JOMBLO FII SABILILLAH

JOMBLO FII SABILILLAH
8. JONES VS JOFIS


__ADS_3

..."Walaupun jomblo, namun semua akan indah pada waktunya. Dimana kau dan aku dipertemukan dalam sebuah ikatan yang sah dan sakral"...


...(Ammar Barra Atharrazqa)...


………………………………………………………………………………


Tidak jauh dari mereka rupanya ada sepasang mata yang sedari tadi menyaksikan perdebatan mereka berdua.


Gadis berhijab itu hanya mengelus dada tak percaya pada apa yang ia saksikan tadi.


"Astaghfirullahal 'adzim ya Allah... Itu kan bang Kevin, calon suaminya Athifa. Bukannya kata Athifa tadi bang Kevin mau kerumahnya? trus kenapa dia masih disini? Harusnya kan sudah stay ditempat" Pikir Nada heran.


"Lalu siapa perempuan itu? Kenapa hatiku tiba-tiba jadi khawatir seperti ini sama Athifa ya? Kasihan Athifa!" Gumam Nada pelan sambil tangannya mengelus-elus dada. Sedetik Nada menggelengkan kepalanya guna mengusir pikiran-pikiran negatif yang kini berusaha hinggap dikepalanya.


Kejadian tadi membuat mood Nada jadi hilang untuk mencari buku buat referensi tugasnya. Ia urungkan niatnya itu lalu menuju ke suatu tempat. Sekedar merelax dan merefresh pikirannya.


Disini lah Nada sekarang. Di sebuah Danau yang tenang dan sepi. Sesepi hatinya akan seseorang yang entah siapa itu hanya Nada yang tahu.


Nada memejamkan mata sambil merentangkan kedua tangan lentiknya ke sisi samping kanan dan kiri. Ia hirup udara danau yang segar. Senyum indah menghiasi bibir pink alaminya.


Setelah itu Nada duduk disalah satu ayunan. Sesekali ia melirik ayunan kosong disebelahnya. Sesekali juga ia meraba-raba ayunan kosong itu sambil tersenyum.


Di ambilnya sebuah buku diary serta alat tulis kesayangannya dari dalam tas. Dan mulailah kembali ia dengan oretannya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Dear Diary....


Rasa cinta yang kini ku rasakan entah tertuju pada siapa?


Sebab kita tak saling mencari


Dan pada akhirnya saling menemukan.


Sebab menjadi jomblo juga harus setia...


Ya... Setia pada kesendiriannya hingga


akhirnya menikah tanpa harus melalui


Sebuah pacaran.


Karna cinta yang diridhoi-Nya adalah


Setelah akad....


Untukmu yang slalu menanti disana...

__ADS_1


Jangan pernah goyah hanya karna satu kerikil menghalangi langkah setiamu.


Cintai dia dalam diammu dan berharap dalam do'a.


Ya Allah ya Robb...


Izinkanlah hamba jatuh cinta pada dia


yang tepat, dan diwaktu yang tepat pula.


Karena hatiku cuma satu


Hanya kepada dia yang halal bagiku.


^^^by :^^^


^^^S.Q. Nada^^^


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Sreek... Sreek... Sreek...


Suara sandal beradu dengan dedaunan tiba-tiba saja terdengar samar- samar oleh Nada. makin lama makin jelas terdengar. Sejenak Nada menjadi panik serta gelagapan. Buru-buru Nada memasukkan buku diary dan pena itu kedalam tasnya. Sebuah benda jatuh dari dalam tas itu namun tidak ia pedulikan saking paniknya.


Sejurus kemudian Nada pergi meninggalkan danau dengan tergesa-gesa. Padahal tadi ia berencana untuk berlama-lama di danau untuk sekedar menenangkan hati dan pikirannya.


Sebuah bros ukir berbahan titanium lapis emas berinisial "N&A" kini digenggaman tangannya. Melihat inisialnya membuat senyum teduh terpancar dibibir lelaki yang memakai jaket hoodie dan celana jeans itu.


"Kau kah itu? Jika itu benar kau, maka setia sudah kau menungguku terlalu lama gadis kecilku yang menggemaskan." Lirih pemuda itu sambil terus menatap bros ukir yang ia genggam.


Laki-laki itu berdiri lalu duduk di ayunan lain sebelah tempat Nada tadi. Pandangannya terus saja tertuju pada bros ukir ditangannya. Ia pejamkan mata hingga tenggelam pada masa-masa itu. Moment yang menurutnya begitu indah dan tak mungkin ia lupakan.


