JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
42. AMANAH TERINDAH


__ADS_3

..."Terkadang kita dikuasai oleh kesedihan hingga sampai pada tingkatan di mana kita lupa bahwa ada banyak hal dalam hidup yang bisa membuat kita bahagia."...


...(Quote of the Day)...


………………………………………………………………………………


Sungguh perkataan Zafira telah memporak porandakan emosi Anita. Karena tidak terima atas segala ucapan Zafira, Anita dengan keras dan kasarnya mendorong tubuh Zafira hingga tubuh terjerembab di lantai. Membuat semua orang terkejut termasuk Firman.


"Aarrrgh ...."


"ZAFIRA!!!" teriak Firman seiring dengan jeritan Zafira yang kini tengah meringis di lantai. Namun entah kenapa kakinya terlalu kaku untuk melangkah menghampiri Zafira.


"Ya Allah, ZAFIRA!" pekik seorang wanita berhijab yang baru datang bersama suaminya. Mereka menghampiri Zafira yang kini tengah merintih kesakitan di area perutnya.


"Zafira ...."


"Ra–Radha, pe–perutku sakit seka–li Radha. To–tolong anak–ku Radha, Er–rik ...." lirih Zafira dengan nada yang lemah dan tersendat-sendat disertai dengan deraian air mata yang kini kepalanya berada di pangkuan Radha, sahabatnya.


"Ada apa ini?" tanya Ibu Amalia yang kini telah berada di tengah-tengah mereka. Ibu Amalia terbangun dari tidurnya karena tadi mendengar suara ribut-ribut dari ruang depan, sehingga memancing dirinya untuk keluar dari kamarnya.


Dan betapa terkejutnya Ibu Amalia saat melihat kondisi Zafira, menantu kesayangannya tergeletak tak berdaya di pangkuan Radha.


"Astaghfirullahal 'adzim ya Allah, Zafira ..." Ibu Amalia berlari menghampiri Zafira.


"Zafira sayang, kamu kenapa jadi begini, Nak? Ya Allah ...." seru Ibu Amalia sambil menangis.


"I–ibu ... sa–kit Bu ... to–long selamatkan a-anak-ku Bu aaargh ..." pinta Zafira pada ibu mertuanya mengiba di sela rintihannya menahan sakit.


"Ya, Sayang. Radha ayo kita secepatnya bawa mantu Ibu kerumah sakit, ayo Nak Erik." ajak dan pinta Ibu Amalia pada kedua sahabat menantunya itu.


"Ayo Mas gendong dan bawa Fira ke mobil." pinta Radha sambil menangis pada suaminya yang di jawab anggukan oleh Erik.


Mereka membawa Zafira ke mobil Erik diikuti oleh Ibu Amalia. Sementara Radha bangkit menatap tajam pada Firman fan Anita.


"Puas kalian? Puas kalian memperlakukan Fira sampai tak berdaya seperti itu?!" teriak Radha pada keduanya.


"Kau tahu Firman ...? Tadi itu Zafira sedang dalam proses persalinannya, tapi dia keluar dan lari tertatih-tatih dari rumah sakit saat mendengar kalau hari ini suami tercintanya akan melangsungkan akad nikah dengan perempuan lain!" tutur Radha dengan nada berteriak.


Deg!


Firman terkejut mendengar ucapan Radha.

__ADS_1


"Tapi sayangnya Fira telat. Fira terlambat menyelamatkan suami tercintanya dari belenggu wanita jahat ini!" tunjuknya pada Anita. Anita terlihat geram mendengarnya.


"kalau sampai terjadi sesuatu pada Fira dan calon bayinya, awas kalian berdua. Dan ingat kamu Firman, suatu saat semua akan berbalik. Yang menyakiti akan disakiti. Yang mengkhianati akan dikhianati. Yang melukai akan dilukai. Yang meninggalkan akan ditinggalkan. Kamu tidak akan merasakan ketenangan hidup selama kamu masih bersama perempuan jahat macam dia!" Sarkas Radha kemudian berlalu pergi meninggalkan kediaman Firman dan menyusul Erik, suaminya.


***


Di rumah sakit...


"Dokter ... bagai mana keadaan Zafira, Dok?" tanya Radha setelah melihat seorang dokter keluar dari ruang bersalin Zafira.


"Ya Dok, menantu dan cucuku baik-baik saja kan?" sambung Ibu Amalia ikut bertanya.


