitu juga dengan yang lainnya yang terkejut sehingga membuat mereka mulai berhenti dengan aksi mereka yang semena-mena.


Dilihatnya Nada yang menangis sambil menyeka darah yang keluar dari kepala Athar dengan kerudungnya sendiri. Nada menoleh sejenak pada ketiga sahabat suaminya lalu menundukkan kepalanya lagi.


"Tolong, tolong bantu saya untuk membawa Mas Athar kerumah sakit!" ucap Nada pada ketiganya sambil menyeka air matanya.


Raka, Fadhil dan Zidan saling pandang lalu sama-sama mengangguk.


"Puas kalian semua!!!" ucap Nury pada mereka yang kini mulai terdiam.


***


Di depan sebuah kamar di rumah sakit, Nada duduk terdiam dengan pandangan kosong kedepan, namun hatinya tak henti-hentinya melafadzkan do'a untuk keselamatan suaminya yang kini masih ditangani oleh dokter di dalam ruangan itu.


Di sisi kanan kirinya ada Athifa, Kayra dan Nury yang masih menemaninya. Sesekali mereka mengelus-elus tangan dan bahu Nada, berusaha untuk membuat hati sahabatnya itu menjadi tenang. Meski mereka tak mengerti dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Nada, tapi mereka memutuskan untuk sementara waktu tidak ingin bertanya dulu pada sahabatnya itu mengingat suasana yang menurut mereka kurang tepat.


Sementara Zidan, Raka dan Fadhil memilih berdiri sambil bersandar pada tembok sambil berdzikir dan mendo'akan sahabat mereka.

__ADS_1


Ceklek ...


Mendengar suara pintu kamar terbuka, Nada yang terkesiap langsung beranjak menghampiri dokter beserta dua orang perawat yang baru saja keluar dari kamar rawat Athar. Di ikuti oleh semua yang menunggu Athar.


"Dokter, gimana keadaan mas Athar?" tanya Nada terburu-buru karena sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui keadaan suaminya.


"Mas ...?" cicit Kayra, Nury dan Athifa yang tidak percaya dengan panggilan Nada terhadap Athar. Mereka bertiga saling pandang lalu mengangkat kedua bahu masing-masing tanda sama-sama tidak tahu dan tidak mengerti.


Dokter tersenyum. "Alhamdulillah pasien baik-baik saja. Lukanya juga sudah kami bersihkan juga diobati, dan sekarang pasien juga masih istirahat." jelas sang dokter ramah.


"Alhamdulillah ya Allah ..." ucap Nada bersyukur seiring dengan nafas lega. Begitu juga dengan tang lainnya yang ikutan lega.


"Boleh saya melihatnya?" tanya Nada lagi.


"Boleh-boleh, silahkan saja!" ucap pak Dokter mempersilahkan Nada masuk untuk melihat keadaan Athar.


Tanpa berkata lagi dan tanpa menghiraukan yang lainnya Nada langsung saja masuk ke kamar rawat Athar.


Athifa yang juga ingin masuk dihalangi oleh Raka.


"E, eh. mau kemana?"


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang . Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘

__ADS_1


__ADS_2