JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
50. HARI PERNIKAHAN 2


__ADS_3

...وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ...


...Artinya :...


..."Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dan jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."...


...(QS. Ar-Rum:21)...


………………………………………………………………………………



"Ya Ammar Barra Atharrazqa bin Iqbal Manaf Syam. Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka Tsabitah Qotrunnada binta almarhum Abdullah Fahri alal mahri surat Ar Rahman dan emas putih haalan." Penghulu.


"Qobiltu Nikahaha Tsabitah Qotrunnada binta almarhum Abdullah Fahri wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq." Dengan sekali tarikan nafas Athar berhasil mengucapkan kalimat qobul.


"Bagaimana para saksi? Sah ...?


"Saaah ...."


“Baarakallahu laka wa baarakaa 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khoir.”



"Ya Allah, kini aku sudah memiliki seorang istri. Jadikan pernikahan ini menjadi pernikahan yang penuh berkah. Semoga hamba bisa membimbing istri hamba menuju ridho–Mu, serta tumbuhkanlah rasa cinta dan kasih sayang diantara kami berdua. Aamiin." Athar berdo'a dalam hati.


Senyum haru tersungging di bibir Khayra menyaksikan prosesi ijab qobul putra semata wayangnya. Saking bahagianya ia sampai meneteskan air mata, namun secepatnya di seka agar tak dilihat oleh sang putra.


"Mas Iqbal, lihatlah putra kita sekarang. Dia sudah menjadi seorang suami sekarang. Betapa gagahnya dia saat mengucap kalimat qobulnya dengan memakai bajumu sewaktu akad nikah kita dulu. Wajahnya juga mirip denganmu diwaktu dulu. Ya Allah, titip rindu hamba untuk suami hamba." ucap Khayra dalam hati sambil menyeka air matanya seraya tersenyum. Rahma yang ada di sampingnya mengelus-elus bahu sahabatnya itu. Seolah ia tahu bahwa Khayra saat ini teringat pada almarhum suaminya. Khayra merindukan suaminya yang telah lama tiada. Keduanya saling menoleh sama-sama tersenyum.


Sementara di dalam kamarnya Nada meneteskan air mata kala mendengar namanya disebut dalam kalimat ijab qobul oleh pak penghulu dan seorang lelaki yang kini telah sah menjadi suaminya.


"Ya Allah, kini status hamba telah berganti menjadi seorang istri. Hamba ikhlas ya Allah. Semoga secepatnya rasa cinta itu hadir untuk kami berdua. Semoga dia bisa membimbing hamba menuju jannah–Mu. Aamiin." Do'a Nada dalam hati.


"Alhamdulillah, akhirnya sah juga!" seru Rosa saat mendengar kata sah dari para saksi.


"Selamat ya, Nada. Sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri. Semoga kamu bahagia ya, Nak." ucap Bu wanda sambil tersenyum pada Nada. Nada hanya mengangguk seraya tersenyum tipis pada Bu Wanda.


"Pesan Eyang, jadilah seorang istri yang baik, setia dan penurut sama suami, berbakti kepada suami. Semoga pernikahan kalian dirahmati serta diberkahi oleh Allah Swt." nasehat serta do'a dari Bu Retno.

__ADS_1


"Sakinah mawaddah warohmah, ya Nada." sambung Rosa.


"Aamiin. Makasih Eyang Retno, Bude Wanda dan Mbak Rosa. Kalian adalah orang-orang yang sangat baik. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian hingga berlipat-lipat." ucap Nada tulus.


"Aamiin." sahut Mereka bertiga serempak.


"Ya udah yuk, kita keluar sekarang. Sudah saatnya kamu bertemu dengan suami tampanmu itu." celetuk Rosa membuat mereka tertawa bersama.


***


Deg!


Baik Athar maupun Nada sama-sama terdiam mematung saat sudah sama-sama tahu siapa pasangan pengantin mereka masing-masing. Bahkan Nada sampai menghentikan langkahnya seketika.


"Allahu Robbi ... Di–dia kan ustadz yang ... jadi dia putra ummi Khayra? ustadz Athar? Ya Allah ... kenapa aku tidak ngeh sama namanya sedari tadi? Ustadz Athar ...." gumam Nada dalam hati sambil menatap kaget pada Athar.