***


Di malam minggu yang tenang ke empat sahabat fillah tengah berkumpul di dalam kontrakan Athar. Zidan yang termenung, Raka yang baca buku, Athar yang tengah memikirkan sesuatu da Fadhil yang galau entah kenapa sejak tadi uring-uringan.....


"Huuuuft... Nasib ya nasib" celetuk Fadhil tiba-tiba memecahkan keheningan di dalam kontrakan Athar. Membuat ketiga pemuda di samping kanan, kiri dan depannya reflek menolehkan pandangan pada dirinya.


"Kenape dhil?" Tanya Zidan mewakili Raka dan Athar.


"Tahu, galau mungkin kali ya?" Sahut Raka menimpali.


"Gitu lah pren, sekarang kan malam minggu nih ya, semua orang pada keluar sama pasangannya. Lhaaa apa kabar kita berempat? Boro-boro punya pasangan, kandidat aja belum nemu!" Jelas Fadhil dengan kegalauannya.


"Hmmm dasar Jones ente!" Celetuk Zidan menanggapi. jg


"Jones apaan tuh, Dan...?" Tanya Fadhil penasaran.

__ADS_1


"Jomblo ngenes Dhil. Kayak ente ngenes terus gara-gara jomblo." Ejek Zidan pada Fadhil.


"Yeee situ kan juga jomblo, gak usah mengejek orang. Jomblo kok teriak jomblo. Aneh". Protes Fadhil.


"Ya beda dong. Kalo ane bukan jones lagi, tapi jofis. Tahu jofis itu apa?" Tanya Zidan pada Fadhil. Yang di tanya malah geleng-geleng kepala karena memang tidak tahu.


"Hmmmmh payah ente!" ucap Zidan mencibir Fadhil.


"Emang apaan?" Tanya Fadhil penasaran.


"Ane kasih tahu ya. Jofis itu ya jomblo fii sabilillah, you know...?" Ujar Zidan bangga.


"Preeeeett, gitu aja bangga ente!" Cibir Fadhil


"Harus dong...!" Ucap Zidan lagi.


"Astaghfirullahal 'adzim... Kalian ini berisik amat sih, bahas jomblo dari tadi kok gak selesai-selesai!" Ucap Raka merelai Zidan dan Fadhil. Keduanya malah nyengir kuda.


Sementara Athar tersenyum dan geleng-geleng kepala menyaksikan perdebatan Fadhil dan Zidan.


"Ehemmm... Jomblo ya... Emmm sebenarnya jomblo itu adalah peluang sih buat kita. Peluang untuk kita beramal lebih, Laa tahzan para sahabatku yang katanya jomblo fii sabilillah, kalian itu istimewa dan tahu nggak kenapa jomblo fii sabilillah itu selalu bahagia? Ya karena di dalam hatinya hanya ada Allah SWT. Maka jagalah hati kita dalam menanti, karena takdir Allah tidak dapat di ubah dan tidak akan bisa tergantikan." Tutur Athar seraya tersenyum teduh.


"Good job brother and i like it!" Sahut Raka tiba-tiba, mengagetkan Zidan dan Fadhil.


"Raka!! ngagetin aja ah ente!" Ucap Zidan sambil menimpuk bahu Raka dengan bantal sofa. Raka dan Athar tertawa bersama.


"Haduh, ane kok jadi ngantuk gini ya?" Ujar Zidan yang entah kenapa matanya terserang kantuk secara tiba-tiba. Sudah berkali-kali juga ia menguap sedari tadi.


"Ya udah kalo ngantuk tidur aja gih, tuh di sofa. Entar kalo ane sudah selesai tak bangunin kau nanti." Sahut Raka pada Zidan.


"Nginep juga gak apa-apa kali Dan." Raka menimpali. Zidan mengangguk patuh.


Zidan pun berbaring di atas sofa dan semenit kemudian terdengarlah suara dengkuran halus dari Zidan.


"Yaelah nih anak memang sudah ngantuk beneran kali ya, baru aja rebahan udah ngorok aja." Ucap Fadhil sambil geleng-geleng kepala. Raka dan Athar hanya tersenyum menanggapi.


Mereka kini melanjutkan sisa kegiatan masing-masing dan ditemani nyanyian tidur dari atas sofa.


To be continue


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamu'alaikum...


Haaai kakak... ketemu lagi di karyaku yang kedua. Minta like n sarannya ya...


Salam sayang dari author.

__ADS_1


Terima kasih kakak 💗


__ADS_2