"Alhamdulillah, cucu Ibu terlahir dengan selamat." jawab Pak Dokter yang membuat ketiganya mengucap syukur bersama.


"Tapi mohon maaf, kami tidak bisa menyelamatkan menantu Ibu!" lanjut sang dokter.


Deg!


Jawaban sang dokter membuat rasa bahagia yang tadi membuncah kini sirna dari wajah mereka bertiga.


"Ma–maksud Dokter–"


"Innalillahi wainna ilaihi roji'un."


"Ya Allah, Zafira


Seketika tubuh Ibu Amalia ambruk tak sadarkan diri mendengar kabar menantunya yang kini telah tiada. Reflek Erik menangkap tubuh wanita paruh baya itu.


Kini Menantu kesayangannya telah pergi meninggalkan putri cantiknya yang malang. Melepas rasa sakit dan luka yang ditorehkan oleh suaminya sendiri.


***


Usai dari pemakaman Zahira mereka bertiga kembali kerumah sakit menjemput putri kecil Zahira yang malang.


Ibu Amalia dan Radha menangis menatap sedih pada bayi perempuan yang beberapa jam yang lalu telah kehilangan sosok ibu tercintanya.


"Lihatlah Radha, wajah cucuku sangat cantik, matanya yang bening sangat mirip dengan mata Zafira." ucap Ibu Amalia pada Radha.


"Ya, Tante benar sekali. Mata baby girl ini akan menjadi pengobat rindu kita pada Zafira. Eh tapi wajahnya kok mirip Tante ya, wah iya lho, mirip Tante Lia banget." seru Radha antusias.


"Ah, kamu ini ada-ada saja, dia masih bayi, nanti wajahnya akan berubah-ubah beberapa kali seiring berjalannya waktu." tawa Ibu Amalia.

__ADS_1


"Kalo bisa jangan berubah, biar nanti gedenya jadi gadis tang cantik, secantik omanya." kelakar Radha berusaha melupakan kesedihan diantara mereka. Ibu Amalia kembali tertawa dibuatnya.


"Oh ya Tante Lia, beberapa hari yang lalu, Fira bilang kalau anaknya terlahir perempuan akan ia kasih nama Azkayra." tutur Radha sambil mengusap air matanya.


"Azkayra? Nama yang cantik. Secantik wajahmu, Nak." ucap Ibu Amalia sambil mengelus-elus pipi cucunya yang lembut.


"Waaah, baby Kayra, Baby Azkayra Aulia Nafis–"


"AZKAYRA AULIA NAFIS AL FAJRY" Ibu Amalia meneruskan sambungan nama untuk cucunya. Terkejutlah sepasang suami istri itu setelah mendengar nama belakang baby Kayra.


"Tante ... ke–kenapa Al Fajry ...? Kenapa bukan Al Azmi?" tanya Radha.


"Karena mulai saat ini baby Azkayra adalah anak kalian. Kalian berdua adalah orang tua cucuku." jelas Ibu Amalia sambil tersenyum.


"Tante ...." Radha tak bisa melanjutkan ucapannya.


"Radha ... bukankah sudah lama kamu dan suamimu mendambakan seorang anak? Dan hari ini Allah telah mengabulkan doa kalian lewat baby Kayra. Maka dari itu Tante serahkan hak asuh baby Kayra sepenuhnya pada kalian. Rawat dan didiklah cucuku dengan penuh kasih sayang, sayangi cucuku seperti anak kalian sendiri." ucap Ibu Amalia tersenyum tulus.


"Masya Allah, Tante ... aku tak tahu harus bilang apa? Makasih atas Amanah terindah yang kau berikan ini pada kami, Tante. Insya Allah kami akan merawat baby Kayra dengan tulus. Kami akan melimpahkan kasih sayang kami untuk baby Kayra sehingga baby mungil ini tidak kekurangan kasih sayang lagi." ucap tulus Radha sambil menghapus air matanya lalu mengecup lama kening baby Kayra.


"Mas, putri kita Mas. Kita punya princess cantik." adunya pada sang suami.


"Masya Allah ... mana princessnya Daddy Erik ...." ucap Erik antusias.


"Ih, kok Daddy sih, gak mau ah. Baby akan panggil kamu papa. ya, Papa Erik, hallo Papa Erik ...." ucap Radha dengan menirukan suara


anak kecil.


"Ya, ya terserah kamu saja lah." sahut Erik pasrah. Ibu Amalia tertawa melihat tingkah pasutri itu.


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.


Terima kasih kakak 💗

__ADS_1


__ADS_2