"Allahu akbar! U–na? Aku tidak salah lihat, kan? Tapi kenapa namanya Nada? Bukankah para sahabatnya memanggilnya dengan nama Una? Jadi dia cucu almarhum nenek Fatimah? Pantas saja waktu itu wajahnya terlihat sedih dan murung. Rupanya ia baru kehilangan neneknya." Athar juga bergumam dalam hati sambil menatap wajah Ayu Nada yang terbalut dalam hijab putihnya yang anggun yang kini telah sah menjadi istrinya baik secara agama maupun negara.



"Nada, kenapa berhenti, Nak? Ayo samperin suamimu sekarang!" perintah Bu Retno.


Sementara Athar yang melihat rona wajah Nada tanpa sadar menampakkan senyum-senyum tipis. Ada perasaan gemes melihat rona wajah malu-malu istrinya itu.


Bu Retno dan Bu Wanda menggiring Nada hingga duduk di sebelah Athar. Rasa canggung menyelimuti perasaan keduanya. Apalagi saat pak penghulu menyuruh Nada untuk menyalami sekaligus mencium tangan suaminya sebagai rada hormat dan bakti pertamanya terhadap sang suami.


Dengan ragu Nada menyambut uluran tangan suaminya lalu mencium tangan suaminya itu. Athar memejamkan mata saat tangannya disentuh dan dicium oleh istrinya. Debar dan degup jantungnya terasa semakin tak karuan.


Setelah itu Athar menyentuh ubun-ubun istrinya seraya berdo'a.


“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."


Nada memejamkan mata saat Athar mencium keningnya, merasakan dan meresapi sebuah rasa yang baru hadir menyelimuti hatinya.


Setelah itu Athar mulai mengumandangkan ta'awwudz serta basmalah dan dilanjukan dengan pembacaan surat Ar-Rahman sebagai maskawinnya.


"Masya Allah ... diakah suamiku? ternyata suamiku memiliki suara yang lembut dan begitu merdu." puji Nada dalam hati. Sesekali ia melirik Athar yang tengah khusu melantunkan ayat-ayat Al Qur'an surat Ar Rahman.


"Shodaqollahul 'adziim ...." Athar mengakhiri bacaannya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?! Eh siapa kamu? Minggir kamu, jangan dekat-dekat dengan calon istriku!" suara lantang Juragan Karta membuat semua orang terkejut. mereka menoleh ke arah juragan Karta yang sedang berdiri berkacak pinggang bersama para anak buahnya.


Semua orang berdiri. Termasuk kedua mempelai. Tampak wajah Nada memucat. Tangannya gemetaran karna ketakutan dengan keberadaan juragan Karta.


Nada bersembunyi di belakang suaminya dan itu mendapat perhatian dari Athar. Athar mengerti kondisi istrinya. Ia pun meraih serta menggenggam erat tangan dingin istrinya, memberi ketenangan untuk istrinya.


Nada mendongak memandang wajah sang suami yang tersenyum hangat, sehingga membuat Nada menjadi sedikit lebih tenang. Nada membalas senyuman suaminya meskipun sangat tipis.


"Lepaskan tangan kotormu itu dari calon istriku bocah ingusan!!" perintah Juragan Karta semakin geram dan emosi melihat tangan Athar menggenggam tangan Nada.


"Maaf Juragan Karta, Nada bukan calon istri anda, tapi Nada adalah istri sahku sekarang, jadi Juragan jangan coba-coba mengganggunya lagi!" ucap Athar dengan suara lembut namun tegas.


"Apa kamu bilang? Jangan ngaco kamu bocah ingusan, cepat menyingkir dari situ!" teriak Juragan Karta yang emosinya sudah naik ke ubun-ubun.


"Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada mereka semua, mereka adalah saksi pernikahan kami tadi!" tunjuk Athar pada semua orang yang ada di sekitarnya.


"Ah, aku tidak percaya dengan omong kosongmu itu!" Juragan Karta menolak kenyataan.


"Benar sekali Juragan Karta, mereka berdua betul-betul sepasang suami istri yang sudah menikah barusan." jelas Pak penghulu.


"Kurang ajar! Berani-beraninya kamu menikahkan mereka? Siapa yang nyuruh kamu, hah?!" Juragan Karta menatap tajam dan nyalang pada Pak Penghulu.


"Saya!" sahut Bu Retno lantang.


"Kamu ...?" Juragan Karta terkejut melihat ketiga istrinya yang berdiri di tengah-tengah mereka.


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗


Jangan lupa dijadikan favorit ya😘

__ADS_1


__ADS_2